Wednesday, 3 April 2013

Buang jauh Pikiran negative

Buang jauh Pikiran negative, karna itu akan mengkerdilkan, begini ceritanya.
Suatu ketika seorang pria menelepon seorang motivator. Ia tampak sedih.Tidak ada lagi yang dimilikinya dalam hidup ini. motivator itu mengundang pria itu untuk datang ke kantornya.

“Semuanya telah hilang. Tak ada harapan lagi,” kata pria itu.

“Aku sekarang hidup dalam kegelapan yang amat dalam. Aku telah kehilangan hidup ini”.


“Mari kita pelajari keadaan anda,” katanya dengan lembut.

Pada selembar kertas ia menggambar sebuah garis lurus dari atas ke bawah tepat di tengah-tengah halaman. Ia menyarankan agar pada kolom kiri pria itu menuliskan apa-apa yang telah hilang dari hidupnya. Sedangkan pada kolom kanan, ia menulis apa-apa yang masih tersisa.

“Kita tak perlu mengisi kolom sebelah kanan,” kata pria itu tetap dalam kesedihan.

“Aku sudah tak punya apa-apa lagi.”

“Lalu kapan kau bercerai dari istrimu?” tanya Motivator.

“Hei, apa maksudmu? Aku tidak bercerai dari istriku. Ia amat mencintaiku!”

“Kalau begitu bagus sekali,” sahut Norman penuh antusias.

“Mari kita catat itu sebagai nomor satu di kolom sebelah kanan “Istri yang amat mencintai”.

“Nah, sekarang kapan anakmu itu masuk penjara?”

“Anda ini konyol sekali. Tak ada anakku yang masuk penjara!”

“Bagus! Itu nomor dua untuk kolom sebelah kanan “Anak-anak tidak berada dalam penjara.” kata Norman sambil menuliskannya di atas kertas tadi.

Setelah beberapa pertanyaan dengan nada yang serupa, akhirnya pria itu menangkap apa maksud Norman dan tertawa pada diri sendiri.

“Menggelikan sekali. Betapa segala sesuatunya berubah ketika kita berpikir dengan cara seperti itu,” katanya.

Kata orang bijak, bagi hati yang sedih lagu yang riang pun terdengar memilukan. Sedangkan orang bijak lain berkata, sekali pikiran negatif terlintas di pikiran, duniapun akan terjungkir balik. Maka mulailah hari dengan selalu berfikir positif.

Tuliskanlah hal-hal positif yang Kita pernah dan sedang miliki dalam hidup ini, bebaskan pikiran-pikiran kita dari hal-hal negatif yang hanya akan menyedot energi negatif dari luar diri kita. Dengan berfikir positif kehidupan ini akan terasa amat indah dan tidaklah sekejam yang kita bayangkan. Objek-objek yang berada di sekitar kita akan sangatlah tergantung dari bagaimana cara kita memandang dan mempersepsikannya. Lingkungan Kita adalah Pikiran Kita. Lingkungan akan berbuat positif kepada Kita jika Kita mempersepsikannya baik, sebaliknya Lingkungan akan berbuat negatif kepada kita ketika kita mempersepsikan sebaliknya.

Friday, 24 August 2012

Sebuah Nilai Kehidupan

Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik.

Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti.

"Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini," katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon.

Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. "Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini."

Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, "Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya."

Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, "Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan mati di sini."

Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir, "Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain".

Segera timbul kesadaran baru. "Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain".

Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.

=================================================

Kalau kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan pesimis, tentu kita menjalani hidup ini (dengan) terasa terbeban dan saat tidak mampu lagi menahan akan memungkinkan kita mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri.

Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, tentu kita akan menghargai kehidupan ini. Kita akan mengisi kehidupan kita, setiap hari penuh dengan optimisme, penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta mampu bergaul dengan manusia-manusia lainnya.

Maka, jangan melayani perasaan negatif. Usir segera. Biasakan memelihara pikiran positif, sikap positif, dan tindakan positif. Dengan demikian kita akan menjalani kehidupan ini penuh dengan syukur, semangat, dan sukses luar biasa!

Sumber : andriewongso

Keseimbangan Hidup

Sudah lama tidak posting di blog ini, hampir satu bulan penuh tidak pernah posting.
sekarang saya mau posting dari andri wongso, tentang ke seimbangan hidup
Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami. Orang tua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi dirinya sendiri. Hingga suatu hari, karena ada masalah, si pemuda harus mendatangi salah seorang petinggi perusahaan di rumahnya. Setibanya di sana, dia sempat terpukau saat melewati taman yang tertata rapi dan begitu indah. "Hai anak muda. Tunggulah di dalam. Masih ada beberapa hal yang harus Bapak selesaikan," seru tuan rumah. Bukannya masuk, si pemuda menghampiri dan bertanya, "Maaf, Pak. Bagaimana Bapak bisa merawat taman yang begitu indah sambil tetap bekerja dan bisa membuat keputusan-keputusan hebat di perusahaan kita?" Tanpa mengalihkan perhatian dari pekerjaan yang sedang dikerjakan, si bapak menjawab ramah, "Anak muda, mau lihat keindahan yang lain? Kamu boleh kelilingi rumah ini. Tetapi, sambil berkeliling, bawalah mangkok susu ini. Jangan tumpah ya. Setelah itu kembalilah kemari". Dengan sedikit heran, namun senang hati, diikutinya perintah itu. Tak lama kemudian, dia kembali dengan lega karena mangkok susu tidak tumpah sedikit pun. Si bapak bertanya, "Anak muda. Kamu sudah lihat koleksi batu-batuanku? Atau bertemu dengan burung kesayanganku?" Sambil tersipu malu, si pemuda menjawab, "Maaf Pak, saya belum melihat apa pun karena konsentrasi saya pada mangkok susu ini. Baiklah, saya akan pergi melihatnya." Saat kembali lagi dari mengelilingi rumah, dengan nada gembira dan kagum dia berkata, "Rumah Bapak sungguh indah sekali, asri, dan nyaman." tanpa diminta, dia menceritakan apa saja yang telah dilihatnya. Si Bapak mendengar sambil tersenyum puas sambil mata tuanya melirik susu di dalam mangkok yang hampir habis. Menyadari lirikan si bapak ke arah mangkoknya, si pemuda berkata, "Maaf Pak, keasyikan menikmati indahnya rumah Bapak, susunya tumpah semua". "Hahaha! Anak muda. Apa yang kita pelajari hari ini? Jika susu di mangkok itu utuh, maka rumahku yang indah tidak tampak olehmu. Jika rumahku terlihat indah di matamu, maka susunya tumpah semua. Sama seperti itulah kehidupan, harus seimbang. Seimbang menjaga agar susu tidak tumpah sekaligus rumah ini juga indah di matamu. Seimbang membagi waktu untuk pekerjaan dan keluarga. Semua kembali ke kita, bagaimana membagi dan memanfaatkannya. Jika kita mampu menyeimbangkan dengan bijak, maka pasti kehidupan kita akan harmonis". Seketika itu si pemuda tersenyum gembira, "Terima kasih, Pak. Tidak diduga saya telah menemukan jawaban kegelisahan saya selama ini. Sekarang saya tahu, kenapa orang-orang menjuluki Bapak sebagai orang yang bijak dan baik hati". =====================================================================
 Dapat membuat kehidupan seimbang tentu akan mendatangkan keharmonisan dan kebahagiaan. Namun bisa membuat kehidupan menjadi seimbang, itulah yang tidak mudah. Saya kira, kita membutuhkan proses pematangan pikiran dan mental. Butuh pengorbanan, perjuangan, dan pembelajaran terus menerus. Dan yang pasti, untuk menjaga supaya tetap bisa hidup seimbang dan harmonis, ini bukan urusan 1 atau 2 bulan, bukan masalah 5 tahun atau 10 tahun, tetapi kita butuh selama hidup. Selamat berjuang!
 Sumber : andriewongso

Wednesday, 25 July 2012

KESIAPAN dan KESEMPATAN


Disuatu Lembah Turki, Zaman dahulu kala sekitar tahun 1801 ada 2 orang
sahabat yang tinggal dilembah itu, yang pertama bernama Zakir dan yang kedua
bernama James. Ke-2 anak muda itu merupakan orang-orang yang berkualitas,
mempunyai semangat dan ambisi yang kuat untuk menggapai tujuannya, serta
memiliki cita-cita yang tinggi.

 Mereka berdua pun berkhayal, berharap suatu
hari nanti mereka akan menjadi orang yang
paling kaya didesa itu. Mereka berdua sama-sama
cemerlang dan sangat tekun dalam bekerja, yang
mereka perlu hanyalah kesempatan mewujudkan
impian itu. Seperti kata pepatah "KESIAPAN
haruslah bertemu dengan KESEMPATAN". Saat ini yang mereka tunggu adalah
kesempatan emas agar apa yang diinginkan dan dicita-citakan segera terwujud.
yah KESIAPAN dan KESEMPATAN

Pada suatu hari kesempatan emas yang mereka tunggu
selama ini akhirnya datang, kepala desa memberi
pekerjaan kepada mereka untuk mengangkut air dari
danau ke desanya untuk memenuhi kebutuhan air
warga desanya. Setiap ember yang terisi penuh, mereka
akan menerima bayaran 1 sen. Jadi, kalau satu hari bisa
mengangkut 20 ember maka mereka akan memperoleh penghasilan 20 sen.


Tanpa menunggu perintah selanjutnya, keduanya langsung membawa 2 buah
ember dan segera menuju danau. Sepanjang siang keduanya mengangkut air
dengan menggunakan ember. Menjelang sore, tempat penampungan air sudah
penuh sampai kepermukaan dan kepala desa pun menggaji kedua pemuda

tersebut berdasarkan jumlah ember yang mereka bawa.
"Woouw... Apa yang aku cita-citakan selama ini akan segera terwujud!" teriak
James gembira. "Rasanya sulit dipercaya, kita mendapatkan penghasilan
sebanyak ini".


Namun Zakir tidak demikian,Dia tidak begitu yakin kalo pekerjaannya yakni
mengangkat ember dari danau ke desa akan membuatnya cepat kaya. Setibanya
dirumah Zakir merasakan Punggungnya nyeri dan kedua telapak tangannya
lecet-lecet, dan itu semua disebabkan karena
sepanjang hari tadi Zakir membawa 2 ember
berat berisi air penuh yang dibawanya bolak
balik dari sungai ke desa. Begitu pagi tiba,
perasaan Zakir mulai kecut karena harus
berangkat kerja, dia tidak ingin punggung dan
tangannya bermasalah lagi. Lalu Zakir mulai
berpikir keras bagaimana caranya memindahkan air dari danau
ke desanya tanpa harus terluka, tanpa harus menanggung rasa nyeri dipunggung,
tanpa harus melakukan pekerjaan itu seumur hidupnya.


Keesokan harinya setelah semalam tidak bisa tidur
memikirkan jalan keluar dari pekerjaan mereka
berkatalah Zakir kepada James. " James.. aku punya
rencana, dari pada kita mondar-mandir setiap hari
membawa ember dari danau ke desa dan hanya
mendapatkan beberapa sen per-hari, mengapa tidak
sekalian saja kita membangun Saluran Pipa
air dari danau ke desa kita ?"


Mendengar temannya punya ide aneh
tersebut, James tersentak, "Saluran Pipa ?
Ide dari mana itu ? Kita kan sudah
mempunyai pekerjaan yang bagus dan
menghasilkan uang. Zakir, Aku bisa
membawa 100 ember dalam sehari itu
berarti penghasilan yang akan aku
dapatkan bisa 100 sen per-hari ! Aku akan menjadi orang kaya, bisa hidup
senang, jawab James". Dan pada akhir minggu saya bisa membeli sepatu baru,
pada akhir bulan saya bisa membeli seekor sapi, dan pada akhir tahun saya


sudah mampu untuk membangun rumah. Kamu melihat, tidak ada pekerjaan
semenguntungkan seperti mengangkut air di desa ini. Lagipula, pada setiap
akhir minggu kita mendapat libur. Dan setiap akhir tahun kita juga mendapat
hak cuti 2 minggu. Jadi buang jauh-jauh idemu untuk membangun pipa airmu
itu.


Tapi Zakir tidak putus asa. Dia tetap bersikukuh pada idenya itu, dengan sabar
dia menerangkan bagaimana proses membangun pipa saluran air kepada
sahabatnya. Namun James tidak tertarik
sedikitpun   tawaran   dari   Zakir.
Akhirnya,,, Zakir memutuskan untuk
menjalankan idenya itu sendiri. Dia bekerja
untuk paruh waktu saja, Setengah hari dia
mengangkut ember untuk mendapatkan
penghasilan dan bisa membiayai hidupnya
sehari-hari lalu sisa waktunya ditambah
hari libur di akhir minggunya dia pakai untuk membangun saluran pipanya itu.


Sejak awal melakukan pekerjaan ini, Zakir menyadari bahwa akan sulit
membangun saluran pipa itu kedesanya. Menggali tanah keras yang banyak batu
kerikil dan kostur tanah yang naik turun sangatlah jelas tak kalah menyakitkan
dengan luka lecet dan punggung nyeri karena mengangkut air. Zakir pun juga
menyadari bahwa upah yang dia terima sekarang ini berdasarkan jumlah ember
yang diangkutnya, maka jelas secara otomatis penghasilannya akan menurun.
Dan Dia juga sangat paham sekali bahwa untuk menghasilkan saluran pipa air
ke desanya membutuhkan waktu 1 sampai 2 tahun agar pipanya dapat berfungsi
seperti yang diharapkan.


Namun Zakir tak pernah kendur dengan keyakinannya itu, dia tahu persis akan
impian dan cita-citanya. Sebab itu dia
terus bekerja tanpa kenal lelah. Melihat
apa yang dilakukan Zakir, orang-orang
desa dan James mulai mengejek Zakir.
Mereka menyebutnya "Zakir si manusia
saluran pipa".

James yang punya penghasilan dua kali lipat dibandingkan Zakir, hampir setiap
saat membangga-banggakan barang baru yang berhasil dibelinya. Dia juga
selalu mengatakan Zakir bodoh, karena telah meninggalkan pekerjaan yang
jelas-jelas menghasilkan banyak uang itu.

 James juga telah berhasil membeli seekor sapi, dia juga sering terlihat untuk
makan diwarung-warung sehingga orang desa pun memanggilnya Mr.James !
Mereka selalu menyambutnya kemanapun ia pergi, James pun tak segan-segan
mentraktir para penyambutnya ini dengan minum-minum di Bar.


TINDAKAN-TINDAKAN KECIL Dengan HASIL BESAR
Kini, pemandangan kontras mulai nampak diantara kedua sahabat itu.
Sementara James asyik berbaring santai. Pada akhir minggu, Zakir terus
menggali saluran pipanya sampai berkeringat dan terlihat lelah. Namun Zakir
tetap terus melakukan idenya itu untuk membuat saluaran pipa air.


Pada bulan-bulan awal, Zakir memang belum menunjukkan hasil apapun dari
usahanya. Tampak betul bahwa pekerjaannya sangatlah berat, bahkan jauh lebih
berat dari pekerjaan yang dilakukan James. Selain harus tetap bekerja diakhir
minggu, Zakir juga bekerja dimalam hari. Tapi Zakir selalu mengingatkan pada
dirinya sendiri bahwa cita-cita masa depan itu sesungguhnya dibangun
berdasarkan pada perjuangannya yang dilakukan hari ini.
Dia selalu bersenandung setiap mengayunkan cangkulnya ketanah yang
mengandung batu karang. Dari satu
centimeter menjadi dua centimeter, sepuluh
centimeter, satu meter, dua puluh meter,
seratur meter dan seterusnya...


Hari berganti Bulan dan berganti tahun
Kerja keras Zakir sudah mulai terlihat....


Ibarat pepatah, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Kata-kata
itulah yang ditanamkan dalam dirinya setelah dia kembali ke gubuknya yang
sederhana sepulang dari kerja. Tubuhnya amat lelah setelah seharian menggali
saluran pipa, dia sudah memperkirakan keberhasilan yang bakal dicapainya.


Zakir sangat yakin bahwa kerja kerasnya ini akan menghasilkan kekayaan yang
jauh lebih besar daripada tenaga dan waktu yang sudah dia keluarkan saat ini.
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun.. dan saat-
saat penyelesaian saluran pipa air pun semakin dekat dan nyata. Disisi lain
setiap Zakir beristirahat sejenak dari pekerjaannya, dia melihat sahabatnya
James yang terus saja mengangkat ember-ember. Bahu James juga sudah
terlihat semakin lama semakin bungkuk, tampak jelas sekali kesakitan dan
kelelahan dalam tubuhnya, walaupun James berusaha untuk menutupinya.
Langkahnya juga semakin lama semakin lambat karena harus bekerja keras
mengangkat air dengan ember setiap hari.

James merasa sedih dan kecewa
karena merasa "ditakdirkan" untuk terus-menerus mengangkut ember setiap hari
sepanjang hidupnya.


Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu Zakir tiba, saluran
pipa yang dibangun bertahun-tahun sudah selesai dan siap
mengalirkan air dari sungai ke desanya. Sekarang desa itu
sudah mendapatkan pasokan air bersih dengan lancar.
Bahkan penduduk desa yang sebelumnya tinggal agak
jauh dari tempat itu kemudian pindah mencari tempat


yang lebih dekat dengan sumber air itu. Air itu
mengalir baik dia sedang bekerja maupun
tidak, bahkan saat dia makan, tidur, ataupun
bermain-main. Airpun tetap mengalir diakhir
minggu ketika dia sedang menikmati banyak
permainan, semakin banyak air yang mengalir
ke desa maka semakin banyak pula uang yang akan mengalir dikantong Zakir.


Zakir yang tadinya terkenal denga julukan Zakir si Manusia Saluran Pipa, kini
menjadi lebih terkenal dengan sebutan Zakir si Manusia Ajaib.


Saluran pipa yang dibuat Zakir ternyata membuat James kehilangan
pekerjaannya. Orang di desa tidak lagi membeli air dari James, mendengar
keadaan tersebut Zakir sangat prihatin dengan nasib sahabatnya dan berniat
ingin membantu James, namun James sudah sulit merubah pandangan
hidupnya. Bagi James, mencari uang berarti memikul ember. Sejak kecil
sewaktu masih sekolah dia sudah diajarkan cara mencari uang dengan
mengangkut ember, akibatnya cara alternatif memindahkan air dengan
membangun saluran pipa tidak pernah ada dalam pikirannya.


Lantas Pertanyaan Saya:


Siapakah Anda...??? Si Zakir Atau James...???


Seorang pembawa ember ? ataukah seorang pembangun saluran pipa ? Apakah
anda hanya mendapatkan uang, upah, gaji atau apapun namanya hanya dengan
datang ketempat kerja dan bekerja seperti yang dilakukan James si Pengangkut
ember ? ataukan merencanakan rencana yang lebih besar yang bisa menjamin
masa depan anda jauh lebih baik lagi seperti yang dilakukan oleh Zakir si
manusia Pipa ?


PelajaranYang bisa Dipetik Dari Kisah ini :

 1. James Masuk dalam perangkap jebakan barter waktu/tenaga dengan
uang/upah ( Tidak ada ember yang diangkut berarti tidak ada uang yang
didapat, inilah pola pikir mayoritas orang yang harus diubah )


2. Apa yang terjadi jikalau suatu hal ( Sakit, DiPHK, Pensiun, dll) kita tidak
punya lagi waktu ataupun tenaga untuk mengangkut ember. Dan itu
berarti tidak ada uang yang kita dapat.


3. Saluran pipa = Saluran uang = Saluran kehidupan (bisa mengalirkan uang
setiap waktu, tanpa susah payah, tanpa berkeringat dan bahkan pada saat
anda tertidur) mungkinkah??? Mindset atau pola pikir inilah yang
membedakan nasib antara Zakir Dan james. Lalu Siapakah yang Akan
anda tiru? Si Zakir Atau James?


4. Bacalah Kisah pendek ini berkali-kali hingga maresap didalam hati anda.
Setiap orang menawarkan begitu banyak peluang uasaha, Bukalah pikiran
anda, dan uji coba dengan cerita diatas, Apakah masuk kategori saluran
pipa ataukah mengangkut ember?

Bisa kita simpulkan bahwa,
Jika Ingin Sukses Jadilah
Si Zakir bukan James!!!

Saturday, 21 July 2012

Kisah si Belalang


Pada suatu zaman Hidup Seekor belalang yang sudah lama terkurung dalam satu kotak.
Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya, dengan gembira dia melompat-lompat menikmati kebebasannya.
Di perjalanan dia bertemu dengan belalang lain, namun dia heran mengapa belalang itu bisa lompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya ?.
Dengan penasaran dia bertanya,
“Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh dariku,padahal kita tidak jauh berbeda dari usia maupun ukuran tubuh?” Belalang itu menjawabnya dengan cepat,
“Dimanakah kau tinggal selama ini? Semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan.”
Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang telah membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.

Kesimpulan Kisah si Belalang
Sering kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang tersebut. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan beruntun, perkataan teman,tradisi, dan semua itu membuat kita terpenjara dalam kotak semu yang mementahkan potensi kita.
Sering kita mempercayai mentah-mentah apa yang mereka voniskan kepada kita tanpa berpikir dalam bahwa apakah hal itu benar adanya atau benarkah kita selemah itu? Lebih parah lagi, kita acap kali lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.
Tahukah Anda bahwa gajah yang sangat kuat bisa diikat hanya dgn tali yang terikat pada pancang kecil? Gajah sudah akan merasa dirinya tidak bisa bebas jika ada “sesuatu” yang mengikat kaki nya, padahal “sesuatu” itu bisa jadi hanya seutas tali kecil…
Sebagai manusia kita mampu untuk berjuang, tidak menyerah begitu saja kepada apa yang kita alami. Karena itu, teruslah berusaha mencapai segala aspirasi positif yang ingin kita capai. Memang berat, capek, dan sulit. tapi ingatlah jika kita sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar. Pada dasarnya, kehidupan kita akan lebih baik kalau kita hidup dengan cara hidup pilihan kita sendiri, bukan dengan cara yang di pilihkan orang lain untuk kita.

Friday, 20 July 2012

Kisah Bebek


Pada kali ini kita akan belajar dari cerita tentang KISAH BEBEK, yang semoga kita dapat mengambil pelajaran dari Kisah Bebek.
Selamat menikmati :D

"Waktu disaat para hewan hidup rukun seperti manusia."

Suatu ketika seekor induk bebek duduk di peternakan. Seekor ayam jago datang menghampirinya dan berkata, “Oh induk bebek yang baik hati maukah menolongku membersihkan bulu-buluku yang kotor ?”
“Baiklah, mari kusikat dan kubersihkan bulu-bulumu wahai paman Ayam ” jawab induk bebek ” Terima kasih, kau baik sekali” Ayam jago sangat senang.
Tak lama setelah induk bebek selesai membersihkan bulu-bulu paman ayam, datanglah seekor Keledai dan berkata kepada induk bebek, “Oh induk bebek cintaku, maukah menolongku membawakan kantong2 ini…berat sekali, aku tak kuat membawanya sendiri”
“Baiklah mari ku bantu membawakannya untukmu” jawab induk bebek “Terima kasih, kau baik sekali” Nona Keledai sangat senang.
Kemudian datanglah lagi seekor kucing kepada induk bebek dan berkata, “Oh induk bebek, aku mengotori lantai rumah majikanku. Maukah kau menolongku membersihkannya?”
“Aku lelah, tapi baiklah…aku akan menolongmu membersihkan lantai rumah majikanmu” jawab induk bebek “Terima kasih, kau baik sekali, aku akan mengingat kebaikanmu”. Pak Kucing senang sekali sambil tersenyum ramah.
“Induk bebek…kemarilah…maukah menolongku?” Nona sapi tampak kebingungan. “Ada apa nona sapi?” induk bebek bertanya, “Kau kelihatan begitu bingung”.
“Lonceng kecil di leherku tidak mau berbunyi…maukah kau melihat dan memperbaikinya?”, “Oh tentu…tenanglah sebentar, aku akan menolongmu” jawab induk bebek.
“Terima kasih, kau baik sekali kawan” sekarang aku dapat berjalan lagi dengan nyaman. Nona sapi senang sambil tersenyum malu – malu.
” benar -benar hari yang sangat melelahkan…aku menghabiskan waktu untuk melakukan pekerjaan ini dan itu, tapi aku senang dapat membantu kawan – kawanku” . Induk bebek beristirahat karena hari sudah sangat malam.
Keesokan harinya, dipagi yang cerah..induk bebek pergi ke ladang gandum. Di pinggir lumbung Ia bertemu dengan Ayam jago.
“Selamat pagi Ayam jago, aku hendak ke ladang gandum…maukah kau membantuku memotong gandum?” induk bebek bertanya. “Oh aku sedang sibuk sekali induk bebek” jawab paman Ayam sambil menyisir bulu –bulunya yang indah.
“Ya…,baiklah kalau begitu biar ku potong sendiri gandum – gandum ini”.
Setelah memotong gandum, induk bebek pergi memetik apel. Di Bawah pohon apel, Nona Keledai sedang duduk bercermin.
“Selamat pagi Nona Keledai, aku hendak memetik apel, maukah kau membantuku mengumpulkannya? induk bebek bertanya. “Oh maaf induk bebek, aku sedang terburu-buru…aku harus pergi sekarang “, jawab Nona keledai sambil membereskan peralatan kosmetiknya yang berceceran.
“Ya…,baiklah kalau begitu biar kupetik dan kukumpulkan sendiri apel -apel itu nanti”. Induk bebek bekerja sendiri.
Sepulangnya dari memetik apel, induk bebek pergi ke gudang mengambil sekantong gula, sekantong tepung, sebotol sirup, sepuluh butir telur dan dua bongkah besar mentega. Di depan pintu gudang ia bertemu dengan Pak Kucing dan induk bebek bertanya, ” Pak Kucing maukah membantuku membawakan barang-barang ini ke dapur bersamaku?”. “Oh aku tidak sempat induk bebek, banyak pekerjaan yang harus kulakukan” jawab Pak Kucing sambil menjilati tangannya.
“Ya…,baiklah kalau begitu biar kubawa sendiri barang-barang ini ke dapur” jawab induk bebek masgul.
Dan sesampainya di dapur, induk bebek harus mengeluarkan sekarung besar batu bara. Tapi untunglah, Nona sapi ada di dekat sana.
“Hai Nona Sapi, kemarilah sebentar. Maukah kau menolongku mengeluarkan sekarung batu bara ini?” pinta induk bebek. “Oh induk bebek, kotor sekali karung itu…lagipula aku ada janji dengan paman Ayam, Nona Keledai dan Pak Kucing” jawab Nona Sapi.
“Ya…,baiklah kalau begitu biar kuangkat sendiri karung batubara ini” jawab induk bebek.
Sesudah itu mulailah induk bebek membuat kue tart apel yang besar dan enak, karena semua bahan yang dia butuhkan sudah lengkap. Kue itu kemudian ditaruh di pinggir jendela dapur.
“Oh..oh apakah kalian juga menciumnya, harum sekali…ini pasti kue apel yang sangat enak” kata Pak Kucing. “Tentu,tentu kami juga dapat menciumnya….ayo kita cari darimana asalnya” jawab Ayam jago, Nona Keledai dan Nona Sapi.
Di depan jendela, induk bebek sudah bersiap-siap menikmati kue tart apelnya ketika kawan – kawannya datang dan berkata, “Induk bebek, maukah kau membagi kue tart apelmu kepada kami, enak sekali kelihatannya” kata mereka.
“Oh…aku membuatnya seorang diri dan kalian tidak mau membantuku, jadi akupun akan memakannya seorang diri” kata induk bebek. Mendengar itu, Ayam jago, Nona Keledai, Pak Kucing dan Nona Sapi tampak kecewa dan malu.
Induk bebek lalu berkata,” Tapi karena kalian adalah kawan-kawanku, aku akan memberikan kue tart apel ini juga kepada kalian”. Akhirnya merekapun makan bersama dengan bahagia
Sifat manusia terkadang seperti nona keledai, nona sapi dll, membutuhkan disaat mereka dalam keadaan susah saja, tetapi di saat teman dalam kesusahan mereka tidak peduli. Apakah Anda masih seperti nona keledai, nona sapi, pak kucing dan ayam??

JIKA ANDA SEPERTI ITU, BERARTI ANDA ADALAH HEWAN.
hargailah kawan anda sekarang juga !

Wednesday, 18 July 2012

ELANG DAN KALKUN

Konon di satu saat yang telah lama berlalu, Elang dan Kalkun adalah burung yang menjadi teman yang baik. Dimanapun mereka berada, kedua teman selalu pergi bersama-sama. Tidak aneh bagi manusia untuk melihat Elang dan Kalkun terbang bersebelahan melintasi udara bebas.
Satu hari ketika mereka terbang, Kalkun berbicara pada Elang, “Mari kita turun dan mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Perut saya sudah keroncongan nih!”. Elang membalas, “Kedengarannya ide yang bagus”.
Jadi kedua burung melayang turun ke bumi, melihat beberapa binatang lain sedang makan dan memutuskan bergabung dengan mereka. Mereka mendarat dekat dengan seekor Sapi. Sapi ini tengah sibuk makan jagung,namun sewaktu memperhatikan bahwa ada Elang dan Kalkun sedang berdiri dekat dengannya, Sapi berkata, “Selamat datang, silakan cicipi jagung manis ini”.
Ajakan ini membuat kedua burung ini terkejut. Mereka tidak biasa jika ada binatang lain berbagi soal makanan mereka dengan mudahnya. Elang bertanya, “Mengapa kamu bersedia membagikan jagung milikmu bagi kami?”. Sapi menjawab, “Oh, kami punya banyak makanan disini. Tuan Petani memberikan bagi kami apapun yang kami inginkan”. Dengan undangan itu, Elang dan Kalkun menjadi terkejut dan menelan ludah. Sebelum selesai, Kalkun menanyakan lebih jauh tentang Tuan Petani.
Sapi menjawab, “Yah, dia menumbuhkan sendiri semua makanan kami. Kami sama sekali tidak perlu bekerja untuk makanan”. Kalkun tambah bingung, “Maksud kamu, Tuan Petani itu memberikan padamu semua yang ingin kamu makan?”. Sapi menjawab, “Tepat sekali!. Tidak hanya itu, dia juga memberikan pada kami tempat untuk tinggal.” Elang dan Kalkun menjadi syok berat!. Mereka belum pernah mendengar hal seperti ini. Mereka selalu harus mencari makanan dan bekerja untuk mencari naungan.
Ketika datang waktunya untuk meninggalkan tempat itu, Kalkun dan Elang mulai berdiskusi lagi tentang situasi ini. Kalkun berkata pada Elang, “Mungkin kita harus tinggal di sini. Kita bisa mendapatkan semua makanan yang kita inginkan tanpa perlu bekerja. Dan gudang yang disana cocok dijadikan sarang seperti yang telah pernah bangun. Disamping itu saya telah lelah bila harus selalu bekerja untuk dapat hidup.”
Elang juga goyah dengan pengalaman ini, “Saya tidak tahu tentang semua ini. Kedengarannya terlalu baik untuk diterima. Saya menemukan semua ini sulit untuk dipercaya bahwa ada pihak yang mendapat sesuatu tanpa mbalan. Disamping itu saya lebih suka terbang tinggi dan bebas mengarungi langit luas. Dan bekerja untuk menyediakan makanan dan tempat bernaung tidaklah terlalu buruk. Pada kenyataannya, saya menemukan hal itu sebagai tantangan menarik”.
Akhirnya, Kalkun memikirkan semuanya dan memutuskan untuk menetap dimana ada makanan gratis dan juga naungan. Namun Elang memutuskan bahwa ia amat mencintai kemerdekaannya dibanding menyerahkannya begitu saja. Ia menikmati tantangan rutin yang membuatnya hidup. Jadi setelah mengucapkan selamat berpisah untuk teman lamanya Si Kalkun, Elang menetapkan penerbangan untuk petualangan baru yang ia tidak ketahui bagaimana ke depannya.
Semuanya berjalan baik bagi Si Kalkun. Dia makan semua yang ia inginkan. Dia tidak pernah bekerja. Dia bertumbuh menjadi burung gemuk dan malas. Namun suatu hari dia mendengar istri Tuan Petani menyebutkan bahwa Hari raya Thanks giving akan datang beberapa hari lagi dan alangkah indahnya jika ada hidangan Kalkun panggang untuk makan malam. Mendengar hal itu, Si Kalkun memutuskan sudah waktunya untuk pergi dari pertanian itu dan bergabung kembali dengan teman baiknya, si Elang.
Namun ketika dia berusaha untuk terbang, dia menemukan bahwa ia telah tumbuh terlalu gemuk dan malas. Bukannya dapat terbang, dia justru hanya bisa mengepak-ngepakkan sayapnya. Akhirnya di Hari Thanks giving keluarga Tuan Petani duduk bersama menghadapi panggang daging Kalkun besar yang sedap.
Ketika anda menyerah pada tantangan hidup dalam pencarian keamanan, anda mungkin sedang menyerahkan kemerdekaan anda…Dan Anda akan menyesalinya setelah segalanya berlalu dan tidak ada KESEMPATAN lagi…
Seperti pepatah kuno “selalu ada keju gratis dalam perangkap tikus”.

Tuesday, 17 July 2012

Kehidupan Sang Elang


Elang merupakan jenis unggas yg mempunyai umur paling panjang di dunia, dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur itu seekor elang harus membuat keputusan yg sangat berat pada umurnya yg ke 40.

Saat umur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruh menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dada. Sayap menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga menyulitkan saat terbang. Saat itu, ia hanya mempunyai 2 pilihan: Menunggu kematian atau Menjalani suatu proses transformasi yg sangat menyakitkan selama 150 hari.

Saat melakukan transformasi itu, ia harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang, berhenti dan tinggal di sana selama proses berlangsung.

Pertama, ia harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yg baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yg baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yg panjang dan menyakitkan.

5 bulan kemudian, bulu2 yg baru sudah tumbuh. Ia mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, ia mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!

Kisah Burung Merpati

Kisah Burung Merpati

1. Merpati adalah burung yang tidak pernah mendua hati.Cooba perhatikan, apakah αϑα burung merpati yang suka ganti² pasangan? Jawabannya adalah "tidak" !! Pasangannya cukup 1 seumur hidupnya.


2. Merpati adalah burung yang tahu kemana dia harus pulkang. Betapapun burung merpati terbang jauh, dia tidak pernah tersesat untuk pulang. Pernahkah αϑα burung merpati yang pulang ke rumah lain?? Jawabannya adalah "tidak" !!

3. Merpati adalah burung yang romantis. Coba perhatikan ketika sang jantan bertalu-talu memberikan pujian, sementara sang betina tertunduk malu. Pernahkah kita melihat mereka saling mencaci? Jawabannya adalah "tidak" !!

4. Burung merpati tahu bagaimana pentingnya bekerja sama. Coba perhatikan ketika mereka bekerja sama membuat sarang. Sang jantan dan betina saling silih berganti membawa ranting untuk sarang anak² mereka. Apabila sang betina mengerami, sang jantan berjaga diluar kandang. Dan apabila sang betina kelelahan, sang jantan gantian mengerami. Pernahkah kita melihat mereka saling melempar pekerjaannya?? Jawabannya adalah "tidak" !!

5. Merpati adalah burung yang tidak mempunyai empedu, ia tidak menyimpan kepahitan sehingga tidak pernah menyimpan dendam.

Sudahkah kita setia pada pasangan kita?

Sudahkah kita menghargai dirinya?

Sudahkah kita memaafkan untuk setiap kesalahannya?

Jika seekor burung merpati bisa melakukannya, mengapa manusia tidak bisa?

Hidup itu indah jika kita saling mengerti..berbagi.. dan menghargai... ({})