Tuesday, 5 September 2017

Strategi Teknik Rahasia Forex Yang Paling Bagus dan Menguntungkan

Hallo kawan kawan, Ada yang bingung browsing Teknik atau Strategi Trading Forex yang paling bagus dan menguntungkan ?
jika kamu termasuk salah satunya , bersyukur sekali kamu ketemu dengan halaman ini, karena halaman ini akan memberikan Rahasia Trading Forex yang belum pernah di publikasikan..Rahasia Forex yang paling Simple Simpel mudah dan menguntungkan. sebelum mulai mempelajari silahkan buat akun di JustinForex.com untuk download Ebooknya secara lengkap. Gratis.



































Untuk Diskusi dan Update Tentang Strategi ini bisa ikuti Komunitas OnLine kami di :

Facebook
Group : https://www.facebook.com/groups/justinforex
Fanspage : https://www.facebook.com/justinforex

Telegram
Group :https://t.me/joinchat/EgnZvUMAHFhUWN7QIOthOA atau https://goo.gl/Aoe1w3
Channel : https://t.me/justinforex

Contact Person 

085755544044 ( WA /LINE /Telegram /SMS /Call /Etc )
mail.justinforex@gmail.com
http://justinforex.com

Keyword :
" belajar forex, rebate 100%, investasi, exchanger, academy, edukasi, dollar, teknikal, fundamental, chart, candlestick, broker, deposit, withdraw, verifikasi "

Deskripsi :
" Justinforex ialah satu satunya komunitas traders yang memberikan Edukasi dan Modal Trading kepada setiap Anggotanya "
 

Wednesday, 4 June 2014

Tips Memilih Investasi

Tips Memilih Investasi - Tokotua ForexSetelah membaca dan mengetahui alternatif investasi, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana caranya memilih investasi yang begitu banyak pada saat ini. Jika kita sudah memutuskan ingin berinvestasi, dalam memilih investasi paling tidak kita harus mempertimbangkan empat faktor penting, yaitu:

Yang dimkasud dengan modal adalah berapa banyak dana yang kita perlukan untuk bisa melakukan investasi sampai kita memperoleh keuntungan yang melebihi dari investasi yang kita lakukan. Prinsipnya, semakin kecil modal yang diperlukan maka semakin baik bagi investor.

Tingkat pengembalian,
Tingkat pengembalian adalah berapa persen keuntungan yang bisa diperoleh dari modal yang keluarkan dalam waktu tertentu. Semakin tinggi tingkat pengembalian dan semakin cepat jangka waktunya maka semakin baik bagi investor.

Tingkat resiko,
Resiko adalah berapa besar kemungkinan terjadinya kerugian yang dapat mengurangi jumlah modal kita dan bahkan menghabiskan modal kita. Semakin kecil tingkat resikonya, maka semakin baik bagi investor.

Arus dana,
Terakhir adalah arus dana yang berupa seberapa cepat dana dalam bentuk uang kas secara fisik kita tarik dari modal yang telah kita setor. Semakin cepat maka semakin baik bagi investor.

Selain keempat faktor penting diatas, ada juga faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan seperti biaya investasi, informasi, waktu, perdagangan, likuiditas pasar, dan aktivitas.

Salam Sukses

Tips & Cara Investasi Emas

Sebagai bentuk investasi, emas menjadi sangat menggiurkan ketika tren harganya terhadapa mata uang kertas terus naik. Mengacu pada data 10 tahun terakhir dimana kenaikan rata-rata harga emas menjadi 40% pertahun, ke depan peluang berinvestasi emas sangatlah cerah. Terlebih emas memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh investasi lainnya, yakni emas bisa dijual dengan mudah kapan saja dan dimana saja dengan harga yang maksimum sesuai harga emas pada hari itu.

Cara Investasi Emas - Tokotua Forex

Investasi emas (logam mulia) dapat menjadi pengalaman sangat menarik jika anda baru saja memulainya, namun demikian, ada beberapa perangkap yang harus diperhatikan dan dihindari sebelum membeli emas. Ada 5 tips dan cara paling penting yang harus diketahui sebelum menginvestasikan uang anda pada produk logam mulia ini.
  1. Berhati-hati terhadap Investasi Koin Antik
    Koin antik emas adalah merupakan koin langka dari logam mulia yang bernilai tinggi. Jika ingin fokus pada investasi logam mulia, maka sebaiknya menghindari pembelian koin antik ini, yang pada dasarnya memerlukan biaya yang sangat mahal.
  2. Hanya membeli Emas berbentuk Koin atau Batangan
    Maksunya adalah yang dibeli adalah berbentuk koin atau batangan yang diproduksi murni dari emas atau perak serta diproduksi secara massal. Produk seperti ini hanya dibuat untuk tujuan investasi, memungkinkan agar memperoleh nilai investasi yang tinggi ketika membeli emas ataupun perak.
  3. Membandingkan Harga
    Anda dapat membandingkan harga dari beberapa dealer yang berbeda. Hal ini mungkin terdengar jelas, tetapi banyak orang yang terlalu fanatik untuk membeli emas di tempat pertama mereka menemukannya. Ini sama saja dengan menelan mentah-mentah harga yang kemungkinan terlalu mahal. Apalagi jika ternyata dealer lain bisa memberikan harga yang lebih murah untuk barang jenis yang sama. Jangan anggap remeh hal ini, karena ini sering terjadi.
  4. Diversifikasikan Investasi Emas Anda
    Investasi emas tidak berbeda dengan investasi saham dan obligasi lainnya. Anda ingin memastikan bahwa anda membeli bermacam-macam koin emas dari pemerintah atau negara yang berbeda, bahkan mungkin juga dari perusahaan yang berbeda.
  5. Membeli berbagai Denominasi Koin Emas
    Ada 1/10 ons, ½ ons, dan 1 ons koin yang tersedia. Anda tidak ingin membeli semua satu ons koin emas karena jika harga emas merangkak tinggi, anda mungkin tidak ingin menjual seluruh ons emas secara sekaligus.
Mengetahui apa yang harus dilakukan dan kapan harus melakukan adalah merupakan 90% dari pertempuran ketika berinvestasi. Lebih penting untuk diketahui bahwa anda sebaliknya berinvestasi di emas dan perak selama keadaan ekonomi sedang menurun.

Materi pembahasan selanjutnya : Definisi dan Pengertian Investasi

Wednesday, 24 July 2013

Investasi Emas Syariah

Investasi Emas Syariah dapat dijalankan dengan transaksi gadai emas. Lazimnya transaksi gadai tertentu dapat dilakukan di pegadaian. Namun, pada tahun 2008, Bank Indonesia mengeluarkan peraturan dimana perbankan diperbolehkan mengeluarkan produk gadai, dalam hal ini adalah gadai emas. Menariknya, ketentuan tersebut dikhususkan oleh Bank Indonesia hanya diperbolehkan untuk bank syariah saja.

Investasi Emas Syariah

Mengapa hanya bank syariah, bank konvensional tidak? Karena bank Syariah memiliki payung panduan ekonomi Islam yakni pada ketentuan Dewan Syariah Nasional (DSN) dimana akad gadai ada didalamnya. Sedangkan pada Bank Konvensional tidak dikenal adanya ketentuan akad gadai.

Secara umum program mulia adalah usaha pegadaian syariah untuk memfasilitasi orang-orang yang ingin memiliki emas batangan tetapi hanya memiliki dana yang terbatas dengan menyediakan fasilitas kredit berjangka hingga dua tahun. Pelaksanaan program mulia ini, pegadaian Syariah bekerja sama dengan PT.Aneka Tambang Tbk sebagai pemasok emas. Pecahan emas batangan yang disediakan mulai dari 1 gram hingga 1 kilogram.

Untuk melakukan pembelian emas melalui pegadaian syariah sangatlah mudah, cukup mendatangi kantor kantor cabang pegadaian Syariah kemudian menyerahkan foto copy kartu identitas diri dan mengisi formulir aplikasi mulia. Karena emas didatangkan dari PT. Aneka Tambang Tbk, maka harus sdikit bersabar menunggu agar mendapatkan emas batangannya. Dibutuhkan waktu antara dua sampai tiga minggu.

Karena hanya dalam ukuran kecil, maka kebanyakan nasabah pegadaian syariah melakukan pembelian secara tunai. Namun tetap ada pula yang memanfaatkan angsuran dengan jangka waktu hingga dua tahun. Jika anda melakukan pembelian secara angsuran maka ada uang muka yang harus dibayarkan saat melakukan akad. Besaran uang muka berbeda-beda, mulai dari 20 % hingga 45 % tergantung lama angsurannya.

Cara Gadai Emas Syariah

Melalui sistem gadai syariah, emas-emas kita bisa digadaiakan dan akan menghasilkan pinjaman uang misalnya sebesar 80 % dari nilai/harga emas yang berlaku saat itu. Uang dari gadai tersebut bisa digunakan untuk membeli emas lagi (tambah 20% uang yang masih kita miliki) dan emas itu bisa kita gadaikan lagi. Begitu seterusnya dan selanjutnya kita gunakan cara yang sama.

Sampai pada satu titik, kita perlu menyimpan emas terakhir untuk dipergunakan sebagai kunci guna menebus emas-emas yang telah digadaiakan sebelumnya. Dal;am hitungan waktu, kita mengetahui nilai emas cenderung meningkat dan dari hasil peningkatan itu, maka kita bisa mengambil selisih keuntungan dagang uang harus kita bayar. Yang akhirnya keuntungan itulah hasil dari sebuah investasi emas syariah.

Rekomendasi Materi Selanjutnya: Investasi Syariah

Thursday, 4 July 2013

Investasi Saham

Saham merupakan salah satu surat berharga yang diperdagangkan pada pasar modal yang bersifat kepemilikan. Saham adalah tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.
Dilihat dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim, saham dibagi menjadi dua, yaitu:

Investasi Saham - Tokotua Forex
  1. Saham Biasa (Common Stock)
    Merupakan jenis efek yang menempatkan pemiliknya paling akhir terhadap pembagian deviden dan hak atas harta kekayaan perusahaan apabila perusahaan tersebut dilikuidasi. Saham ini paling sering dipergunakan oleh emiten untuk memperoleh dana dari masyarakat. Pemilik saham mempunyai hak dan kewajiban terbatas pada setiap lembar saham yang dimilki.
    Jenis saham ini memiliki karakteristik seperti:
    • Tidak memiliki hak istimewa
    • Hak klaim pada urutan terakhir atas aktiva perusahaan jika perusahaan dilikuidasi.
    • Memiliki hak suara proporsional pada pemilihan direksi serta keputusan lain yang ditetapkan pada Rapat Umum Pemegang Saham.
    • Memiliki hak memesan efek terlebih dahulu sebelum efek tersebut ditawarkan kepada masyarakat, jika perusahaan melakukan penjualan saham baru.

  2. Saham Preferen (Preferred Stocks)Merupakan saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa., diberikan hak untuk mendapatkan deviden dan atau bagian kekayaan pada saat perusahaan dilikuidasi lebih dahulu dari saham biasa, disamping itu mempunyai preferensi untuk mengajukan usul pencalonan direksi/komisaris.
  3. Saham preferen memilik karakteristik sebagai berikut:
    • Memiliki hak utama atas aktiva perusahaan
    • Memiliki hak utama atas deviden
    • Pembayaran deviden dalam jumlah yang tetap
    • Jangka waktu yang tidak terbatas
    • Memiliki hak klaim lebih dahulu dibanding saham biasa jika perusahaan dilikuidasi
    • Tidak memiliki hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham
    • Saham preferen kumulatif
    • Dapat dikonversikan menjadi saham biasa

    Dilihat dari cara peralihannya saham dapat dibedakan atas:
    • Saham Atas Unjuk (bearer stocks), adalah saham yang pada lembar kertas tersebut tidak tertulis nama pemiliknya, agar mudah dipindahtangankan dari satu investor ke investor lainnya.
    • Saham Atas Nama (registered stocks), adalah saham yang pada lembar kertas tersebut tertulis nama pemiliknya. Jika ingin mengganti nama harus melalui prosedur tertentu.

    Dilihat dari kinerja perdagangan, saham dapat dibedakan berdasarkan atas:
    • Blue-Chip Stock adalah saham biasa dari perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar deviden.
    • Income Stocks adalah saham dari suatu perusahaan yang memilki kemampuan membayar deviden lebih tinggi dari rata-rata deviden yang dibayarkan pada tahun sebelumnya
    • Growth Stocks adalah daham dari perusahaan yang memilki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai leader di industri sejenis yang mempunyai reputasi tinggi
    • Speculative Stocks adalah saham suatu perusahaan yang tidak secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun, akan tetapi mempunyai kemungkinan penghasilan yang tinggi di masa yang akan datang meskipun belum pasti
    • Counter Cyclical Stock adalah saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum.

Keuntungan Membeli Saham

  1. Capital Gain
    Adalah selisih positif antara harga jual dengan harga beli
  2. Deviden
    Deviden adalah sebagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Jumlah deviden yang akan dibagikan diusulkan oleh dewan Direksi dan disetujui di dalam Rapat Umum Pemegang Saham.

  3. Jenis-jenis Deviden terdiri atas:
    • Deviden Tunai, deviden yang dibagikan oleh perusahaan kepada para pemegang saham dalam bentuk uang untuk setiap saham yang dimiliki.
    • Deviden Saham, deviden yang dibagikan oleh perusahaan kepada para pemegang saham dalam benuk saham, dibayar dari laba tunai yang ditahan.
    • Deviden Bonus, deviden yang dibagikan oleh perusahaan dalam bentuk saham dan dibayar dari agio saham (selisih positif antara harga jual terhadap harga nominal saham pada saat perusahaan melakukan penawaran umum di pasar perdana).
Disamping dua keuntungan tersebut, pemegang saham dimungkinkan juga untuk mendapatkan saham bonus, yaitu saham yang dibagikan oleh perusahaan jika pada saat perusahaan melakukan penawaran umum di pasar perdana perusahaan memberikan aturan bahwa bagi pemegang saham tidak menjual sahamnya periode tertentu.

Materi selanjutnya: Pebedaan Forex dan Saham

Tuesday, 18 June 2013

Indeks Harga Saham Gabungan

Setelah terhenti sejak tahun 1956, Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) diaktifkan kembali pada tanggal 10 Agustus 1977. Pada saat itu Bursa Efek Indonesia dikelolah oleh BAPEPAM atau Badan Pelaksana Pasar Modal (sekarang Badan Pengawas Pasar Modal), suatu badan yang bernaung dibawah Departemen Keuangan. Hingga tahun 1987, perkembangan Bursa Efek Indonesia bisa dikatakan sangat lambat, dengan hanya 24 emiten yang tercatat dan rata-rata nilai transaksi harian kurang dari Rp.100 juta. Pertumbuhan yang lambat tersebut berakhir pada tahun berikutnya ketika pemerintah mengeluarkan deregulasi di bidang perbankan dan pasar modal melalui Pakto 1988.

Indeks Harga Saham Gabungan

Dengan pertumbuhan yang pesat dan dinamis, bursa efek perlu ditangani secara lebih serius untuk menjaga objektitas dan mencegah kemungkinan adanya conflict of interest fungsi pembinaan dan operasional bursa harus dipisahkan dan dikembangkan dengan pendekatan yang lebih professional. Akhirnya pemerintah memutuskan sudah tiba waktunya untuk melakukan swastanisasi bursa. Sehingga akhir tahun 1991 didirikan PT. Bursa Efek Indonesia dan diresmikan oleh Menteri Keuanganan pada tanggal 13 Juli 1992.

Pertumbuhan bursa efek pada tahun-tahun berikutnya menjadi semakin cepat terutama sejak dilakukan system otomasi perdagangan pada tanggal 25 Mei 1995. Semua indikator perdagangan seperti nilai, volume dan frekuensi transaksi menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa. Pada tahun 2008, rata-rata nilai transaksi telah mencapai angka diatas Rp.4,4 triliun per hari. Meskipun pada tahun 2009 terjadi krisis keuangan di Amerika Serikat yang mempengaruhi semua bursa di dunia tidak terkecuali Indonesia, akan tetapi rata-rata nilai transaksi perhari masih diatas angka Rp.4 triliun. Angka-angka tersebut meningkat luar biasa jika dibandingkan dengan awal-awal swastanisasi bursa efek atau sebelum diberlakukan otomasi perdagangan. Pada 1994, rata-rata nilai transaksi hanya sebesar Rp.104 milyar perhari. Hal ini berarti dalam kurun waktu 15 tahun rata-rata nilai transaksi harian telah meingkat sebesar lebih kurang 4.000 persen.

Seiring dengan perkembangan pasar dan tuntutan untuk lebih meningkatkan efisiensi serta daya saing di kawasan regional, maka efektif tanggal 3 Desember 2007 secara resmi PT Bursa Efek Jakarta digabungkan dengan PT Bursa Efek Surabaya dan berganti nama menjadi PT Bursa Efek Indonesia.

Perkembangan Bursa Efek indonesia
Sumber: Bursa Efek Indonesia
Selain aktivitas transaksi yang meningkat, dalam kurun waktu yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menunjukkan kenaikan yang luar biasa. Pada akhir tahun 1994, IHSG masih berada pada level 469,640. Meskipun sempat mengalami penurunan pada saat krisis ekonomi melanda Indonesia tahun 1997, akan tetapi pada era tahun 2000-an IHSG mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Pada tanggal 9 Januari 2008, IHSG mencapai level tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia, yaitu di tutup pada level 2.830,263 atau meningkat sebesar 502,65 persen dibandingkan penutupan tahun 1994.

Rekomendasi Materi Selanjtunya: Perbedaan Forex dan Saham.

Monday, 17 June 2013

Pasar Modal Indonesia

Pasar modal merupakan salah satu alternatif investasi bagi masyarakat. Melalui pasar modal, investor dapat melakukan investasi di beberapa perusahaan melalui pembelian surat-surat berharga yang dapat ditawarkan atau yang diperdagangkan dipasar modal. Sementara itu, perusahaan atau sering disebut sebagai emitem dapat memperoleh sana yang dibutuhkan dengan menawarkan surat-surat berharga tersebut. Adanya pasar modal memungkinkan para investor untuk memiliki perusahaan yang sehat dan berprospek baik. Penyebaran kepemilikan yang luas akan mendorong perusahaan melakukan transparansi laporan keuangan. Hal ini akan mendorong perusahaan menuju terciptanya good corporate governance.

Pengertian Pasar Modal

Undang-Undang Pasar Modal No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal mendefinisikan pasar modal sebagai “kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek, perusahaan public yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek”.

Pasar Modal Indonesia - Tokotua Forex
Menurut Marzuki Usman (1989), pasar modal adalah pelengkap di sektor keuangan terhadap dua lembaga lainnya yaitu bank dan lembaga pembiayaan. Pasar modal memberikan jasanya yaitu menjembatani hubungan antarpemilik modal yang disebut pemodal (investor) dengan peminjam dana yang disebut emiten (perusahaan yang go public). Investor membeli instrumen pasar modal untuk keperluan investasi portofolio sehingga akan dapat memaksimumkan penghasilan. Bagi emiten mencari dana melalui pasar modal merupakan pilihan pembiayaan yang lain, selain pinjam bank, dengan jalan mengeluarkan saham dan obligasi. Dengan masuknya emiten ke pasar modal, maka emiten akan bias memperbaiki posisi struktur modal yang pada akhirnya akan memperkuat daya saingnya di industri sejenis.

Instrumen yang ditawarkan melalui pasar modal adalah instrumen yang berbentuk surat-surat berharga (secirurities) atau efek. Intrumen itu terbagi atas dua kelompok besar, yaitu instrumen kepemiliknya (equity), seperti saham (stock) dan instrumen hutang seperti obligasi perusahaan, investasi secara portofolio di pasar modal ada dua kepentingan, yaitu:
  • Investasi dengan membeli instrumen-instrumen di pasar modal
  • Investasi secara langsung, yaitu terlibat langsung dalam proses pendirian perusahaan
Investasi yang pertama, investor tidak tertarik dan tidak berkepentingan untuk menjalankan usaha dari perusahaan yang sahamnya dimiliki, tetapi mereka lebih berkepentingan terhadap deviden dan capital gain dari saham tersebut.
Investasi yang kedua, investor yang bersangkutan ingin bias menjalankan langsung usaha investasi tersebut.

Ingin belajar Trading Forex? klik: Pengertian Forex

Sunday, 16 June 2013

Investasi Reksadana

Investasi Reksadana masih menjadi pilihan menjanjikan untuk bidang investasi. Dalam satu tahun terakhir, nilai reksadana campuran tumbuh sekitar 22 persen. Pertumbuhan ini masih dibawah kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 46 persen, tetapi diatas emas sebesar 22 persen. Keunggulan reksadana adalah nilainya yang variatif.

Pemahaman masyarakat mengenai investasi terus berkembang. Produk investasi juga kian diminati, seiring kesadaran untuk mengelola dana dengan hasil melampaui inflasi. Saat ini, produk investasi yang terus berkembang adalah Saham, Reksadana dan Investasi Emas. Kelas menengah yang terus membuat ragam investasi berkembang. Mereka dalam berinvestasi berpikir, akan membeli apa yang bisa mengalahkan inflasi.

Investasi Reksadana - Tokotua Forex

Reksadana sebagai salah satu pilihan investasi dinilai berpotensi semaikn berkembang. Dengan dana pihak ketiga sekitar Rp.2.300 triliun, besaran reksadana di Indonesia baru mencapai Rp.140 triliun. Porsi ini cukup kecil dibandingkan dengan negara tetangga misalnya Malaysia, yang pasar reksadananya sudah mencapai 40 persen dana pihak ketiga. Oleh sebab itu, reksadana di Indonesia masih masih besar kemungkinannya untuk timbuh dan berkembang menjadi Rp.240 triliun karena peralihan masyarakat dari produk perbankan ke reksadana.

Emas merupakan produk investasi yang tumbuh dan memberikan imbal hasil yang terus meningkat dalam lima tahun belakangan ini. Dalam kondisi ketidakpastian, nilai emas akan terus meningkat. Namun, jangan berinvestasi berlebihan pada emas. Terutama produk turunannya, karena membutuhkan pengamatan yang lebih jeli. Jangan spekulatif, membeli emas dengan harapan akan segera naik, ini merupakan bentuk spekulatif.

Kondisi global saat ini yang terus terpengaruh terhadap krisis kredit di Eropa, krisis politik di Timur Tengah dan bencana yang sering terjadi di Jepang. Jumlah penduduk dunia yang terus membengkak turut menyumbangkan kebutuhan pangan dan energi yang luar biasa. Oleh sebab itu, saham yang akan menarik tahun ini adalah yang berkaitan dengan energi dan sumber daya alam.

Mekanisme Investasi Reksadana

Mekanisme reksadana sebenarnya mirip dengan investasi bagi hasil. Dimana para investor dan manajer investasi “patungan” untuk melakukan investasi kedalam berbagai produk investasi yang memerlukan modal cukup besar. Sedangkan keputusan untuk melakukan investasinya dipegang sepenuhnya oleh manajer investasi yang tentunya lebih ahli dan sudah berpengalaman. Selanjutnya, hasil keuntungan dari investasi tersebut di bagihasilkan kepada para investor dan manajer investasi sesuai dengan proporsi modal yang dimiliki.

Mekanisme bagi hasil memang sesuai dengan aturan syariah, namun yang menjadi masalah adalah langkah investasi yang dilakukan manajer investasi dilakukan dengan bebas tanpa ada batasan aturan syariah. Atas alasan inilah diciptakan produk Investasi Reksadana Syariah.

Dengan metode investasi Syariah, hasil yang dibagikan kepada para investor menjadi bersih dari unsur riba dan unsur yang tidak halal lainnya. Walaupun investasi reksadana syariah masih terbatas jumlahnya, namun bisa menjadi alternatif Investasi yang baik bagi umat muslim yang ingin mendapatkan bagi hasil investasi yang halal.

Penasaran dengan Investasi Forex Trading Online? Silahkan baca disini: Mengenal Forex

Wednesday, 12 June 2013

Investasi Reksadana Syariah

Pangsa pasar Reksadana Syariah saat ini makin menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. Sejak dari kegiatan perbankan dan investasi syariah yang baru muncul beberapa tahun belakangan, pertumbuhan reksadana syariah terus mengalami peningkatan, data ini dilihat pada Maret 2007, dana kelolaan reksadana syariah mencapai Rp.700 Milyar, sementara reksadana konvensional mencapai Rp.58,247 Triliun (Sumber: Fortis Investment).

Investasi Reksadana Syariah -Tokotua Forex

Jumlah tersebut diproyeksikan akan terus meningkat dengan makin banyaknya investor yang kini melirik berinvestasi di reksadana syariah yang dinggap lebih menguntungkan. Hal ini dipicu oleh makin diminatinya instrumen Investasi Syariah. Jakarta Islamic Index (JII) dalam lima tahun terakhir mencatat pertumbuhan transaksi investasi syariah yang jauh lebih tinggi dibandingkan IHSG.

Manajer Investasi

Pada umumnya reksadana syariah dijual secara ritel dengan minimal pembelian Rp. 250.000 per unit sampai Rp. 5.000.000. Jakarta Islamic Index (JII) saat ini mencatat 30 emitmen yang dinilai memenuhi persyaratan syariah. Tingkat pertumbuhan reksadana syariah akan dipicu oleh kegiatan transaksi ekonomi syariah secara umum, dan juga makin banyaknya kegiatan perbankan dan manajer investasi yang menerbitkan reksadana syariah.

Hingga saat ini beberapa manajer investasi yang telah menerbitkan reksadana syariah antara lain:
  • PT. Danareksa Investment Management
  • PT. PNM Investment Management
  • PT. Trimegah Sekuritas
  • AAA Investment Management
  • Batasa Capital
  • BNI Investment Management
  • Manulife Investment Management
  • CIMB-GK Securities Indonesia dan
  • PT. Kresna Graha Securindo Tbk.
Sementara itu produk reksadana syariah yang sudah ada di pasar saat ini antara lain BNI Dana Syariah (Reksadana Pendapatan Tetap), BNI Dana Plus Syariah (Reksadana Campuran), Danareksa Syariah Berimbang (Reksadana Campuran) PNM Syariah, dan yang terbaru adalah Fortis Pesona Amanah yang diluncurkan Fortis dan HSBC Amanah Syariah.

Dalam peluncuran produk terbarunya beberapa waktu lalu, Presdir Fortis Investment mengatakan produk tersebut mencapai target dana kelolaan sebesar 500 juta unit atau setara dengan Rp. 500 Milyar. Reksadana yang diluncurkan 25-30 jenis saham yang akan dijadikan portofolio ini, 80%-98% nya akan diinvestasikan ke instrumen saham dalam kategori efek syariah, dan sisanya pada instrumen pasar uang sesuai prinsip syariah.

Peningkatan tersebut sangat signifikan jika didukung oleh perkembangan ekonomi syariah yang kini mulai menunjukkan geliat yang menggembirakan. Tidak mustahil kelak kelolaan reksadana syariah bisa menyamai kelolaan reksadana konvensional.

Hati-hati Memilih

Dengan makin banyaknya pilihan produk manajer investasi, maka masyarakat harus lebih jeli dalam memilih jenis portofolio yang dikelolanya. Pilihan produk investasi yang bisa dipilih antara lain saham, obligasi, deposito dibank konvensional dan juga valuta asing.

Sementara itu, jenis investasi reksadana yang bisa dipilih antara lain saham, cempuran dan pendapatan tetap. Dari tiga jenis investasi ini, investasi sahamlah yang memiliki risiko paling besar, karena itu sebaiknya memilih investasi yang berisiko kecil, agar bisa memahami tingkat kerugian yang kecil pula.

Monday, 10 June 2013

Pasar Modal Syariah di Indonesia

Sejak secara resmi Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) meluncurkan prinsip pasar modal syariah pada tanggal 14 dan 15 Maret 2003 dengan ditandatanganinya nota kesepahaman antara Bapepam dengan dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN – MUI), maka dalam perjalanannya perkembangan dan pertumbuhan transaksi efek syariah di pasar modal Indonesia terus meningkat.

Pasar Modal Syariah - Tokotua Forex
Bangkitnya ekonomi Islam di Indonesia dewasa ini menjadi fenomena yang menarik dan menggembirakan terutama bagi penduduk Indonesia yang mayoritas muslim. Praktek kegiatan ekonomi konvesnsional, khususnya dalam kegiatan pasar modal yang mengandung unsur spekulasi sebagai salah satu komponennya nampak masih menjadi hambatan psikologis bagi umat Islam untuk turut aktif dalam kegiatan investasi terutama dibidang pasar modal, sekalipun berlabel syariah.

Perbedaan mendasar antara pasar modal konvensional dengan pasar modal syariah dapat dilihat pada instrumen dan mekanisme transaksinya, sedangkan perbedaan nilai indeks saham dengan nilai indeks saham konvensional terletak pada kriteria saham emiten yang harus memenuhi prinsip-prinsip dasar syariah. Secara umum konsep pasar modal syariah dengan pasar modal konvensional tidak jauh berbeda meskipun dalam konsep pasar modal syariah disebutkan bahwa saham yang diperdagangkan harus berasal dari perusahaan yang bergerak dalam sektor yang memenuhi kriteria syariah dan bebas dari unsur ribawi, serta transaksi saham dilakukan dengan menghindarkan berbagai praktik spekulasi.

Pasar modal syariah berkembang dalam rangka mengakomodir kebutuhan umat Islam di Indonesia yang ingin melakukan investasi di produk-produk pasar modal yang sesuai dengan prinsip dasar syariah. Dengan demikian semakin beragamnya sarana dan produk investasi di Indonesia, diharapkan masyarakat akan memiliki alternatif investasi yang dianggap sesuai dengan keinginnya, disamping investasi yang selama ini sudah dikenal dan berkembang di sektor perbankan.

Dalam ajaran Islam, kegiatan berinvestasi dapat dikategorikan sebagai kegiatan ekonomi yang sekaligus kegiatan tersebut termasuk kegiatan muamalah yaitu suatu kegiatan yang mengatur hubungan antar manusia. Untuk mengetahui apakah kegiatan investasi di pasar modal merupakan sesuatu yang diperbolehkan atau tidak, kita perlu mengetahui hal-hal yang dilarang/diharamkan oleh ajaran Islam dalam hubungan jual beli.

Sejarah perkembangan pasar modal syariah di Indonesia secara umum ditandai oleh berbagai indikator diantaranya adalah semakin maraknya para pelaku pasar modal syariah yang mengeluarkan efek-efek syariah selain saham-saham dalam Jakarta Islamic Index (JII). Dalam perjalanannya perkembangan pasar modal syariah di Indonesia telah mengalami kemajuan.

Perkembangan tersebut diterbitkan 6 (enam) Fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN – MUI) yang berkaitan dengan industri pasar modal. Adapun ke enam fatwa dimaksud adalah:
  • No. 05/DSN-MUI/IV/2000 tentang Jual Beli Saham
  • No. 20/DSN-MUI/IX?2000 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi untuk Reksa Dana Syariah
  • No. 32/DSN-MUI/IX/2002 tentang Obligasi Syariah
  • No. 33/DSN-MUI/IX/2002 tentang Obligasi Syariah Mudharabah
  • No. 40/DSN-MUI/IX/2003 tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal
  • No. 41/DSN-MUI/III/2004 tentang Obligasi Syariah Ijarah
Fatwa-fatwa tersebut mengatur prinsip-prinsip syariah dibidang pasar modal yang meliputi bahwa suatu efek dipandang telah memenuhi prinsip-prinsip syariah apabila telah memperoleh pernyataan kesesuaian syariah secara tertulis dari DSN-MUI.

Wednesday, 5 June 2013

Investasi Syariah

Pada saat ini menggunakan produk keuangan rasanya sudah tidak mungkin dihindari. Perbankan, selain digunakan untuk mempermudah transaksi juga dapat digunakan sebagai sarana investasi. Asuransi juga sekarang memiliki peran sebagai alat investasi berbarengan dengan fungsi utamanya memberikan proteksi.

Tidak puas dengan hanya melakukan investasi di perbankan dan asuransi, masyarakat juga mulai melirik investasi lain, seperti reksadana, sebagai alternatif investasi yang memberikan hasil lebih baik. Produk keuangan sekarang bukan lagi suatu hal yang baru. Malah sudah menjadi suatu kebutuhan untuk hampir setiap orang.
Investasi Syariah - Tokotua Forex

Dengan banyaknya produk keuangan yang ternyata rawan sekali mengandung unsur-unsur yang tidak halal. Perbankan misalanya. Tentunya sangat kental sekali dengan unsur bunga yang bisa dikategorigan sebagai riba. Belum lagi dengan asuransi.

Sudah banyak dipahami bahwa asuransi sering diasosiasikan dengan judi atau maysir dan gharar. Dan kalau dilihat lebih jauh lagi, ternyata asuransi juga tidak terlepas dari praktek riba karena memiliki unsur investasi yang berbunga. Begitu juga dengan reksadana, walaupun secara sederhana reksadana dapat dianalogikan seperti kegiatan bagi hasil diantaranya para investor dengan manajer investasinya, tapi alokasi investasinya rupanya juga tidak terhindar dari unsur riba.

Lalu bagaimana masyarakat muslim akan memanfaatkan produk keuangan untuk kebaikan mereka kalau ternyata banyak sekali ditemukan unsur yang tidak halal dalam berbagai produk keuangan tersebut?

Perbankan Syariah

Umat muslim tidak perlu lagi khawatir, karena sebelum MUI (Majelis Ulama Indonesia) secara resmi memfatwakan bahwa bunga bank itu haram, sudah ada alternatif untuk ini. Sejak 12 tahun yang lalu, bank syariah pertama di Indonesia sudah beroperasi tanpa menggunakan bunga, dan kini sudah lebih dari 3 bank umum syariah dan lebih dari 10 bank konvensional yang buka cabang khusus syariah.

Perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional adalah tidak adanya bunga pada bank syariah. Nasabah menabung dibank syariah tidak akan diberikan keuntungan bunga melainkan berupa bagi hasil. Bagi hasil tentu saja berbeda dengan bunga. Pada sistem bunga bank, nasabah akan mendapatkan hasil yang sudah pasti berupa prosentase tertentu dari saldo yang disimpan pada bank yang bersangkutan. Berapapun keuntungan usaha pihak bank, nasabah akan mendapatkan hasil yang sudah pasti.

Sedangkan pada sistem bagi hasil, bagi hasil dihitung dari hasil usaha pihak bank dalam mengelola uang nasabah. Bank dan nasabah membuat perjanjian bagi hasil berupa porsetase tertentu untuk nasabah dan untuk bank, perbandingan ini disebut nisbah. Misalnya 60% keuntungan untuk nasabah dan 40% keuntungan untuk pihak bank.

Dengan sistem ini, nasabah dan bank memang tidak bisa mengetahui berapa hasil yang pastinya akan mereka terima, karena bagi hasil baru akan dibagikan kalau hasil usahanya sudah bisa ditentukan pada akhir periode. Tapi dengan sistem bagi hasil, nasabah dan bank akan membagi keuntungan secara lebih adil daripada sistem bunga. Karena kedua belah pihak selalu membagi hasil keuntungan dengan adil sesuai nisbah berapapun hasilnya.

Materi pembelajaran selanjutnya : Tips Memilih Investasi

Tuesday, 4 June 2013

Investasi Emas

Investasi Emas merupakan investasi teraman dan paling menguntungkan. Hal ini karena tren emas sejak zaman dahulu hingga detik ini selalu mengalami kenaikan harga. Namun, sebelum investasi survei dahulu kondisi pasar saat ini, disarankan calon investor untuk wait and see.

Investasi Emas - Tokotua Forex

Tercatat kenaikan harga emas paling fantastis terjadi pada tahun 2001 dimana pada saat yang sama mata uang kertas justru mengalami penurunan nilai. Proses kenaikan harga emas akan semakin dipercepat oleh laju inflasi dan abusing dollar AS saat ini. Karena emas tidak mempunyai efek inflasi atau zero inflation effect.

Emas merupakan komoditas yang unik dan jumlahnya terbatas didunia serta merupakan satu-satunya barang yang dapat ditambang diatas permukaan bumi. Emas juga merupakan alternatif uang kertas dengan daya beli yang abadi dan nilainya cenderung dipatok oleh pasar. Pilihan investasi emas saat ini tetap dinilai paling menguntungkan dibanding opsi yang lain mengingat sifatnya yang “kebal” inflasi. Investasi emas ibaratnya “tidak pernah ada matinya”, alias selalu menguntungkan. Berinvestasi emas sama sifatnya dengan menginvestasikan dana untuk membeli tanah dan properti di kota-kota tertentu di Indonesia, seperti Bali dan Yogyakarta yang harganya terus menerus naik. Emas juga sangat baik untuk diinvestasikan setelah memiliki investasi di saham, obligasi, reksadana ataupun properti.

Namun, investasi emas juga terdapat beberapa kelemahan. Calon investor juga harus mempertimbangkan banyak hal untuk mulai menginvestasikan dananya dalam bentuk emas karena relatif tidak praktis atau sulit disimpan, beresiko hilang, dicuri atau dirampok dan lain-lain. Selain itu bila menyimpannya kurang baik memungkinkan terjadinya oksidasi dan perubahan warna. Khusus emas berbentuk koin kalau terjatuh sulit untuk di-treatment ulang dan bisa mengurang harga jualnya.

Kekurangan lain, return-nya relatif stabil dan kalah menggariahkan bila dibandingkan saham atau properti. Investasi emas juga sangat tidak disarankan untuk jangka pendek karena sifatnya sebagai pelindung (hedging). Oleh karena itu, emas biasanya menjadi salah satu pilihan portofolio yang favorable. Permintaan emas akan melonjak tinggi bila terjadi dua hal, yaitu kondisi negara tidak menentu dan terjadi inflasi. Jika kedua hal ini terjadi, maka ketertarikan investor terhadap emas akan akan naik karena emas dinilai paling aman untuk investasi. Bila terjadi inflasi tinggi, maka harga emas naik lebih tinggi daripada inflasi yang terjadi.

Statistik menunjukkan, bila inflasi naik 10 persen, maka harga emas akan naik 13 persen. Jika inflasi naik 20 persen, emas akan naik menjadi 30 persen. Namun, bila inflasi 100 persen maka emas akan melonjak 200 persen. Patut dipertimbangkan pula harga emas akan cenderung konstan bila laju inflasi rendah bahkan ada kecendrungan menurun bila laju inflasi dibawah dari dua digit.

Sebuah analisis yang dirilis tahun 2003 menyebutkan, pada 10 – 20 tahun mendatang harga emas akan mencapai 8.000 dolar AS per troy ounce. Harga ini diperkirakan akan terjadi pada 2013 – 2015 sehingga bila pada tahun 2007 seseorang menginvestasikan Rp.200 juta untuk emas, maka pada tahun 2013 – 2015 kelak ia akan memiliki emas senilai Rp. 2,2 miliar. Dengan kata lain ia meraup keuntungan dari kenaikan harga yang mencapai 1.112 persen. Jika hal ini terjadi, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada instrumen investasi yang bisa mengalahkan keperkasaan emas, bahkan deposto maupun saham.

Dibalik kemilau investasi emas yang menggiurkan, ada sebagian yang berpendapat bahwa emas bukan istrumen yang tepat untuk investasi. Emas cenderung merupakan alat spekulasi karena tidak menghasilkan revenue stream. Nilai emas hanya semata-mata tergantung pada persepsi yang mudah sekali berubah. Selain itu emas adalah logam yang nyaris tidak berfaedah secara langsung.

Rekomendasi pembelajaran selanjutnya : Definisi dan Pengertian Investasi

Friday, 21 September 2012

Alternatif Investasi

Alternatif Investasi | Tokotua ForexSetelah mengetahui apa yang dimaksud dengan pengertian investasi, tibalah saatnya melakukan investasi. Pertanyaan yang muncul kemana kita akan melakukan investasi tersebut? Untuk menjawab pertanyaan ini kita harus mengetahui alternatif-alternatif investasi.

Secara garis besar, lahan investasi secara umum dapat dibagi dua, yaitu real asset investment dan financial asset investment.

Real asset invesment adalah komitmen meningkatkan aset pasa sektor real. Seperti diketahui, istilah real sering digunakan untuk menunjukan sektor di luar keuangan, seperti perdagangan, industri, pertanian, dan lain sebagainya. Dengan demikian, investasi pada sektor keuangan. Sebagai contoh dari real asset invesment, misalnya membeli ruko untuk berdagang tekstil atau barang lainnya.

Sedang financial asset invesment (investasi di sektor keuangan) atau sering juga disebut portofolio invesment (investasi portofolio) adalah komitmen untuk mengikat aset pada surat-surat berharga (securities), yang diterbitkan oleh penerbitnya. Penerbit surat berharga ini beragam, mulai dari individu, perusahaan hingga pemerintah. Demikian pula dengan jenisnya, sangat beragam, mulai dari yang sederhana seperti utang piutang antarpribadi hingga produk derivative (turunan) yang rumit, seperti future. Sebagai contoh investasi pada sektor keungan ini, misalnya, kita menabung uang di bank, membeli saham, obligasi atau reksadana.

Ciri-ciri investasi pada sektor keuangan yang membedakannya dengan investasi di sektor riil adalah dalam melakukan investasi perantara mutlak diperlukan, kemudian informasi hanya bisa didapat dari prospektus, laporan tahunan atau proposal. Karena manajemen investasi menyajikan teori-teori tentang portofolio, maka konsentrasi kita akan kita curahkan pasa investasi di sektor keuangan ini. Selain memiliki ciri-ciri tersebut, investasi keungan juga lebih banyak melibatkan profesi yang untuk bisa menyandang profesi tersebut diperlukan standar profesi. Ini sangat wajar, karena bisnis pada industri keuangan ini lebih mengandalkan kepercayaan, sehingga untuk melegitimasi kepercayaan tersebut diperlukan standar tertentu. Kepercayaan menjadi sangat penting karena “komoditi” yang menjadi objek transaksi adalah “barang” tak berwujud, yaitu hanya berupa kertas yang memuat pernyataan bahwa pemilik kertas tersebut memiliki hak tagih/bayar kepada penerbitnya.

Bahkan dalam sistem perdagangan tanpa warkat (scriptless trading), atas saham-saham di BEI (Bursa Efek Indonesia) investor sudah tidak lagi melihat wujud saham secara fisik, melainkan hanya laporan perusahaan pialang mengenai perubahan jumlah saham dan nilainya, tak ubahnya seperti kita menerima laporan rekening koran dari bank setiap bulan. Selain membutuhkan banyak profesi, investasi keuangan juga memiliki banyak medium.

Monday, 17 September 2012

Definisi dan Pengertian Investasi

Banyak bisnis yang dapat dilakukan dalam jangka pendek maupun jangka panjang, tentu semuanya bertujuan  untuk mendapatkan nilai tambah atau keuntungan di kemudian hari. Orang menyimpan uangnya di bank dengan harapan mendapatkan bunga dari simpanannya itu. Secara umum tindakan diatas dapat dikategorikan sebagai investasi. Bagi masyarakat moderen, kata investasi tentu tidak asing lagi. Bisa jadi setiap hari kita mendengar kata itu.

Definisi dan Pengertian Investasi | Tokotua ForexSebab, semakin tinggi pendidikan seseorang semakin tidak bersedia membiarkan asetnya menjadi tidak berkembang dan untuk mengembangkan aset tersebutlah maka diperlukan investasi. Bagi sebagian masyarakat lainnya, barangkali telah melakukan investasi tetapi tidak menyadari, seperti para petani dan peternak di pedesaan.

Jadi , apa sebenarnya yang dimaksud dengan investasitersebut?


Defenisi yang lebih lengkap diberikan oleh Reilly dan Brown, yang mengatakan bahwa investasi adalah komitmen mengikatkan aset saat ini untuk beberapa periode waktu ke masa depan guna mendapatkan penghasilan yang mampu mengompensasi pengorbanan investor berupa:  (1) keterikatan aset pada waktu tertentu, (2) tingkat inflasi, (3) ketidaktentuan penghasilan pada masa mendatang.

Dari pengertian yang disampaikan di atas, bisa kita menarik pengertian investasi, bahwa untuk bisa melakukan suatu investasi harus ada unsur ketersediaan dan (aset) pada saat sekarang, kemudian komitmen mengikatkan dana tersebut pada objek investasi (bisa tunggal atau portofolio) untuk beberapa periode (untuk jangka panjang lebih dari satu tahun) pada masa mendatang.

Setelah periode yang diinginkan tersebut tercapai (jatuh tempo) barulah investor bisa mendapatkan kembali asetnya, tentu saja dalam jumlah dan keuntungan yang lebih besar, guna mengonpensasi pengorbanan investor seperti yang diungkapkan Reilly dan Brown. Namun, tidak ada jaminan pada akhir periode yang ditentukan investor pasti mendapati asetnya lebih besar dari saat memulai investasi. Ini terjadi karena selama periode waktu menunggu itu terdapat kejadian yang menyimpang dari yang diharapkan. Inilah yang disebut dengan risiko. Dengan demikian, selain harus memiliki komitmen mengikatkan dananya, investor juga harus bersedia menanggung risiko.

Tertarik Berinvestasi di Forex? Simak selengkapnya di: Cara Memulai Trading Forex