Saturday, 21 September 2013

KISAH ANTENNA TV YANG BERKARAT


Malam itu, acara menonton televisi dirumah kami agak terganggu. Ribuan semut memenuhi layar televisi kami. Belum lagi bunyi kresek-kresek tak jelas mengganggu telinga. Padahal dua hari yang lalu, setidaknya 80% dari gambarnya masih dapat kami nikmati. Program hiburan favorit yang telah ditunggu-tunggu menjadi sama sekali tidak menghibur. Malam yang seharusnya indahpun, perlahan tapi pasti jadi menjengkelkan.

Jelas bukan salah stasiun televisi. Mereka tentu tetap memancarkan sinyalnya sedemikian rupa. Apalagi tawa riuh tetangga memberitahu kami bahwa televisi mereka baik-baik saja. Kesalahan bukan terletak pada stasiun televisi, bukan juga pada pemancarnya, apalagi pada televisi diruang keluarga, kesalahan ada pada antena televisi kami.

Entah apa penyebabnya antena kami lebih cepat berkarat dari yang seharusnya. “Begini nih kalau beli antena China !”, timpal salah satu dari antara kami menyalahkan. Aku sendiripun tidak mengingat dengan pasti, apakah benar antena yang kami beli memang import dari China. Ucapan itu lebih dari sekedar mencari kambing hitam untuk menyalurkan kekesalan. Lagu lama manusia : mau benar atau salah, yang penting buang sampah !

Namun jika dipikir-pikir, betapa hidup kita seringkali sangat mirip dengan Si Antena Berkarat itu. Cukup banyak penderitaan, pergumulan dan masalah yang timbul hanya karena salah memutuskan. Kita mengira TUHAN diam jauh disana tak peduli, padahal diri-diri kitalah yang harusnya berbenah diri. Ribuan kali bertanya dan mengeluh lewat doa. Kita kira Ia, Sang Pemberi Petunjuk diam seribu bahasa, padahal telinga inilah yang tak mampu mendengar akan suara Surga.

Dunia membutakan mata hati kita, hingga tak mampu melihat kebaikan Nya. Lalu hidup terasa kian sulit. Kehidupan yang seharusnya indah, malah berbalik menghajar kita hingga lebih dari sekedar babak belur. Berputar-putar kelelahan. Compang-camping mengenaskan.

Jelas itu bukan takdir kita. Kita adalah kalifah, pemimpin. Rahmat bagi semesta alam. Bahkan lebih dari itu semua : biji mata TUHAN. Lalu mengapa ini semua terjadi ? Pasti ada sesuatu yang salah !!

Padahal, TUHAN yang Maha Kasih itu dapat dipastikan tetap setia. Tidak hanya menunggu, namun dengan segala inisiatif yang proaktif. Pasti tak terhitung jumlahnya, Ia sudah dan selalu berusaha mengarahkan kita menuju kehidupan yang ‘penuh’ dengan segala kebaikan dan rahmat.

Ternyata memang sesuatu harus dilakukan. Sesuatu yang memang merupakan porsi kita. Dan sesuatu itu adalah : membersihkan diri dari segala karat. Sehingga kita tidak salah pilih, tersesat kemudian menderita, bukan karena tidak dikasihi, bukan karena ditinggalkan, namun hanya karena berkarat.

Mungkin itu adalah satu-satunya cara untuk merasakan kehadiran-Nya. Secara penuh mengalami kebaikan hidup. Dan yang paling penting, membuat kasih TUHAN yang mesra, memeluk kita lalu mengalir bebas, menyelesaikan segala perkara. Sehingga kita dapat menikmati surga di bumi dan surga di surga nanti

BELAJAR MEMBIASAKAN DIRI DENGAN BERBUAT NYATA



Suatu hari, seorang pemuka agama dimintai bantuan oleh seorang wanita malang yang tidak punya tempat berteduh.
Karena sangat sibuk, pemuka agama itu berjanji akan mendoakan wanita tersebut.

Beberapa saat kemudian wanita itu menulis puisi seperti ini :

Saya kelaparan ...
dan Anda membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparan saya

Saya tergusur ...
dan Anda ke tempat ibadah untuk berdoa bagi kebebasan saya

Saya ingin bekerja ....
dan Anda sibuk mengharamkan pekerjaan yang Anda anggap tidak pantas, padahal halal dan saya membutuhkannya

Saya sakit ...
dan Anda berlutut bersyukur kepada Tuhan atas kesehatan Anda sendiri

Saya telanjang, tidak punya pakaian ...
dan Anda mempertanyakan dalam hati kesopanan penampilan saya,
bahkan Anda menasehati saya tentang aurat.

Saya kesepian ...
dan Anda meninggalkan saya sendirian untuk berdoa

Anda kelihatan begitu suci, begitu dekat kepada Tuhan
tetapi saya tetap amat lapar, kesepian, dan kedinginan ...

Setelah membaca puisi itu ...
Pemuka agama tadi terharu dan berkata : "kasihan wanita itu" ... lalu sibuk berdoa kembali, dan wanita itu tetap tidak memperoleh tempat berteduh.

RENUNGAN: 

Dear all, dalam memberi bantuan, kita sering lebih banyak menyampaikan teori, nasihat, atau perkataan-perkataan manis. Namun, sedikit sekali tindakan nyata yang kita lakukan. Berusahalah untuk membantu orang, mengasihi orang, bukan hanya dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan nyata.

Saturday, 27 July 2013

IBARAT BAUT DAN MUR


PAgi ini saya cukup disibukkan dengan NGAMBEKNYA kendaraan ini, PAPAN PLAT NOMOR menggantung dikarenakan salah satu MURnya menghilang!!!. Walau agak merepotkan tapi akhirnya saya berhasil mendapatkan MUR pengganti.

BAUT itu saya pasang dibagian depan PAPAN PLAT NOMOR, sedangkan MUR itu saya pasang dibagian belakangnya; dengan menggunakan OBENG, saya memutar BAUT itu SEARAH JARUM JAM. Tiap kali saya memutarnya, MUR seakan-akan bergerak KEDEPAN dan lama kelamaan mulai memperkecil jarak antara UJUNG BAUT dan MUR. Walhasil, BAUT dan MUR berikatan erat mengapit PAPAN PLAT NOMOR dengan kencang; saking kencangnya saya tak mampu lagi memutar BAUT yang seakan-akan sudah DITAKDIRKAN untuk BERPASANGAN dengan MUR.

BAUT dan MUR merupakan PASANGAN; Mempunyai ARAH PUTAR BEDA tapi TUJUAN SAMA. BAUT diciptakan DENGAN alur TERTENTU agar mudah bagi keduanya untuk MEMPERKECIL JARAK DIANTARANYA!!!. BAUT & MUR ini seakan-akan menjiplak ILMU TUHAN yang menciptakan PRIA dan WANITA dengan SEGALA PERBEDAAN; Jangan TAKUT untuk BERPUTAR, TUHAN telah menciptakan ALUR kita, tinggal diikuti saja maka JARAK itu akan TERKIKIS dan "Kun Fayakun" jadilah PASANGAN.

PASANGAN akan tercipta jika MUR atau BAUT itu berputar; Dengan kata lain PRIA atau WANITA akan menjadi PASANGAN jika dan hanya jika KEDUANYA ataupun SALAH SATU diantaranya saling mendekati dan rasa-rasanya tuhan telah MENDESAIN ALUR itu sehingga kita tinggal mengikutinya.

Sekali lagi saya melihat ke arah MUR dan BAUT yang baru saya pasang, begitu KENCANG; KENCANG laksana PASANGAN yang KOMPAK. Tapi mata saya tetap mampu menangkap PERBEDAAN!!!!. Perbedaan itu sengaja diletakkan diantara KEDUANYA; Mungkin anda bisa menebaknya, Perbedaan itu berupa PAPAn PLAT NOMOR yang berukuran 3 mm. Jadi kesimpulannya "apakah perlu perbedaan itu diciptakan?"..hufff kali ini saya sangat sulit menjawabnya, dan kalau pertanyaan itu tetap dilontarkan, maka saya akan balik bertanya "Jika PAPAn PLAT NOMOR itu saya hilangkan, maka PERBEDAAN akan sama dengan NOL, ngapain juga saya harus pusing pusing cari MUR dan BAUT????". Wah TUHAN benar-benar hebat ya, telah MENJADI ARSITEK JENIUS dalam menciptakan MANUSIA yang menjadi TUKANGnya TUHAN untuk membuat PERBEDAAN sekaligus PENGIKIS PERBEDAAN.

Sesekali IKATAN MUR dan BAUT pasti akan kendor, dikarenakan guncangan yang disebabkan oleh KHILAFNYA kendaraan yang tanpa sengaja melewati LUBANG JALAN. Tapi saya tidak KHAWATIR karena kalaupun KENDOR kan tinggal di KENCENGIn AJA. Nah kalau IKATAN HUBUNGAN kita dengan PASANGAN kita agak mengendor, tinggal DIKENCENGIN AJA. Caranya? caranya adalah dengan mengingat TUJUAN AWAL kenapa kita MENJALIN HUBUNGAN. Kalau ini dilakukan, saya yakin MUR DAN BAUT itu akan BERPUTAR MAKSIMUM membuat PAPAN PLAT NOMOR itu SESAK NAFAS dan akhirnya BERTEKUK LUTUT PASRAH menyerah UNTUk BERONTAK.

Saya senang sekali melihat pasangan-pasangan manusia itu, saya merasa senang karena saya melihat MEREKA kaya, kaya akan perbedaan; Dan uniknya PERBEDAAN itu ternyata saling MELENGKAPI membentuk KEHARMONISAN. Sehingga kawan sayapun berceletuk "Berbeda itu indah dan membuat dunia kita penuh warna..ha..ha".

RENUNGAN:
Ibarat BAUT dan MUR, TUHAN menciptakan PRIA dan WANITA dengan SEGALA PERBEDAAN; Jangan pernah TAKUT untuk BERPUTAR, TUHAN telah menciptakan ALUR kita, tinggal diikuti saja, maka JARAK itu akan TERKIKIS. Dan jika Tuhan berkehendak "KUN FAYAKUN" maka jadilah kalian PASANGAN. (tidak terlepas dengan usaha juga tentunya ^_^)

INTERVIEW WITH GOD


“Selamat pagi, ya Tuhanku,” aku berseru kepada Tuhan seraya mengetuk pintu dalam doa.
“Silakan masuk,” sambut Tuhan.
“Jadi kamu ingin mewawancari Aku?” lanjutNya.

“Kalau Tuhan ada waktu,” sahutku.
Sambil tersenyum Tuhan berkata:
“Abadilah waktu bagiKu. Maka Aku ada cukup waktu untuk melakukan apa saja. Pertanyaan-pertanyaan apa yang hendak kauajukan kepadaKu?”

Lalu aku mulai bertanya:
“Apa yang paling mengejutkan Tuhan mengenai bangsa manusia?”

Tuhan menjawab:
“Yang paling mengherankan Aku mengenai bangsa manusia adalah mereka mudah bosan sebagai anak-anak dan mau cepat-cepat menjadi orang dewasa dan kemudian rindu menjadi anak-anak lagi. Mereka merusak kesehatannya dengan mengejar uang dan menghabiskan uang itu untuk pengobatan. Mereka terlalu cemas tentang masa depannya dan melalaikan masa kini sehingga mereka tidak dapat menikmati dengan baik masa sekarang maupun masa depannya. Mereka menjalankan hidup seolah-olah tidak akan mati, tetapi mati seakan-akan tidak pernah hidup.”

Setelah itu tangan Tuhan memegang tanganku, lalu kami berdiam sejenak.
Kemudian aku bertanya kepada Tuhan:
“Pelajaran apa saja yang pantas kami pelajari? Dan selaku Bapa, Tuhan menghendaki apa yang harus dipelajari anak-anakMu?”

Tuhan menjawab:
“Mereka perlu belajar supaya apa yang paling utama dalam hidup, bukanlah apa yang mereka miliki, melainkan siapa yang mereka punya dalam hidupnya. Mereka harus belajar bahwa tidak baik untuk membanding-bandingkan diri dengan orang lain sebab semua orang akan diadili menurut nilai pribadinya, bukan sebagai kelompok perbandingannya. Mereka harus belajar bahwa orang kaya bukanlah orang yang memiliki banyak harta, melainkan orang yang punya secukupnya untuk kebutuhannya.”

“Mereka harus belajar bahwa waktu berapa menit saja perlu untuk menyakiti dan melukai hati orang yang mereka cintai padahal mungkin perlu bertahun-tahun untuk menyembuhkannya.”

“Mereka perlu belajar untuk memaafkan dan mengampuni bahwa sesungguhnya ada banyak orang yang amat mencintai mereka, namun saja tidak tahu bagaimana caranya untuk menyatakan itu dan mengekspresikan perasaannya.”

“Mereka perlu belajar bahwa meskipun uang dianggap bisa membeli segalanya, namun tidak dapat membeli kebahagiaan.”

“Mereka harus belajar bahwa teman yang baik adalah orang yang mengetahui semua termasuk kekurangan-kekurangan mereka, tetapi tetap menyukainya.”

“Akhirnya, mereka harus belajar bahwa tidak cukup mereka menerima pengampunan dari orang lain, melainkan mereka harus mengampuni diri sendiri.”

Setelah itu Tuhan berhenti berbicara, aku pun duduk diam sebentar di situ sambil menikmati saatnya. Lalu aku menyampaikan terima kasih kepada Tuhan atas pertemuan yang indah itu dan juga atas segala berkat yang telah kuperoleh dari Tuhan.

Kemudian Tuhan berkata:
“AnakKu, kamu boleh datang untuk wawancara dengan Aku kapan saja karena Aku tetap siap 24 jam. Tanya apa saja dan Aku akan menjawab. Hanya harus kauingat ini: Orang-orang akan melupakan apa yang kamu katakan atau apa yang kamu perbuat, tetapi mereka tidak akan melupakan apa yang kamu lakukan kepadanya untuk membahagiakan mereka.”

Tuesday, 23 July 2013

KUMPULAN KATA BIJAK KRISTIANI


Kerohanian yang hidup adalah upaya mencari, menemukan, dan hidup akrab dengan Allah.(Andu)

Ada kalanya Tuhan menenangkan badai, adakalanya Dia membiarkan badai mengamuk dan Dia pun menenangkan Anda.
(Anonim)

Allah dapat memberikan limpahan berkat ditengah ancaman badai kemalangan.
(Anonim)

Anda akan kesepian jika membangun tembok, bukan jembatan.
(Anonim)

Anda dapat meraih jauh lebih banyak saat satu jam bersama Tuhan daripada seumur hidup tanpa Dia.
(Anonim)

Anda tidak akan mencapai garis finish bila tidak meninggalkan garis start.
(Anonim)

Belajar untuk mengalah adalah langkah pertama untuk menjadi pemenang.
(Anonim)

Doa adalah alat tak terlihat yang berguna bagi dunia yang terlihat.
(Anonim)

Harapkanlah hal-hal yang besar dari Tuhan. Usahakanlah hal-hal yang besar bagi Tuhan.
(Anonim)

Jangan minta kepada Tuhan apa yang menurut Anda baik, tetapi mintalah kepada-Nya apa yang menurut Dia baik bagi Anda.
(Anonim)

Jika Anda ingin orang lain tahu apa yang diperbuat Yesus baginya, beritahulah mereka apa yang telah diperbuat-Nya bagi Anda.
(Anonim)

Kedamaian bukanlah ketidakhadiran masalah. Kedamaian adalah kehadiran Allah.
(Anonim)

Kesempatan terbaik adalah melakukan hal yang baik untuk orang lain.
(Anonim)

Kesuksesan tidak pernah final, kegagalan tidak pernah fatal, keberanian yang utama.
(Anonim)

Kiranya terang Anda bersinar, baik sebagai lilin disudut ruangan maupun sebagai mercusuar dipuncak bukit.
(Anonim)

Kita terlalu sering mengasihi benda dan memanfaatkan orang, seharusnya kita memanfaatkan benda dan mengasih orang.
(Anonim)

Obat untuk kaki yang beku, adalah hati yang membara bagi Tuhan.
(Anonim)

Pencobaan membuat sebagian orang jatuh, tetapi sebagian orang lagi menggunakannya sebagai tangga menuju keberhasilan
(Anonim)

Perilaku baik menghasilkan senyuman, senyuman menghasilkan sahabat, dan sahabat lebih baik dari kekayaan.
(Anonim)

Satu-satunya persiapa n terbaik untuk hari esok adalah menggunakan hari ini sebaik-baiknya.
(Anonim)

Segala kebaikan akan datang kepada orang yang tidak duduk diam saat menunggu.
(Anonim)

Sering kali kita terlalu sibuk menambah masalah-masalah baru sehingga kita lupa menghitung berkat-berkat yang kita peroleh.
(Anonim)

Tuhan memakai kemunduran untuk mendorong kita maju.
(Anonim)

Orang yang menjadi berkat bagi kehidupan orang lain tidak akan menyimpan berkat itu hanya untuk dirinya.
(Barrie)

Panggilan bukanlah masalah kesempatan, melainkan masalah pilihan.
(Bryan)

Tak seorang pun mendapat penghargaan karena telah menerima sesuatu. Penghargaan diberikan ketika seseorang memberikan sesuatu.
(Coolidge)

Sukacita adalah payung yang menjaga kita saat menghadapi hari-hari yang berhujan dalam perjalanan hidup kita.
(Engstrom)

Dalam doa adalah lebih baik mempunyai hati tanpa kata-kata, daripada kata-kata tanpa hati.
(Freeman)

Jangan memperhitungkan harga yang harus kita bayar jikalau kita berdoa, karena Allah telah membayar harga yang sangat mahal supaya kita dapat berdoa.
(Freeman)

Allah memberikan dua tangan kepada kita. Satu untuk menerima, yang lain untuk memberi.
(Graham)

Kita bukanlah waduk untuk menimbunan, kita adalah saluran untuk membagi.
(Graham)

KUMPULAN KATA BIJAK ISLAM TENTANG UCAPAN & PERGAULAN


“Aku jamin rumah di dasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah di tengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaknya” (HR Abu Daud)

“Aku tidak pernah berdialog dengan seseorang dengan tujuan aku lebih senang jika ia berpendapat salah” (Imam Syafii)

“Kata – kata yang lemah dan beradab dapat melembutkan hati dan manusia yang keras” (Hamka)

“Barangsiapa memperbanyak perkataan, maka akan jatuh dirinya. Barangsiapa jatuh dirinya, maka akan banyak dosanya. Barangsiapa banyak dosanya, maka nerakalah tempatnya” (Al Hadits)

“Sedikit berbicara adalah sebuah hikmah yang amat besar. Oleh karena itu, hendaklah kalian banyak diam, karena banyak diam adalah satu ketenangan hidup dan satu faktor yang dapat meringankan dosa” (Al Hadits)

“Bahagia sekali orang – orang yang menahan lidahnya daripada berkata – kata secara berlebih – lebihan dan mendermakan hartanya yang lebih” (Al Hadits)

“Diam adalah suatu kebijaksanaan dan sedikit orang yang melakukannya. Kebanyakan dosa anak Adam adalah karena lidahnya” (Al Hadits)

“Sesungguhnya sebagian perkataan itu ada yang lebih keras dari batu, lebih pahit daripada jadam, lebih panas daripada bara, dan lebih tajam daripada tusukan. Sesungguhnya hati adalah ladang, maka tanamlah ia dengan perkataan yang baik, karena jika tidak tumbuh semuanya niscaya akan tumbuh sebagian” (Al Haditz)

“Barangsiapa banyak diam maka dia akan selamat” (Al Hadits)

“Keselamatan manusia itu terletak dalam menjaga lidahnya” (Al Hadits)

“Tiap – tiap tempat ada kata – katanya yang tepat, dan pada setiap kata ada tempatnya yang tepat. Setiap pekerjaan itu ada upahnya, dan setiap perkataan itu ada jawabannya” (Al Hadits)

“Jaga lidahmu untuk berujar dari petaka, sebab petaka bergantung pada ucapan” (Mutiara Islami)

“Perkataan itu dapat menembus apa yang tidak bisa ditembus oleh jarum”

“Tergelincirnya kaki itu lebih selamat daripada tergelincirnya lidah”

“Sebaik – baik perkataan itu ialah yang sedikit tapi memberikan kejelasan”

“Perhatikanlah apa – apa yang dikatakan dan janganlah memperhatikan siapa yang mengatakan” (Mutiara Islami)

“Sebelum memanah, isi dulu tempat anak panahnya (Sebelum berbicara isi dulu pengetahuan kita)”

“Jangan berbicara tanpa ilmu (dalil)”

“Berhati – matilah kalau lidahmu akan memukul lehermu sendiri”

Kata Mutiara Islam Tentang Pergaulan

“Tidaklah seseorang menyembunyikan sesuatu, melainkan Allah akan menampakkannya melalui raut mukanya dan ketergelinciran mulutnya” (Utsman bin’Alfan)

“Iringlah kesalahanmu dengan kebaikan niscaya ia dapat menghapuskannya dan pergauilah semua manusia dengan budi pekerti yang baik” (Al Haditz)

“Hendaknya kau senang pada majelis yang tidak memuliakanmu, memberi salam kepada orang yang kau jumpai dan meninggalkan perdebatan sekalipun engkau di atas kebenaran” (Al Hadits)

“Tak seorang muslim terhadap sesama muslim ada enam, yaitu bila engkau berjumpa dengannya ucapkanlah salam; bila ia memanggilmu penuhilah; bila ia meminta nasihat kepadamu nasihatilah; bila dia bersin dan mengucapkan alhamdulillah bacalah yarhamukallah (artinya = semoga Allah memberikan rahmat kepadamu); bila dia sakit jenguklah; dan bila dia meninggal dunia hartarkanlah (jenazahnya)” (Al Hadits)

“Kamu tidak bisa memperoleh simpati semua orang dengan hartamu tetapi dengan wajah yang menarik dan dengan akhlak yang baik” (Al Hadits)

“Pergaulilah orang yang jujur dan menepati janji”

“Hindarilah bergurau, karena bergurau melenyapkan cahaya imanmu”

“Gerak – gerik seseorang itu menunjukkan rahasianya”

“Jangan berteman dengan orang yang hanya mau menemanimu ketika kamu sehat atau kaya, karena tipe teman seperti itu sungguh berbahaya sekali” (Imam Ghozali)

“Apabila kamu melihat seseorang sedang memanjatkan doa kepada Allah, tapi di sisi lain perbuatannya tidak sesuai dengan hukum syara, maka jauhilah orang itu” (Abdul Qasim an-Nawwawi)

“Berhati – hatilah dari berteman dengan: Ulama yang bersikap tidak peduli, pecinta ajaran sufi yang bodoh serta pemimpin – pemimpin yang lalai” (Sahl bin Abdullah)

“Teman yang tidak membantu dalam kesulitan seperti halnya musuh. Tanpa saling membantu maka hubungan teman tak akan lama. Telah kucari teman sejati dalam setiap masa, akan tetapi usahaku itu sia-sia belaka” (Imam Syafii)

“Berteman dengan orang yang bodoh yang tidak mengikuti ajaka hawa nafsunya sungguh lebih baik bagi kamu ketimbang berteman dengan orang alim tapi suka terhadap nafsunya” (Ibnu Athaillah as-Sakandari)

:Hati – hatilah terhadap senda gurau, karena tidak sedikit bahaya yang terdapat di dalamnya. Berapa banyak senda gurau antara dua sahabat yang berakhir pada perkelahian” (Abu Sulaiman ad-Darani)

“Dunia adalah perniagaan, pasarnya ialah menyendiri, modalnya adalah takwa, dan labanya adalah surya” (Abu Sulaiman ad-Darani)

“Pergaulan mempengaruhi didikan otak. Untuk kebersihan jiwa hendaklah bergaul dengan orang – orang beradab dan berbudi mulia yang dapat kita kutip manfaatnya” (Hamka)

“Teman manusia yang sebenar ialah akal dan musuhnya yang celaka ialah jahil” (Ali bin Abi Talib)

“Selemah – lemah manusia ialah orang yang tak mau mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yang menyia – yiakan sahabat yang telah dicari” (Ali bin Abi Thalib)

“Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku” (Umar bin Khathab)

“Persaudarailah kawan dan minyakilah lawan (Perkuat hubungan dengan teman, dan tetap berbuat baik meskipun kepada lawan)” (Mutiara Islami)

“Saudaramu adalah orang yang berkata benar kepadamu. Teman sejati adalah orang yang mengatakan apa adanya. Tidak menjilat, tidak mengada-ada” (Mutiara Islami)

“Sesungguhnya perumpamaan berkawan dengan orang yang saleh dan berkawan dengan orang jahat adalah seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup dapur tukang besi. Penjual mnyak wangi, dia mungkin akan memberikan kamu atau kamu akan beli darinya. Tetapi peniup dapur tukan besi, mungkin dia akan membakar pakaianmu atau kamu akan mencium bau yang tidak sedap” (Al Hadits)

“Seseorang adalah sejalan dan sealiran dengan kawan akrabnya, maka hendaklah kamu berhati – hati dalam memilih kawan pendamping” (Al Hadits)

“Jangan pernah berjanji untuk selalu bisa mengatasi permasalahan sahabatmu, namun berjanjilah untuk selalu bersamanya ketika permasalahan menimpanya” (Mutiara Islami)

“Seorang menjadi kuat karena banyak kawannya” (Al Hadits)

“Teman sejati bukanlah teman yang dapat menghilangkan semua masalahmu, namun yang pasti ia tidak akan menghilang saat masalah datang kepadamu” (Mutiara Islami)

“Jangan pernah menyakiti sahabatmu karena sahabat adalah cara-Nya menunjukkan bahwa Ia tidak ingin engkau menjalani hidupmu seorang diri” (Mutiara Islami)

“Orang yang mencari teman sempurna lagi tiada cela, maka selamanya dia tidak akan punya teman” (Mutiara Islami)

“Kecintaan teman sejati itu, akan tampak pada waktu kita kesulitan”

“Sebaik – baik teman duduk pada setiap waktu adalah buku”

“Musuh yang pandai, lebih baik daripada kawan yang bodoh”

“Temanmu ialah orang yang membuatmu menangis bukan orang yang membuatmu tertawa” (Mutiara Islami)

“Di waktu susahlah teman sejati teruji”

“Siapa pun orang yang sedikit benarnya / kejujurannya, sedikit pula lah temannya” (Mutiara Islami)

KUMPULAN KATA BIJAK SIDHARTA GAUTAMA (BUDDHA)


‘Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran jahat, maka penderitaan akan mengikutinya, bagaikan roda pedati mengikuti langkah kaki lembu yang menariknya’

‘Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni, maka kebahagiaan akan mengikutinya, bagaikan bayang-bayang yang tak pernah meninggalkan bendanya’

“Ia menghina saya, ia memukul saya, ia mengalahkan saya, ia merampas milik saya.” Selama seseorang masih menyimpan pikiran seperti itu, maka kebencian tak akan pernah berakhir’

“Ia menghina saya, ia memukul saya, ia mengalahkan saya, ia merampas milik saya.” Jika seseorang sudah tidak lagi menyimpan pikiran-pikiran seperti itu, maka kebencian akan berakhir”

“Sebagian besar orang tidak mengetahui bahwa, dalam pertengkaran mereka akan binasa; tetapi mereka, yang dapat menyadari kebenaran ini; akan segera mengakhiri semua pertengkaran”

“Mereka yang menganggap, ketidak-benaran sebagai kebenaran. dan kebenaran sebagai ketidak-benaran. maka mereka yang mempunyai, pikiran keliru seperti itu, tak akan pernah dapat, menyelami kebenaran”

“Di dunia ini ia bergembira. Di dunia sana ia bergembira. Pelaku kebajikan, bergembira di kedua dunia itu. Ia bergembira dan bersuka cita karena, melihat perbuatannya sendiri yang bersih”

“Di dunia ini ia menderita. Di dunia sana ia menderita. Pelaku kejahatan menderita di kedua dunia itu. Ia meratap ketika berpikir, “Aku telah berbuat jahat,”, dan ia akan lebih menderita lagi, ketika berada di alam sengsara”

“Pikiran itu sungguh sukar diawasi. Ia amat halus dan senang mengembara sesuka hati. Karena itu hendaklah orang bijaksana selalu menjaganya. Pikiran yang dijaga dengan baik akan membawa kebahagiaan”

“Bermacam luka (hal – hal yang menyakitkan) dapat dibuat oleh orang – orang yang saling bermusuhan dan membenci, namun sesungguhnya pikiran yang diarahkan secara salah akan jauh lebih berat melukai diri sendiri”

“Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh orang lain. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh diri sendiri”

“Tidaklah seberapa, harumnya bunga tagara dan kayu cendana; tetapi harumnya mereka, yang memiliki sila (kebajikan), menyebar sampai ke surga”

“Apabila dalam pengembaraan seseorang tak menemukan sahabat yang lebih baik atau sebanding dengan dirinya, maka hendaklah ia tetap melanjutkan pengembaraannya seorang diri. Janganlah bergaul dengan orang bodoh (tidak bijaksana)”

“Bila orang bodoh dapat menyadari kebodohannya, maka ia dapat dikatakan bijaksana; tetapi orang bodoh yang menganggap dirinya bijaksana, sesungguhnya dialah yang disebut orang bodoh”

” Selama buah dari suatu perbuatan jahat belum masak, maka orang bodoh (tak bijaksana) akan menganggapnya manis seperti madu; tetapi apabila buah perbuatan itu telah masak, maka ia akan merasakan pahitnya penderitaan”

“Suatu perbuatan jahat yang telah dilakukan, tidak segera menghasilkan buah, seperti air susu yang tidak langsung menjadi dadih; demikianlah perbuatan jahat itu membara mengikuti orang bodoh, seperti api yang ditutupi abu”

“Biarlah ia memberi nasehat, petunjuk, dan melarang apa yang tidak baik, orang bijaksana akan dicintai oleh orang yang baik dan dijauhi oleh orang yang jahat”

“Pembuat saluran air mengalirkan air, tukang panah meluruskan anak panah, tukang kayu melengkungkan kayu, orang bijaksana mengendalikan dirinya”

“Bagaikan batu karang yang tak tergoncangkan oleh badai, demikian pula para bijaksana tidak akan terpengaruh oleh celaan maupun pujian”

“Bagaikan tanah, demikian pula orang suci. Tidak pernah marah, teguh pikirannya bagaikan tugu kota (indakhila), bersih tingkah lakunya bagaikan kolam tak berlumpur. Bagi orang suci seperti ini tak ada lagi siklus kehidupan”

“Daripada seribu kata yang tak berarti, adalah lebih baik sepatah kata yang bermanfaat, yang dapat memberi kedamaian kepada pendengarnya”

“Walaupun seseorang dapat menaklukkan ribuan musuh dalam ribuan kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri”

“Menaklukkan diri sendiri sesungguhnya lebih baik daripada menaklukkan makhluk lain; orang yang telah menaklukkan dirinya sendiri selalu dapat mengendalikan diri”

“Biarpun selama seratus tahun seseorang menyalakan api pemujaan di hutan, namun sesungguhnya lebih baik jika ia, walaupun hanya sesaat saja, menghormati orang yang telah memiliki pengendalian diri”

“Dalam dunia ini, pengorbanan dan persembahan apapun yang dilakukan oleh seseorang selama seratus tahun, untuk memperoleh pahala dari perbuatannya itu, semuanya tidak berharga seperempat bagian pun, daripada penghormatan yang diberikan kepada orang yang hidupnya lurus”

“Ia yang selalu menghormati dan menghargai orang yang lebih tua, kelak akan memperoleh empat hal, yaitu: umur panjang, kecantikan, kebahagiaan, dan kekuatan”

“Walaupun seseorang hidup seratus tahun, tetapi malas dan tidak bersemangat, maka sesungguhnya lebih baik kehidupan sehari dari orang berjuang dengan penuh semangat”

” Pembuat kejahatan hanya melihat hal yang baik,selama buah perbuatan jahatnya belum masak, tetapi bilamana hasil perbuatannya itu telah masak, ia akan melihat akibat-akibatnya yang buruk”

“Pembuat kebajikan hanya melihat hal yang buruk,selama buah perbuatan bajiknya belum masak, tetapi bilamana hasil perbuatannya itu telah masak, ia akan melihat akibat-akibatnya yang baik”

“Apabila seseorang tidak mempunyai luka di tangan, maka ia dapat menggenggam racun. Racun tidak akan mencelakakan orang yang tidak luka. Tiada penderitaan bagi orang yang tidak berbuat jahat”

“Tidak di langit, di tengah lautan, di celah-celah gunung atau di manapun juga, dapat ditemukan suatu tempat bagi seseorang untuk dapat menyembunyikan diri dari akibat perbuatan jahatnya”

“Barang siapa mencari kebahagiaan untuk dirinya sendiri dengan jalan menganiaya makhluk lain yang juga mendambakan kebahagiaan, maka setelah mati ia tak akan memperoleh kebahagiaan”

“Kota (tubuh) ini terbuat dari tulang belulang yang dibungkus oleh daging dan darah. Di sinilah terdapat kelapukan dan kematian, kesombongan dan iri hati”

“Orang yang tidak mau belajar akan menjadi tua seperti sapi; dagingnya bertambah tetapi kebijaksanaannya tidak berkembang”

“Sungguh mudah untuk melakukan hal-hal yang buruk dan tak bermanfaat, tetapi sungguh sulit untuk melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi diri sendiri”

“Barangsiapa dapat memandang dunia ini seperti melihat busa atau seperti ia melihat fatamorgana, maka Raja Kematian tidak dapat menemukan dirinya”

“Orang yang melanggar salah satu Dhamma (sila keempat, yakni selalu berkata bohong), yang tidak memperdulikan dunia mendatang, maka tak ada kejahatan yang tidak dilakukannya”

“Dari keinginan timbul kesedihan, dari keinginan timbul ketakutan; bagi orang yang telah bebas dari keinginan, tiada lagi kesedihan maupun ketakutan”

“Kalahkan kemarahan dengan cinta kasih dan kalahkan kejahatan dengan kebajikan. Kalahkan kekikiran dengan kemurahan hati, dan kalahkan kebohongan dengan kejujuran”

“Tidak pada zaman dahulu, waktu yang akan datang ataupun waktu sekarang, dapat ditemukan seseorang yang selalu dicela maupun yang selalu dipuji”

“Bagaikan karat yang timbul dari besi, bila telah timbul akan menghancurkan besi itu sendiri, begitu pula perbuatan-perbuatan sendiri yang buruk akan menjerumuskan pelakunya ke alam kehidupan yang menyedihkan”

“Seseorang tidak dapat dikatakan bijaksana hanya karena ia banyak bicara. tetapi orang yang damai, tanpa rasa benci dan rasa takut dapat disebut orang bijaksana”

“Apabila dengan melepaskan kebahagiaan yang lebih kecil orang dapat memperoleh kebahagiaan yang lebih besar, maka hendaknya orang bijaksana melepaskan kebahagiaan yang kecil itu, guna memperoleh kebahagiaan yang lebih besar”

“Barangsiapa menginginkan kebahagiaan bagi dirinya sendiri dengan menimbulkan penderitaan orang lain, maka ia tidak akan terbebas dari kebencian; ia akan terjerat dalam kebencian”

“Meskipun dari jauh, orang baik akan terlihat bersinar bagaikan puncak pegunungan Himalaya. Tetapi, meskipun dekat, orang jahat tidak akan terlihat, bagaikan anak panah yang dilepaskan pada malam hari”

“Orang yang lengah dan berzina akan menerima empat ganjaran, yaitu : pertama, ia akan menerima akibat buruk; kedua, ia tidak dapat tidur dengan tenang; ketiga, namanya tercela; dan keempat, ia akan masuk ke alam neraka”

“Sebaiknya seseorang tidak melakukan perbuatan jahat, karena di kemudian hari perbuatan itu akan menyiksa dirinya sendiri. Lebih baik seseorang melakukan perbuatan baik, karena setelah melakukannya ia tidak akan menyesal”

“Mereka yang merasa malu terhadap apa yang sebenarnya tidak memalukan, dan sebaliknya tidak merasa malu terhadap apa yang sebenarnya memalukan; maka orang yang menganut pandangan salah seperti itu akan masuk ke alam sengsara”

“Bergembiralah dalam kewaspadaan dan jagalah pikiranmu dengan baik; bebaskanlah dari cara-cara yang salah, seperti seekor gajah melepaskan dirinya yang terbenam dalam lumpur”

“Dalam diri makhluk-makhluk timbul rasa senang mengejar objek-objek indria, dan mereka menjadi terikat pada keinginan-keinginan indria. Karena cenderung pada hal-hal yang menyenangkan dan terus mengejar kenikmatan-kenikmatan indria, maka mereka menjadi korban kelahiran dan kelapukan”

“Orang bijaksana menyatakan bahwa belenggu yang terbuat dari besi, kayu, ataupun rami tidaklah begitu kuat. Tetapi ikatan terhadap anak-anak, istri, dan harta benda, sesungguhnya merupakan belenggu yang jauh lebih kuat”

“Orang yang pikirannya kacau, penuh dengan nafsu, dan hanya melihat pada hal-hal yang menyenangkan saja, maka nafsu keinginannya akan terus bertambah. Sesungguhnya orang seperti itu hanya akan memperkuat ikatan belenggunya sendiri”

KUMPULAN KATA BIJAK DALAI LAMA XIV


“Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang telah tercipta. Kebahagiaan datang dari tindakan anda”

“Inilah agama sederhanaku. Tak perlu ada kuil, tak perlu ada filosofi rumit. Pikiran dan hati kita adalah kuilnya, dan filosofinya adalah kebijaksanaan”

“Jadilah baik kapanpun itu memungkinkan. Karena hal itu selalu saja memungkinkan”

“Tujuan utama kita dalam hidup ini adalah menolong orang lain. Dan jika anda tak bisa menolong mereka, setidaknya jangan menyakiti mereka”

“Teman-teman lama berlalu, teman-teman baru muncul. Seperti halnya hari yang kita lalui. Hari kemarin berlalu, hari baru datang menyambut. Hal terpenting adalah membuatnya berarti: persahabatan yang berarti – atau hari-hari yang berarti”

“Sangatlah penting untuk mengembangkan perilaku baik dan hati yang baik semampu kita. Melalui hal ini, kebahagiaan jangka pendek dan jangka panjang untuk diri sendiri dan orang lain akan datang”

“Semua tradisi agama pada dasarnya membawa pesan yang sama, yaitu cinta, kasih sayang dan pengampunan. Tetapi yang penting adalah mereka harus menjadi bagian dalam kehidupan sehari – hari”

“Cinta dan kasih sayang adalah kebutuhan, bukan kemewahan. Tanpa mereka manusia tidak dapat bertahan hidup”

“Saya menemukan harapan di hari yang paling kelam, dan fokus di hari yang paling cerah. Aku tak menilai alam semesta”

“Agama kepercayaanku sangatlah sederhana. Agama saya adalah kebaikan”

“Jika anda ingin orang lain bahagia, praktekkan kasih sayang. Jika anda ingin bahagia, praktekkan kasih sayang”

“Tujuan hidup kita adalah menjadi bahagia”

“Terkadang seseorang menciptakan kesan dinamis dengan mengatakan sesuatu, dan terkadang seseorang menciptakan kesan yang signifikan dengan hanya tetap diam”

“Tidur adalah meditasi terbaik”

“Dalam praktek bertoleransi, musuh adalah guru terbaik”

“Adalah perlu untuk saling membantu sesama, tak hanya dalam doa kita, tetapi juga dalam kehidupan sehari – hari. Jika kita sadar tak bisa membantu orang lain. Yang paling bisa kita lakukan adalah berhenti merugikan mereka”

“Kita takkan pernah menperoleh kedamaian di dunia luar sampai kita menciptakan kedamaian di dalam diri kita sendiri”

“”Hari ini, lebih dari sebelumnya, hidup harus ditandai oleh rasa tanggung jawab secara Universal, tidak hanya bangsa kepada bangsa dan manusia kepada manusia, tetapi juga manusia kepada segala bentuk kehidupan lainnya”

“Kita dapat hidup tanpa agama dan meditasi, tetapi kita tidak bisa bertahan hidup tanpa kasih sayang manusia”

“Apakah seseorang percaya pada agama atau tidak, dan apakah seseorang percaya pada reinkarnasi atau tidak, tetapi tak ada seorang pu yang tidak menghargai nilai kebaikan dan kasih sayang”

“Jika anda mempunyai kepercayaan dan agama tertentu, hal tersebut baik! Tetapi anda dapat bertahan tanpa nya”

“Jika anda tidak puas, selalu ingin lebih, lebih dan lebih. Keinginan anda tak akan pernah bisa terpuaskan. Tetapi ketika anda melatih arti kepuasan, anda dapat berkata kepada diri sendiri: “Oh ya! Aku sudah memiliki segala sesuatu yang benar – benar aku butuhkan”

“Keinginan saya untuk menyerahkan wewenang tak ada hubungannya dengan keinginan untuk mengelak dari tanggung jawab”

“Sejumlah orang telah mengatakan kepada saya, setelah mendengar pemikiran anda, pikiran mereka menjadi jauh lebih bahagia”

“Dengan menyadari potensi diri seseorang juga rasa percaya diri akan kemampuan seseorang. Seseorang dapat membangun dunia yang lebih baik”

“Akar dari segala kebaikan dalam kebohongan terdapat dalam penghargaan untuk kebaikan”

“Kurangnya keterbukaan berakibat pada ketidakpercayaan dan rasa tak nyaman yang mendalam”

“Hal terbaik untuk menyelesaikan masalah dalam dunia manusia adalah semua pihak duduk dan berbicara”

“Ketika anda melatih rasa syukur, ada rasa hormat terhadap orang lain”

“Komputer benar – benar membuat saya menjadi kosong”

“Bahkan ketika seseorang memiliki segala kenikmatan dalam hidup, makanan yang baik, tempat tinggal yang baik. Mereka tetap bisa menjadi tidak bahagia ketika menghadapi situasi yang tragis”

“Secara umum, jika manusia tidak pernah menunjukkan kemarahan, maka saya pikir ada sesuatu yang salah. Ada yang salah di dalam kepalanya”

“Dunia milik umat manusia, bukan pemimpin, raja, pangeran ataupun agama. Dunia milik umat manusia”

”Untuk mewujudkan tindakan yang positif, kita harus mengembangkan visi yang positif”

“Lihatlah situasi dari semua sudut, dan anda akan menjadi lebih terbuka”

“Dari 6 miliar manusia, para pengacau hanya segelintir saja”

“Hal terpenting adalah bahwa laki-laki harus mempunyai tujuan dalam hidupnya. Dan seharusnya menjadi sesuatu yang berguna, sesuatu yang baik”

“Ketidaksepakatan adalah sesuatu yang wajar”

“Rumah adalah dimana anda merasa berada di rumah dan diperlakukan dengan baik”

“Apakah anda menyebutnya Buddha atau agama lain, kedisiplinan diri sangatlah penting”

“Iman membantu saya mengatasi emosi negatif dan menemukan keseimbangan”

“Penampilan adalah sesuatu yang mutlak, tetapi kenyataannya tidak seperti itu. Segala sesuatu adalah saling bergantung dan tidak mutlak”

“Saya selalu yakin aturan oleh raja dan pemimpin sudahlah tertinggal. Saat ini kita harus mengejar ketinggalan tersebut dengan dunia modern”

“Orang-orang yang ‘nakal’ selalu ada. Dalam beberapa ribu tahun terakhir, selalu ada. Begitupun pada masa yang akan datang, juga ada”

“Pemerintahan China menginginkan saya mengatakan bahwa selama berabad – abad lamanya Tibet telah menjadi bagian dari China. Bahkan jika saya membuat pernyataan itu, banyak orang hanya akan tertawa. Dan pernyataan saya tidak akan mengubah sejarah. Karena sejarah adalah sejarah”

“Jika beberapa orang meyakini atau pandangan bahwa Dalai Lama memiliki kekuatan yang ajaib, itu benar-benar omong kosong”

“Ke mana pun saya pergi bertemu masyarakat, menyebarkan pesan nilai-nilai kemanusiaan, menyebarkan pesan harmoni, adalah hal yang paling penting”

Saturday, 20 July 2013

KISAH SEORANG ANAK YANG CACAT MENTAL


Sebuah pelajaran dengan prinsip sebab dan akibat

Lotus adalah seorang biarawan yang dikenal dalam sejarah Cina. Kisah berikut adalah tentang bagaimana ia menjelaskan makna yang lebih dalam tentang hidup seorang anak cacat mental.

Dengan wajah yang ditandai dengan kesedihan dan kelelahan, seorang ibu datang dengan anaknya yang cacat mental untuk menemui Lotus.

Meskipun ibunya menerima anaknya yang cacat seperti itu, tapi dia ingin tahu tentang nasib anak itu sehingga ditakdirkan ke anak itu dan untuk mengetahui mengapa mereka harus menanggung begitu banyak penderitaan.

Dia percaya pada prinsip "sebab dan akibat" ( Hal ini mengacu pada prinsip pembalasan karma, yaitu, bahwa kehidupan seseorang akan selaras dengan apa yang Anda lakukan dalam kehidupan masa lalu baik dan buruknya ), namun sulit untuk menerimanya sebelum mereka mempelajari alasan sebenarnya di balik itu. Dengan kasih tanpa pamrih dan pengabdian seorang ibu untuk anaknya, ia mengalami banyak frustrasi dan penderitaan. Semua ibu akan lebih memilih untuk melihat anak mereka bahagia dan bahagia.

Lotus berkata, "Dalam satu kehidupan terdahulu anak Anda sangat pintar. Tapi dia menggunakan kecerdasannya untuk berkonsentrasi pada keuntungan dan berpartisipasi dalam kegiatan ilegal. Dia menjual ganja dan opium, yang menyebabkan banyak orang kecanduan obat-obatan, tetapi juga menyebabkan kebangkrutan banyak keluarga. Akhirnya, dia sendiri meninggal karena penyalahgunaan narkoba.

Karena ia telah menimbulkan begitu banyak karma, dia dilahirkan kembali di banyak kehidupan berikutnya sebagai binatang. Dalam kehidupan ini, ia dinonaktifkan untuk aktif didunia. Dia harus membayar kembali semua itu, apa yang telah dilakukannya karena telah merusak orang lain.

Anda dan suami Anda telah membantunya saat itu, hingga mempunyai hutang. Meskipun bukan keputusan atau anda yang perintahkan, tapi Anda masih terlibat dalam kegiatan ilegal. Oleh karena itu Anda dalam hidup ini terhubung untuk menyelesaikan utangnya. "

Pasangan Ibu dan anak itu saling terhubung dengan cara ini untuk melunasi utang mereka. Dalam peran lain, hubungan mereka untuk mengambil tanggung jawab atas apa yang terjadi karena mereka membiarkan diri mereka untuk masuk ke dalam utang untuk kehidupan lampau mereka.

RENUNGAN:
Teori dari "sebab dan akibat" adalah benar-benar ada. Kisah sedih membuat saya menyadari satu hal lagi : Cepat atau lambat, setiap sebab dari semua tindakan pasti membuahkan hasil dari tindakan tersebut.

Wednesday, 10 July 2013

KAMU ADALAH APA YANG KAMU PEROLEH (YOU'RE WHAT YOU CHOOSE)


Suatu kali, di Taiwan ada seorangg konglomerat dan pengusaha kaya. Hebatnya, kekayaan itu menurut banyak pihak diperoleh benar² dari nol.

Karena itu, apa yg dilakukannya mampu menginspirasi banyak orang.

Karena penasaran, ada seorang pemuda ingin belajar menimba pengalaman dari sang pengusaha.

Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya pemuda berhasil menemui si pengusaha.

“Terimakasih Bapak mau menerima saya. Terus terang saya sangat ingin menimba pengalaman dari Bapak sehingga dapat sukses seperti Bapak,” ujar pemuda itu.

Mendengar permintaan itu, sang pengusaha tersenyum sejenak.

Kemudian, ia pun meminta anak muda tadi menengadahkan tangannya. Si pemuda pun terheran². Namun, lantas si pengusaha menjelaskan maksudnya.

“Biar aku lihat garis tanganmu.

Dan, simaklah baik² apa pendapatku tentangmu sebelum aku memberikan pelajaran seperti yg kamu minta,” jawab pengusaha tersebut.

Setelah menengadahkan kedua tangannya, si pengusaha pun berkata, “Lihatlah telapak tanganmu ini. Di sini ada beberapa garis utama yg menentukan nasib.

Di sana ada garis kehidupan.
Kemudian, di sini ada garis rezeki dan ada pula garis jodoh.

Sekarang, menggenggamlah. Di mana semua garis tadi?”

“Di dalam telapak tangan yg saya genggam.” Jawab si pemuda.

“Nah, apa artinya itu?

Hal itu mengandung arti, bahwa apapun takdir dan keadaanmu kelak, semua itu ada dalam genggamanmu sendiri. Kamu lihat bukan? Bahwa semua garis tadi ada di tanganmu?.

Dan, begitulah rahasia suksesku selama ini. Aku berjuang dan berusaha dgn berbagai cara utk menentukan nasibku sendiri,” terang si pengusaha.

“Tetapi coba lihat pula genggamanmu. Bukankah masih ada garis yang tidak ikut tergenggam?

Sisa garis itulah yang berada di luar kendalimu. Karena di sanalah letak kekuatan spiritual dari Sang Maha Pencipta, dimana kita tidak dapat memperoleh semua itu tanpa Tuhan.”

Tuesday, 2 July 2013

KISAH ARGUMEN 3 PROFESOR TENTANG ADANYA MALAIKAT DAN SETAN.


Benarkah di dunia ini terdapat malaikat dan setan? demikianlah sebuah pertanyaan yang telah menjadi materi pembahasan bagi para ahli. di atas mimbar, untuk yang pertama kali, berbicara seorang profesor di bidang astronomi. dia tidak mempercayai adanya malaikat, suaranya terdengar lantang, "Saya telah menggunakan teleskop untuk menyelidiki kehidupan di jagat raya ini selama 20 tahun lebih, namun tak pernah sekalipun saya menyaksikan adanya malaikat. kesimpulan saya, malaikat itu tidak ada sama sekali." tampak para hadirin begitu terpukau hingga mereka bertepuk tangan.

Profesor kedua, seorang ahli kedokteran di bidang pembedahan, memberikan penjelasan tentang tidak adanya roh pada diri manusia. dengan penuh kepercayaan diri, dia berkata: "Saya telah membedah ratusan manusia dan meneliti setiap organ tubuh manusia, namun saya tidak menemukan roh, baik di jantung, otak ataupun pembuluh darah. kesimpulan saya, roh itu tidak ada sama sekali." kembali para hadirin memberikan tepuk tangan yang meriah.

lalu profesor ketiga, seorang ahli hukum moralitas mengafirmasikan bahwa kematian itu tak ubahnya seperti padamnya sebuah api. sekali padam, maka segalanya berakhir. Omong kosong keberadaan Surga dan Neraka. lebih-lebih tidak ada apa yang dinamakan hidup abadi itu. dalam karangan ilmiah yang ditulis sejak dulu hingga sekarang tidak mencantumkan pernyataan tersebut. profesor ini juga mendapat sambutan membahana dari para hadirin.

Ketiga profesor tersebut telah memberikan argumen dan pernyataan ilmiah mereka yang dapat diterima secara logika tanpa ada kekurangan. setelah menunggu sejenak tanpa ada yang memberikan sanggahan, tiba-tiba seorang nenek tua naik ke atas mimbar lalu bertanya kepada profesor pertama, " anda telah menggunakan teleskop lebih 20 tahun, pernahkah terlihat oleh anda keberadaan angin? bagaimana wujudnya?"

"Bagaimana mungkin angin dapat terlihat melalui teleskop?" tangkis profesor tadi.

"Dapat atau tidaknya angin ditangkap oleh teleskop, keberadaannya tidak dapat kita bantah. demikian pula halnya dengan malaikat yang tidak tampak oleh mata." Si profesorpun terdiam, lalu si nenek tua mengalihkan perhatiannya kepada profesor kedua,"apakah anda mencintai isteri anda?"

"Tentu saya mencintainya." " kalau demikian, pinjamkan saya pisau untuk membedah dadamu sekedar untuk menemukan di mana letak 'cinta' itu. di hati, lambung atau di usus anda?"

Seusai nenek itu menyanggah pernyataan ketiga profesor. para hadirin tampak bergembira hingga keraguan mereka terhadap malaikat dan setan pupus seketika.

RENUNGAN:
Seperti ada didalam salah satu kitab suci: "melihat namun tak terlihat, mendengar namun tak terdengar, meraba namun tak teraba, itulah namanya kegaiban."

Sesungguhnya keberadaan TUHAN tidak dapat terlihat oleh mata, demikian pula dengan malaikat dan setan, sampai roh sendiri juga. segala peralatan zaman modern yang diciptakan, tidak dapat membuktikannya secara nyata. penglihatan dan pendengaran manusia ada batasnya, lebih-lebih tidak dapat menyelami prihal 'sesudah kematian'. seperti dalam salah satu kitab suci bersabda:" katak di sumur tidak mengenal luasnya air di samudera, suara serangga di musim panas tidaklah sebanding dengan suara di musim dingin. demikian pula seorang penyanyi manalah dapat disamakan dengan seorang pembabar kebenaran. semuanya memiliki keahlian masing-masing."