Friday, 26 July 2013

BISAKAH TRADING FOR A LIVING

Seorang pembaca blog Cafe Trader, beberapa hari lalu mengirim surat email kepada saya; dia mengisahkan kisah pribadi yang tulus tentang keadaan dia yang sempat menjadikan forex sebagai trading for a living. Alasan mengirim surat kepada saya karena lagi galau.. Ya, sekarang lagi musim galau, pemirsa..!

Dia menulis," Kang Ninjaa... saya seorang trader yang sudah  lebih 4 tahun menekuni forex. Saya pernah  memiliki performa yang bagus dengan trading saya. Bahkan saya yakin saat itu sudah menjadikan forex ini sebagai trading for a living. Cuma, dalam perjalanannya sebagai trader, saya juga memiliki masalah.


Permasalahan yang sedang saya hadapi sekarang adalah profit konsisten yang sulit saya pertahankan. Begitu saya kehabisan modal, saya sudah tidak bisa trading lagi. Sebelumnya saya bisa profit lumayan konsisten, bahkan saya rajin WD... Sayangnya, hasil WD saya pergunakan untuk menutup kebutuhan hidup saya. Begitu suatu ketika account saya MC, saya sudah tidak memiliki modal lagi.

Apa saran Kang Ninjaa Trader? Bisakah trading for a living?"

.................

Inilah jawaban saya:

Hemm... setelah saya membaca surat itu, saya berfikir, kayaknya banyak deh yang kondisinya sama...

Saran ini anggaplah sebagai pengalaman belajar bagi Anda yang bercita-cita perdagangan forex untuk nafkah hidup (trading for a living):

Ini adalah salah satu saran saya untuk siapa pun yang ingin memulai trading forex untuk penghasilan hidup:

Buka rekening baru  dan lakukan perdagangan selama satu bulan. Setelah setiap perdagangan yang sukses, kirimlah setengah dari keuntungan ke account lainnya sebagai account tabungan hasil profit (account pengamanan).... Setengah lainnya tetap berada di akun trading Anda untuk mengkompensasi kerugian dan meningkatkan modal Anda.

Setelah satu bulan, mulailah membayar semua tagihan Anda dari account pengamanan. Bayar tagihan sesuaikan dengan hasil yang diperoleh dari profit yang ada di account pengamanan. Jangan memaksakan diri untuk mengambil hasil di account utama, terlebih diambil semua dari modalnya yang account utama. Terus melakukan hal ini selama beberapa bulan dan benar-benar jujur dan jangan memaksakan diri. Jika untuk kebutuhan kurang, karena dana di account pengamanan tidak cukup, memangnya jika diambilkan dari dana di account utama juga akan selesai? Jika sama-sama belum selesai, mengapa harus memaksakan diri mengambil dana dari account utama...? Toh, sama-sama tidak selesai juga. Malah kerugiannya: Anda menjadi tidak memiliki modal untuk diputar, dan beban juga tidak kunjung habis. Ini pilihan terpahit dan harus dipilih.

Saya memiliki pengalaman pahit untuk itu... "Saya bayar hutang saya juga tidak lunas... Saya tunda pembayaran hutang saya juga tidak lunas. Jika saya bayar sekarang, saya  tidak akan punya modal lagi untuk bekal hidup, jika saya tunda pembayaran atau setidaknya saya mengangsur, saya masih punya dana untuk saya putar..." Maka saya pilih "mempertahanan hidup"

Saya tidak tahu bahwa yang saya lakukan benar atau salah, tapi saya melakukan demi saya bisa bertahan hidup. Rejeki itu hanya pemberian Tuhan, sekuat apapun kita memburu rejeki... semua sudah dibatasi oleh Yang Empuna Rejeki. Kuasa apa saya atas rejeki, selain berusaha dan berdo'a?

Kemudian, lebih berhematlah, sadari bahwa kita belum layak untuk berfoya-foya... bahkan tidak pantas. Lebih harus disyukuri, malah itu lebih utama... Jika menuruti lidah, bisa berbahaya... dunia pun bisa habis dimakan lidah. Padahal setelah melalui tenggorokan ya sama saja. Setelah keluar pun, tetap menjadi barang yang tidak berharga...


Trading forex itu menyenangkan, meski sulit dijalani... Trader menyukai belajar forex, mengadakan penelitian... dan menghasilkan uang.

Jika pengeluaran untuk hidup diminimalisir, maka account bisa tumbuh lebih baik. Jika berhemat, suatu saat pun seorang trader bisa membangun rumah, membeli mobil dll. Anda masih memiliki modal untuk trading, dan menghadapi beban hidup masalah keuangan akan bisa tercover, pelan-pelan.... Karena bisa menghemat atau berani hidup dibawah rata-rata, tetapi untuk tujuan membangun kekayaan di masa depan. Apa salahnya?

Intinya adalah: jangan biarkan modal berkurang terkuras habis untuk biaya hidup... karena jika itu terjadi, kita akan lebih cepat berhenti menjadi trader dan pensiun... Sementara, beban hidup masih sama atau bahkan lebih besar lagi. Akhirnya galau tingkat propinsi...

Suatu ketika ngomel sendiri, "Hari ini, saya menghadapi masa depan yang sangat tidak pasti, madesu..masa depan suram.... Hari-hari galau, bingung mau melakukan apa, padahal aktifitas sehari-hari sebelumnya adalah trading. Untuk usaha konvensional juga membutuhkan modal, sementara modal sudah tidak ada... kebutuhan terus memburunya...!"

Psikis sudah tidak stabil, akhirnya pun menjalar ke fisik, ikut tidak sehat. Masuk rumah sakit... bingung lagi biaya.. Akhirnya merepotkan orang tua dan saudara. Jika keadaan mereka sama, maka lebih bingung lagi, dst.

Nah, mungkin sekarang Anda  berpikir, " saya harus menjadi biasa-biasa saja sebagai trader. Harapan saya adalah 1 % untuk hasil sehari. Misal Untuk setiap dolar yang berisiko saya membuat rata-rata $ 1 keuntungan.  Tidak buruk sih... Namun keuntungan itu tidak pernah cukup untuk membayar tagihan, dan modal tidak banyak..., itu belum jika trading kena loss, hemm.... Susah juga jika yang kita miliki modalnya sedikit, tetapi kebutuhannya besar. Untuk  trading riil pasti menjadi lebih takut.. padahal kebutuhan tidak bisa ditunda lagi. 

Saya berharap seseorang bisa belajar sesuatu dari ini... Mungkin saran-saran saya diatas bisa sebagai inspirasi atau pencerahan, pun bukan satu-satunya.. siapa tahu juga pendapat saya salah. Karena banyak jalan menuju : trading for a living!

Jika Anda menjadikan trading untuk nafkah hidup, Anda perlu kontrol yang  ketat.Anda perlu untuk memanen uang dalam waktu yang baik. Jika profit yang cukup, cobalah untuk melakukan withdrawal (WD), cukupi  prioritas kebutuhan. Yang tidak boleh dilupakan Anda adalah perlu melindungi modal dasar Anda, selain keuntungan. Jika diibaratkan sebuah permainan game: Anda tidak bisa "memenangkan permainan" jika Anda tidak bisa tinggal dalam permainan.

Maka, baiknya perhatikan jumlah modal jika memang trading Anda ingin sebagai trading for a living.  Mereka ingin berdagang untuk mencari nafkah, tapi modal dasar mereka tidak  mendukung tujuan mereka, maka itu juga akan sulit mencapai tujuan mereka. Baiknya,  Ketika hasil yang baik dicapai, para trader menyimpan semua pendapatan mereka. Buat dana cadangan untuk kesiapan risiko... Ketika kehilangan uang  tak terelakkan terjadi, mereka bisa  mengambil persentase penarikan yang layak dari basis modal.

Misalnya, mengambil contoh sederhana: Jika saya mulai dengan modal dasar sebesar $ 5.000 dan membuat keuntungan 50% dalam setahun, artinya berkembang menjadi $7.500 kemudian saya menjaga keuntungan sebagai modal perdagangan, saya akan menyelesaikan tahun berikutnya dengan  trading dengan $ 2.500 - Hanya permisalan saja... Ini pun gambaran jika profit tidak dipakai untuk segala macam kebutuhan.

Memang sulit jika mengotak-atik "kerumitan" menjadi hal kemudahan. Seperti sulitnya: hanya memiliki modal sedikit ingin hasil yang besar agar kebutuhan tercukupi, sementara ilmu tradingnya juga pas-pasan. Kalau sering MC dan loss menyalahkan orang lain...

Ya, kesimpulannya bahwa Perdagangan untuk nafkah hidup jauh lebih sulit daripada teori orang beranggapan. Beban bukan saja pada kebutuhan Anda, tetapi juga menanggung beban tanggung jawab bagaimana agar account juga tumbuh dengan keuntungan yang konsisten.

Sudah terlalu banyak saya menulis dan mengupas tentang trading for a living.. masihkah Anda menginginkan trading forex Anda sebagai trading for a living?

Kabar baiknya: Anda bisa..!

Anda hanya perlu merencanakan dengan baik yang menjadi tujuan Anda... Simak juga artikel berikut: Trading Seperti Memancing Ikan

Link Broker Rekomended:
Broker FxClearing Cocok Buat Pemula

Tuesday, 9 July 2013

APAKAH SAYA HARUS MENINGGALKAN FOREX

Banyak saudara-saudara kita, kawan-kawan kita sudah pensiun menjadi trader...; ada yang trauma, ada yang masih semangat tetapi sudah tidak memiliki modal, dll. Apalagi jika terjadi MC massal, pasti banyak temennya nih yang vacum dari trading. Istirahat... Forex menjadi sepi hehehehe....

Mau ngomong apa lagi ya, mau kasih saran dan nasihat kepada mereka sudah tidak bisa, soalnya mereka sudah males bicara tentang forex dan tidak mau lagi bicara hal-hal yang berbau forex. Oh kalau begitu memang ini takdirnya...

Saya ingin bicara dengan trader yang masih tersisa saja...

"Hai Brother... apa kabar?"

"Kembang kempis guruuuuu...!" jawabnya semangat...hahahaha

"Memangnya belum sarapan..? Atau kamu ngomong soal forex?"

"Iya guruuu... Kemarin habis MC."

"Sobat, saya bukan tanya kabar akunmu...Saya menanyakan kabarmu?"

"Oh, maaf guruuuu..! Alhamdulillah baik guruuuu..!"

"Nah gitu, alhamdulillah...! Forex sudah tidak ada yang perlu dibahas lagi... Semuanya sudah jelas, jika Anda telah belajar. Sekarang ada yang lebih penting lagi, yakni membahas dirimu... hidupmu..!"

"Hahahahahaa...!"

"Bukankah apa yang ada dipikiran kita yang mendorong kita untuk melakukan segala sesuatu dalam kehidupan? Dan trading pasti adalah bagian dari kehidupan seorang trader walaupun porsinya mungkin bervariasi. So, satu lagi pepatah inggris yang sangat terkenal mengatakan “You are what you think” jika anda berpikir bisa tentu akan bisa, tapi sebaliknya jika anda berpikir tidak bisa maka selamanya anda tidak akan pernah bisa. Konsepnya kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas yang disertai dengan doa tentunya."

"Maksudnya apa guruuu?"

"Maksud
saya adalah menyelesaikan urusan kembang kempis persoalan dalam hidupmu. Apa yang kamu katakan 'baik-baik saja' tentang hidupmu.. Saya yakin tidak begitu adanya, seorang trader jika akunnya saja kembang kempis, biasanya menular pada kehidupannya, ikut kembang kempis dengan persoalan yang ada."

"Koq tahu guruuu?"

"Ya tahu, ketika saya tanya kabarmu... kamu langsung jawab spontan 'kembang kempis'. Artinya, pengaruh forex benar-benar telah mempengaruhi hidupmu. Hahahahahaa"

"Hidup itu berbeda dengan forex, mungkin forex sudah tidak perlu dibahas karena dari dulu ya begitu-begitu saja... tetapi hidupmu harus berlangsung. Kamu harus tetap semangat dalam hidup..! Jalan rejeki itu sejuta jalan. Forex hanyalah salah satunya...

"Apakah saya harus meninggalkan forex?"

"Saya lihat, kamu  sudah lama trading forex, sudah banyak belajar.. tetapi tidak ada perubahan sama sekali. Kamu usaha di forex tidak ada hasilnya..malah rugi yang terus berkelanjutan...ngapain  bertahan di forex? Di forex itu kuncinya sabar, disiplin dan taat rule money management. Kamu sudah memahami itu sejak tiga tahun lalu. Tetapi kamu tidak bisa berubah... Kamu masih dikalahkan sama egomu..! Sementara hidupmu semakin terpuruk... !"

"Saya masih ingin trading forex guruuuu?"

"Kalau masih ingin melanjutkan trading forex, ya kamu harus berhasil. Perbaiki semua dari pola pikir mindset, dan berlatihlah mengembangkan skill. Kalau tradingnya karena dendam, ingin segera mengembalikan yang telah hilang dari forex ya akan membuatmu semakin terpuruk. Kalau masih punya pikiran seperti itu, lebih baik berhenti dulu... jauhi forex.

"Apakah saya harus meninggalkan forex?"

"Tidak! Jika kamu bisa melakukan lebih baik lagi. Kamu hanya perlu mengembangkan disiplin dan seni menunggu (sabar) dan berusaha setiap kesalahan tidak diulangi. Trader yang dibutuhan itu gak banyak ilmunya... Temukan saja, dan aplikasikan secara baik dan benar. Lebih banyak aplikasi daripada teori. Lakukan banyak WD dan lupakan deposit terakhir."

"Terima kasih guruuu...!"

"Kamu mau ngapain?"

"Deposit, guruuu..!"

"Hahahahaha.... ya, semoga ini deposit terakhirmu sobat...!"

"aamiin"

.....................................
Artikel menarik lainnya:

  • Hal yang harus dipersiapkan Sebelum Trading

  • Monday, 24 June 2013

    MENSIKAPI KESALAHAN TRADING



    Seberapa banyak kita berbuat kesalahan dalam hidup?  Hemmm... pasti tak terhitung (namanya juga manusia?).  Entah itu kesalahan terhadap manusia lain maupun kepada Tuhan.  Cuma, sebagian golongan manusia : kalau kesalahan terhadap sesama manusia minta maafnya setahun sekali ... saat hari raya idul fitri saja hahahaha.... Jika kesalahan terhadap Tuhan hanya terjadi pada bulan Ramadhan saja.  Iya nih.. Kita sekarang sudah memasuki pintu gerbang bulan ramadhan, mari kita sambut dengan penuh suka cita; mulai deh...dari kirim-kirim  ucapan  permohonan  maaf  kepada saudara, teman kerja dll, menjalin silaturahim. Yah, untuk pemanasan... (sementara menggunakan SMS terlebih dahulu) hahahaha.

    Meski sesungguhnya, yang benar; setelah kita berbuat kesalahan segera memohon maaf. Ajaran agama manapun tentu seperti ini. Semoga kita bisa mengaplikasikan sikap ini dalam kehidupan kita. Aamiin.

    Anda membaca tulisan saya ini, tentu  karena Anda seorang trader atau orang yang berminat kepada trading. Kenyataannya Anda nongrong di Cafe Trader, hahahaha...! Maka saya akan bicara soal trading saja, agar nyambung. “Sudahkah Anda mengakui kesalahan Anda dalam trading? Apakah menyesal terhadap kesalahan Anda lalu berjanji  tidak mengulangi kembali? Ataukah, sama kayak sebagian   golongan yang meminta maaf setahun sekali kemudian melakukan kesalahan lagi dan menanti moment tahun berikutnya untuk menyesal dan minta maaf kepada diri Anda sendiri? Ataukah menunggu bangkrut baru menyesal, sampai tidak bisa lagi berada di dunia forex?”
    Hemm.....! dalam dan semakin dalam... !

    Manusia tentu berbuat kesalahan, dan sebaik-baik manusia adalah yang segera menyesal dan bertobat untuk tidak mengulangi lagi. Trader juga manusia...! Yang penting, ketika berbuat kesalahan  itu jangan mencari kambing hitam seperti indikator, MM atau sistem...indikator yang menyetting siapa??  Yang melakukan analisa siapa??? MM –nya siapa yang mengaturnya??  Siapa gurunya?  Dll. Salahkan diri Anda sendiri...lakukan introspeksi ulang. Kesalahan umum menyangkut  soal tidak disiplin, serakah dan gangguan psikologis lainnya.  Hal ini harus selalu diingatkan, karena ini persoalan besar bagi trader. Persoalan klasik yang masih belum mampu ditundukkan sampai hari ini. Saya pribadi pun yang sudah bertahun-tahun sebagai trader, masih menganggap melakukan tugas “menaklukan psikologi trading”  adalah persoalan berat, masih saja terkecoh oleh angan-angan. Makanya saya menulis persoalan ini untuk menjadi bagian peringatan kepada diri sendiri dan juga orang lain, karena persoalan yang dihadapi trader itu sama...!

    Meski itu bukan satu-satunya masalah yang dihadapi trader. Seperti  kemampuan menganalisa, kemampuan menghadapi pergerakan market yang volatilenya tinggi dll. Pengalaman dan jam terbang juga mungkin akan berpengaruh pada hasil analisa seorang trader walaupun menggunakan sistem dan strategi yang sama,akan tetapi dalam hal mengambil keputusan akan menghasilkan keputusan yang berbeda-beda. Seperti juga kemampuan dalam mengambil keputusan membatasi kerugian, hal ini juga bagian dari persoalan. Karena OP yang sudah kita ambil adalah keputusan yang bisa bikin kita rugi dan untung, yang masing-masing harus ada pembatasan seberapa yang bisa kita tanggung. 

     Sepertinya mudah, tetapi sulit. Kenyatannya, kita sering menggeser-geser SL? Jika sudah MC, baru menyesal. Tetapi ya.. masih saja penyakit lama selalu kambuh “menyesal palsu”. Pada kejadian lain, kesalahan  selalu  terulang dan terulang. Sebenarnya ketika kita pasang  SL  disamping bisa mengamankan margin yang kita punya, juga bisa mendidik sisi psikologis. Tetapi entahlah, betapa berat kita “mau menanggung kerugian” yang pada akhirnya malah menjadi kerugian total. ‘Lemes dan stress...’  Ini jika saya yang mengalami hahahaha..

    Namun demikian, pasang SL juga bukan jaminan...! Pastinya diimbangi dengan anlalisa yang bagus, kalau gak ada analisa dengan matang cuma ngandalain cut loss dan stop loss, lama-lama balancenya habis juga... loss bahkan MC. Nah, tidak mudah bukan? Yang dikira dengan SL cukup, ternyata belum juga cukup.  Ada  yang berpendapat : “Cara untuk menghindari kerugian pada transaksi forex..adalah dengan menemukan sistem yang sesuai dengan kepribadian kita..sesuai dengan kebiasaan kita..dan sistem itu tentunya dapat mendatangkan profit bagi kita..!”

    Tetapi itu saja juga belum cukup, sistem tanpa dilandasi dengan MM yang bagus dan psikologi trading yang matang pun hasilnya akan sama, loss...! Hemmm......! Kalau begitu kesimpulannya? Ah, Anda saja yang menyimpulkan, biar bareng-bareng mikir..! Whuahahahahaaa.....

    Kalau saya share yang menjadi pengalaman saya mungkin kalimatnya seperti ini: Trading by Moment! Tidak perlu setiap saat  masuk pasar. Ambil posisi pada saat Anda melihat momen yang cocok untuk masuk. Jika tidak ada momen, lebih baik berdiam diri seraya terus memantau pasar.
    Kerugian yang terjadi didalam bisnis ini memang akan sering dijumpai jika kita tidak hati-hati dalam bisnis ini,sebaiknya kita tetap berdisplin terhadap strategi yang sudah terbukti menghasilkan profit dan tetap menjaga akun dari MC, kita juga  harus berusaha untuk tetap stay di forex dengan menjaga akun dari MC. Karena selama kita masih punya akun, kita masih ada harapan untuk tetap meraih profit dari trading forex, tapi jika akun sampai raib, paling tidak kita kan harus depo lagi.  Hehehehee...

    Kalau bicara soal kesalahan, wah... terlalu banyak.. bahkan terkadang emosi yang sering membuat kita menjadi over trades, padahal margin yang kita miliki tidak mampu menahan pergerakan harga...
    kita harus berhati-hati dengan hal itu, dan banyak trader yang MC karena masalah itu, termasuk saya hahahhahahaa...! Mungkin, ya mungkin ...:manajemen uang, disiplin, konsisten dengan target, dan tidak serakah bisa menghindari/meminimalisir kerugian anda dalam transaksi di forex.

    Mungkin ...!

    Demikian kiat-kiat mensikapi kesalahan dalam trading. Kita coba di akun real ECN4X, semoga Anda sukses:

    Sunday, 23 June 2013

    CARA SEDERHANA MENGATASI GANGGUAN PSIKOLOGI TRADING

    SELAMAT MENIKMATI WEEKEND!

    Ya, sudah sepantasnya hasil trading Anda nikmati..! Sudah punya jadwal WD kan? Seminggu berapa kali jadwal WD Anda? atau memiliki kriteria khusus buat WD Anda? Oh.. terserah Bro'...! Jika itu menjadi pilihan yang terbaik.

    Jika trader sudah melewati satu tahun lebih, memang seharusnya bukan lagi mikir tentang 'cara' tetapi  orientasi sudah kepada 'hasil'. Kecuali jika ingin merenovasi 'cara', sah-sah saja. Anggap saja seperti merenovasi rumah. Metode penyegaran..hehehe.

    Tetapi jika menjadi trader sudah lebih dari satu tahun, tapi berkutat pada 'cara' terus... ya, seperti membangun rumah belum jadi-jadi. Kalau belum satu tahun bolehlah dimaklumi, meski sebenarnya tidak boleh begitu. Jika sudah memiliki yang  mantap atau keyakinan yang kuat bahwa 'cara' itu sudah terbaik, ya syukur.. tinggal pemantapan psikologis saja. Karena perkara ini yang sulit. Bahkan oleh trader senior sekalipun.

    Maka sebenarnya ada kalimat yang aku sukai, kita pun sering menyadari, "Jika  set up sudah ada tinggal dijalankan saja, tanpa campur tangan psikologis kita".

    Tetapi mampukah kita? Mampukah menutup chart setelah ada set up SL dan TP? Karena hambatan psikologis yang umum adalah akan menggeser SL dan meng-cut profit sebelum TP. Ini akan dilakukan karena ketidakmampuan psikologis kita karena tidak ada kemampuan menutup chart. Kita masih tidak percaya dengan set up kita sendiri. Itu salah satu contoh saja... Jika dikembangkan pun akan melebar persoalan ini. Terlalu sulit trader untuk menjauh sedikit dari chart. Maunya selalu didekatnya always. Padahal sebenarnnya, itu  trading tidak sehat. Menurutku sih.... menurut Anda, beda ya boleh-boleh saja.. mungkin psikologis Anda telah matang dalam hal ini.

    Ya, karena menurutku selama ini yang menghambat profit, bukan karena buruknya sistem, atau jeleknya penggunaan MM kita, malah justru di psikologis kita sendiri. Ini berdasarkan pengalaman. Ya, terlalu berat memang. Karena ibarat 'ingin menaklukan diri sendiri. Tapi kalau ingin berhasil, kan harus  ada usaha untuk selalu ikhtiar lebih baik lagi agar bisa profit maksimal. Cara sederhana untuk mengatasi gangguan psikologi trading ini ya, sedikit tidak selalu berinteraksi dengan chart. Toh, set up sudah di seting sedemikian rupa.

    Gitu kalee yaaaa....! Met Weekend Bro..!

    Ingin berbagi risiko dengan tidak menaruh telor di dalam satu keranjang? Inilah rekomendasi keranjang buat ANda: Buka account Fxclearing

    Tuesday, 16 April 2013

    YANG TERLUPAKAN..!



    Yang terlupakan..!

    Sabar itu sulit... tapi jika Anda bisa, sabar itu dibayar..!

    Selalu mengingat usaha konvensional, ini penting. Ingat para penjual bakso.. mereka mikirnya ya: gimana yang penting profit,sedikit pun gak masalah...! Kemudian hari demi hari, waktu demi waktu profitnya berkembang dan bisa dinikmati kondisi tetap untung dan tidak rugi. 

    Apapun bisnisnya, diawal anda melangkah usahakan  selalu menghitung titik impas, BEP. Jadi ada bayangan; kalau di forex, jika sampai titik sekian, saya akan pada posisi BEP nih,wah, saya mau mencari 10 point dari BEP saja profitnya.  Oh, jadi segini thow.. equity akun sudah bertambah, berarti saya sudah profit dan cukup profit ini. Ya, maksud saya adalah fokus equity. Selama ini kita fokusnya pada floating negatif. Maka pikirannya, menunggu menjadi positif saja deh... Nah, mulai menggunakan strategi “pasrah”. Coba kalau fokusnya equity, kemarin akun equity sekian, sekarang sudah bertambah menjadi sekian, buat beli kebutuhan keluarga cukup, sekarang sedang transaksi dan diposisi ragu-ragu dan sangat tidak yakin kalau mau profit. Ya, lebih baik amankan equity Anda...  artinya, trader pun  perlu mikir BEP, mikir bagaimana bersyukur atas profit yang kita terima...! Akhirnya bisa WD..!

    Apakah gampang? Tidak..! Kalau gampang ngapain perlu saya tulis. Tulisan ini selalu untuk mengingatkanku... mengingatkan para sahabat trader...dimanapun berada. 

    Yang terlupakan...!
    Bagi saya sih sudah tidak mikir prosentase profit yang besar... sebagai target harian, tetapi lebih baik fokus kita terhadap sinyal; jika tidak ada sinyal yang dianggap bagus, ya tidak perlu transaksi dan hari itu tidak trading. Tidak ada target hari itu. Pokoknya yang penting akumulasi profit pada akhir bulan, ini acuannya... gak peduli mau berapa %, tetapi Anda sudah melakukan yang terbaik, tidak muluk-muluk dan realistis. 

    Bagaimana kalau rugi..? Usahakan sih tidak rugi, karena pada dasarnya kerugian di forex itu, karena mau mencari “lebih dan lebih” Kurang joss kalau tidak profit 100 % atau lebih.  Dalam bayangan saya, jika setiap trader mau bersyukur dengan pencapaian 10-20 %, kemungkinan sih masih aman. Ya, masih mungkin sih... tergantung keahlian masing-masing pribadi trader. 

    Sebenarnya kan persoalan yang menghambat terbesar adalah tanggungan beban hidup trader. INI momok utama seorang trader..!  Pada akhirnya membuat langkah yang keliru... Beban dipundak besar; meliputi hutang-hutang atau beban ekonomi keluarga dan sebagainya.  Sementara modal yang dipunyai adalah pas-pasan, kemudian memberanikan diri terjun di forex, hasil akhir ya tambah terpuruk. Mengapa? Ya, karena pola pikirnya jadi terbalik...: Harusnya berfikir ” kebutuhanku sekian, karena trading realistis yang profitable itu  Cuma mendapatkan 10-20 %, maka modalku harus sekian...!”  Yang terjadi  kan tidak begitu temen-temen kita ini: “Hitung modalnya dulu, dipaksa untuk mencukupi kebutuhan termasuk beban keuangan dll..!” 

    Saya kira itu penting, lebih penting dari sistem trading seorang trader.  Trader itu sudah punya sistem sendiri, gak perlu ditambahi mumet dengan sistem yang kita ciptakan. Kecuali mereka belum tahu apa-apa tentang sistem, its OK..!  Arahkan untuk menyempurnakan sistemnya sendiri saja... kan tidak ada sistem yang jelek. Masalahnya kan buka sistemnya, tetapi orangnya..yang bermasalah..!

    Jika ada pertemuan trader, baiknya untuk saling evaluasi bersama; tentang sistem boleh saja asal audiens memiliki sistem yang sama, tapi bukan untuk berbagi sistem masing-masing; si Naya presentasi sistem ini, nanti gantian si Suta presentasi sistem yang lain... Bukan tidak boleh, tapi  buat apa? Kan lebih baik buat fokus yang lebih penting. Ini menurut saya, kalau menurut Anda itu bagus, ya silahkan... saya tidak ada masalah...! Karena pada akhirnya, jika pilah pilih sistem padahal di dalam sistem itu selalu ada: jika maka jika maka.. yang tidak pernah selesai.  Kalau mau mendalami sistem, itu bagus.. tetapi  pelajari tentang ilmu yang mendukung penyempurnaan sistemnya. Setelah dari sisi sistem beres, mulailah ke MM. Saling ingat mengingatkan kalau masalah ini, soalnya trader sudah paham semua, ya “paham tapi lupa jika sedang menghadapi chart”. Jadi perlu diingatkan dan dibahas. Kemudian masalah berikutnya adalah masalah psikologi, ini kaitannya dengan faktor kejiwaan trader. Dan ada kaitannya dengan penggunaan MM dan penerapannya ke dalam sistem. 

    Oke, sudah dulu ya... nanti malah ngelantur kemana-mana..!

    Sampai-sampai saya melupakan makan nih.. makan dulu aaaaah...!

    Friday, 12 April 2013

    ANTARA ILMU DAN SUKSES

    Salam Sukses biasa saja...
    Hihihihhiiii....

    Kalau bilang luar biasa.. ah, nyatanya trader forex sulit sekali menemukan trader yang luar biasa... kecuali luar biasa besar loss-nya...

    Berangkat dari menundukkan kepala saja dulu lah hehehe... Yang penting punya tekad yang kuat untuk bertahan di bisnis forex ini. Pejamkan mata, "Aku harus sukses di forex! Hutangku harus lunas semua, dan akan saya bantu siapa saja yang membutuhkan!" hehehehee....

    "Itu tekad yang luar biasa, Kang Ninjaa..! Salam sukses luar biasa, Kang..! Whuakakakakakaka...."

    "Ente sudah sukses yang secara biasa?"

    "Belum, Kang..! Ini baru mau belajar sama Kang Ninjaa..! Nanti  sukses secara biasa dulu, baru  meningkat yang luar biasa..! Whuakakakakaa....!"

    "Belajar apa silaturahim? Kalau belajar bayar, kalau silaturahim malah  saya bayar?"

    "Koq bayar?"

    "Jika ente dalam kegelapan ruangan dan kehilangan sesuatu, mosok ente gak mau beli lilin atau gak mau beli lampu, malah memilih mencari diluar ruangan yang terang padahal kehilangannya ada di dalam ruangan. Ente mau segera ketemu tuh barang yang hilang, tapi  gak mau modal beli lilin atau lampu whuakkakakakaaaa..! Maunya enak, ya jadi tukang sulap, ingin apa-apa tersedia. Mau keluar burung dari celana ente juga bisa whuakakakakaa...! Ini burung kakak tua....! khakhakhakahakhaa

    Jika silaturahim kan beda... Anda saya suguh kopi kalau suka kopi... Saya mengajak Anda ke cafe jika ente lapar, nah saya yang bayar..! whuakaakakkaa...!"

    "Kang Ninjaa kan ilmu harus dishodaqohkan..?"

    "Ente ini gimana, saya sudah sodaqohkan ilmu yang saya miliki, blog ini sodaqoh saya..! Cuma mereka saja yang belum memiliki kesadaran untuk tekun belajar ILMU di blog ini..! Jarang nongkrong di Cafe Trader. Padahal sudah banyak pembahasan penting, banyak ilmu sudah ditebarkan, yang bisa meningkatkan kemampuan dan keahlian trader. Saya gak meminta  bayaran jika siapapun membaca blog ini dan mereka bisa belajar.. serta membuat ngakak yang menyehatkan. Maaf, kalau bagi sebagian malah merasa menjadi edan, karena senyum-senyum dan mesam-mesem sendiri...! Dan ingat, kalau setiap ilmu disodakohkan (gratis), itu menyalahi keseimbangan alam. Bayangkan, betapa banyak para guru, dosen menjadi miskin, karena tidak dibayar oleh instansinya. Ente mau, sekolah bayar mahal, ketika menjadi pak dosen terus gak dibayar? Di forex, sama saja, sekolahnya juga mahal, cuma mereka tidak mengerti proses sekolahnya, seolah-olah sang senior ini kaya mendadak dari forex, bulshit lah bos..! Para senior ini, tidak ada "bayi ajaib" yang tiba-tiba "sejak newbie" profit ratusan bahkan ribuan %  setiap bulan, dan bisa konsisten satu tahun saja....! keberuntungan  tidak akan selamanya. Wong pinter kalah karo wong bejo... Tapi nek bejo setiap saat seumur hidupnya, itu bejo bulshit namanya. Ini kejujuran forex yang  saya ungkap... ya, ...sayalah pangeran trading dari kegelapan. whuakakakakaa....

    Nah, sayangnya... para senior ada juga yang menjadi oknum. Mereka tidak mengatakan yang sebenarnya tentang forex. Mereka bicara manis dan manis...si buah manggis. Padahal ini  bulshit lah..., apapun  sistem / temuan strategi sang senior selalu ada kekurangannya. Cuma mereka tidak jujur, kalau jujur mereka tidak dapat duit. Ya karena orientasinya berbeda dengan para senior yang selalu menjunjung keterbukaan dan kejujuran... Dan banyak koq senior-senior yang baik hati dan low profil. Malah anehnya banyak newbie, gak tahu apa-apa, tapi sudah berlagak master.! whuaakkakaaa
    Bergaya Sok mengerti pergerakan  satu menit kedepan... Profilnya klonengan ...! whuakakkaakaka.....

    Woke, itu hak mereka saya hanya mengingatkan kita selalu waspada....!"

    "Hemmm... Ya ya ya.. saya paham Kang Ninjaa... Tapi saya mau pamit, mohon  nasihat.. biar saya sukses Kang..! Kalau saya sukses, kan menjadi kesuksesan Kang Ninjaa juga.. whuakaakkakaka!"

    "Ngerayuuuuuuuu....! Intinya begini: Sulitnya trading itu banyak hal penyebabnya; dimulai dari psikologis kita yang belum mampu mengendalikan diri,  mindset yang keliru sejak awal mengenal forex, belum yang secara tekhnikal; Bahwa jika pasar naik, hal itu mungkin terus semakin tinggi. Jika pasar turun, mungkin terus menurun. Namun, tidak ada yang dapat meramalkan secara pasti kapan tren pasar akan berhenti. Kita dihadapkan selalu pada soal : keragu-raguan..!

    Cobalah: sepenuhnya memahami bagaimana fungsi pasar dan tren pasar, jika searah kita lakukan transaksi perdagangan. Setelah memasuki pasar, trader harus jauh-jauh meninggalkan emosi yang destruktif. Taati rule saja sesuai sistem masing-masing yang digunakan. Lebih enjoy untuk taat rule, dibanding kita membuat modifikasi rule pada saat kita sudah didalam market. Jika ada kesalahan analisa, Anda berhenti dulu, sabar dan menemukan cara yang lebih efektif untuk ending yang profit. Saya sendiri bukan ahli analisa, karena menyadari bukan ahli analisa itulah, maka saya  lebih sering berlatih bagaimana mensiasati agar kesalahan ini bisa ditebus dengan dengan ending yang baik. Saya bukan orang yang saklek menghadapi market. Suka-suka market berjalan dan mau kemana sampai dimana... Saya menyadari saya tidak punya kuasa apapun mengendalikan market. Saya hanya mampu mengikuti detak-detik harga bergerak dari tick per tick. Menonton chart kalau lagi ingin... Pura-pura meramal ... whuaakakakakkkakakakkkaaaa Saya bukan orang hebat di trading , saya hanya  trader yang berusaha menjadi  "wong bejo" yang konsisten dengan bekal keilmuan yang terhimpun dari pengalaman-pengalaman masa lalu. Saya hanya ingin mengamalkan ilmu saja  agar cepat sukses."

    "Suatu saat ajari saya Kang Ninjaa Trader!!"

    "Woke, tapi tolong, belikan lampu  untuk  kamarmu..!"

    "$&^&&%%^$^%$**&(&*^&%$" 

    Demikian paparan antara ilmu dan sukses... semoga kita bisa menerapkannya. aamiin.

    Thursday, 11 April 2013

    MENGONTROL EMOSI DESTRUKTIF DALAM TRADING

    Mengontrol emosi trader, gampangkah? Oh no...!


    Emosi adalah bagian dari sifat manusia, tetapi jangan meremehkan kekuatan atau pengaruhnya. Maka perlu fokus juga pada pembenahan mental psikologis kita sehubungan dengan emosi ini. Meski yang saya pahami, emosi akan matang seiring dengan jam terbang dan pengalaman, tetapi alangkah baiknya jika lebih awal kita memahami tentang emosi destruktif  yang mempengaruhi trading kita.

    Emosi destruktif:
    Emosi macam apa sajakah yang bisa terjadi ketika kita dalam aktifitas trading?  Saya percaya, masing-masing trader sudah merasakannya karena terlibat langsung didalamnya; emosi harus profit besar, emosi memulihkan secara cepat setelah loss, emosi ingin segera transaksi sebanyak-banyaknya, dsb.

    Pelaksana metode trading dengan disiplin adalah satunya cara untuk mengatasi emosi destruktif. Kalau Anda percaya....

    Jadi bagaimana Anda melakukannya?

    1. Anda perlu  memahami dan memiliki keyakinan 1000%  untuk masuk posisi.

    Anda jangan  pernah mengikuti metode yang Anda tidak mengerti dan tidak memiliki keyakinan, yang penting untuk Anda butuhkan adalah memiliki pola pikir bahwa transaksi Anda akan membuahkan profit. Sabar adalah kuncinya, camkan baik-baik bahwa "sabar membuat Anda dibayar".

    Anda harus memahami mengapa Anda masuk posisi dan bagaimana metode Anda akan bekerja termasuk strateginya. Jadi OP itu tidak asal-asalan dan coba-coba. Boleh kalau mau coba-coba gunakan volume terkecil yang memang diniatkan test saja.

    2. Kuatkan hati tidak tergoda untuk selalu masuk posisi setiap saat. Kalau melototi chart, efeknya market sering mengganggu dan menggoda Anda. Sabar dan tetaplah fokus, pada sistem yang dipakai. meski banyak waktu yang anda butuhkan untuk  melihat chart.

    3. Jika, loss.. tidak apa-apa. Loss sedikit itu tidak apa-apa koq. Kalau  untung banyak itu sangat bagus, untung sedikit itu sudah bagus. Loss banyak, lha itu kan Anda sendiri yang membuat loss banyak. Padahal bisa saja loss di minimalisir. Maka bijaklah dalam penggunaan MM Anda. Loss sedikit, ingatlah mereka yang loss banyak, biar anda bisa tetap tersenyum.. Ambil kerugian Anda dengan tetap mesam mesem. Semua bisnis memiliki kerugian dan trading forex adalah tidak berbeda.  Ketika loss, pola pikir kita harusnya menganggap itu adalah biaya melakukan bisnis. Enjoy aja..! Forex masih 1000 tahun lagi.


    Terpenting bagaimana seorang trader mengelola emosinya menjadi suatu kekuatan yang yahud untuk bisa mencapai profit yang menjadi tujuan utama setiap trader.

    salam profit salam sukses! Semoga kita bisa mengontrol emosi destruktif dalam diri kita aamiin.


    Seperti itu kaleee ya, jika sepakat tulis koment Anda..! Tq.