Saturday, 27 July 2013

KISAH SEBATANG SINGKONG (KISAH SINGKAT)


Sore itu tetangga sebelah rumah mengirimkan sejumlah SINGKONG seraya berucap TERIMA KASIH; Ini adalah KETIGA KALINYA dalam setahun TETANGGA kami mengirimkan SINGKONG. Jumlah yang diberikannya selalu lebih banyak dari sebelumnya. Kadang-kadang sayapun merasa aneh; aneh, karena tiap kali panen SINGKONG mereka selalu membaginya dengan kami, terlebih lagi selalu mengucapkan TERIMA KASIH, seharusnya yang berterimakasih itu yang diberi kan?. Sore itu saya beranikan diri bertanya "Kenapa tiap kali panen, anda selalu membaginya dengan kami?". Tahu apa jawabannya?

"Terima Kasih karena kala itu pernah memberikan kami SEBATANG SINGKONG!!!!.BATANG itu kami tanam menjadi 1 BUAH POHON SINGKONG yang kemudian POHONNYA kami potong menjadi 10 JENGKAL BATANG SINGKONG; Kami tak tahu bagaimana bisa membalas kebaikan itu, selain membagi hasil PANEN SINGKONG ini".

RENUNGAN:
Pelajaran yang bisa diambil lagi dari CERITA SINGKONG diatas adalah, bagaimana sang TETANGGA itu bersyukur, dan cara dia bersyukur adalah membagi hasil dengan yang telah memberikannya SEBATANG SINGKONG. "Ah itu kan cuman SINGKONG, membagi hasil PANEN ke orang lain tak akan membuatnya rugi; coba kalau duit mungkin juga tidak akan mau berbagi". Apakah ada yang berpikiran seperti itu?....Sepertinya orang yang berfikir seperti ini adalah orang yang jarang bersedekah HARTA karena berkonsep untung rugi; kalaupun bersedekah, TUHAN memilih untuk MENUNDA MELIPAT GANDAKAN RIZKINYA. TUHAN baru akan MELIPATKANNYA setelah dia IKHLAS; seikhlas mensedekahkan "SEBATANG SINGKONG".

DEAR ALL:
Betapa indahnya dunia jika kita mampu bersedekah mengikuti filosofi "SEBATANG SINGKONG", menyisihkan sedikit harta dan memberikannya seikhlas layaknya SEBATANG SINGKONG.

KISAH SINGKAT: TENTANG KISAH CINTA 2 PENDEKAR YANG TERPENDAM


Jaman dahulu kala, ada dua orang pendekar yg sangat ahli bela diri. Yg satu seorang pria dgn kemahiran berpedang yg tiada tandingan. Seorang lagi adalah wanita tercantik dgn ilmu bela diri yg hebat serta memiliki hati yg baik. Keduanya adalah pasangan yg sangat cocok satu sama lain. Hanya ada satu masalah....

Mereka tidak pernah menyatakan perasaan masing-masing.

Keduanya saling menghargai, menyukasi serta mencintai satu
sama lainnya. Hanya karena keduanya berasal dari perguruan yg saling bermusuhan, serta karena sang pria telah berjanji menganggap sang wanita sebagai adik karena sahabatnya, yg dahulu hampir menikah dgn sang gadis, sebelum meninggal memintanya menjaga sang gadis.

keduanya menjaga & menahan perasaan mereka selama puluhan tahun, sementara mereka bersama membasmi kejahatan, berpetualang ke tempat berbahaya & mengadu nyawa bersama.

Keduanya menyimpan perasaan walaupun keduanya tahu perasaan masing-masing.

hingga suatu hari, ketika bertarung, sang pria terkena pisau & tak akan tertolong lagi karena lukanya terlalu parah.

sang gadis menagis menemuinya, tak mampu berkata apa-apa...
sang pria hanya memiliki beberapa waktu lagi didunia. nafasnya hanya tinggal beberapa hembusan saja.

Dan disaat sebelum menghembuskan nafasmua yg terakhir, akhirnya sang pria menyatakan cintanya pada sang gadis. 'aku mencintaimu. Hanya kamu, dari dulu."

Dan sang gadis hanya mampu meratapi kepergian sang pria yg dicintainya sejak dulu.

RENUNGAN:
Terkadang kita memiliki kesempatan untuk menyatakan perasaan pada seseorang yg kita sayangi. Namun karena perasaan takut, malu, takut ditolak, ataupun hal-hal yg bermacam lainnya, kadang kita malah menguburkan perasaan itu.

Hati manusia adalah organ tubuh satu satunya yg diberkati tuhan untuk merasakan kapan waktunya kita untuk menyimpan sesuatu... kapan saatnya kita jujur dgn perasaan kita.

jangan tunggu waktunya berlalu & kita hanya berteman dgn kenyataan kesempatan berlalu dari depan mata, seperti kedua pasangan pendekar diatas.

KISAH KESETIAAN SEORANG PRIA


Mungkin kisah yang terjadi di kota Amman, Jordania, tergolong langka, unik sekaligus mengundang geli. Seorang pria Jordania yang bernama Bakr Melhem merasa kesepian karena hidup terpisah dengan istrinya yang berada di luar kota. Pria ini iseng-iseng “berselingkuh” dengan wanita lain dalam dunia maya melalui chatroom (ruang ngobrol) di internet. Setelah tiga bulan saling chatting, mereka benar-benar merasa cocok dan saling jatuh cinta. Bahkan sepasang kekasih di dunia maya ini berniat menikah. Mereka lantas membuat janji untuk bertemu di sebuah tempat. Namun saat mereka berdua bertemu, mereka terkejut dan terkesima. Bukannya apa-apa, tapi ternyata “wanita selingkuhan” di internet ini adalah istrinya sendiri. Kontan saja mereka berdua saling menuduh bahwa ia pasangan yang tidak setia. Rencana perkawinanpun batal dan sebaliknya mereka berdua sepakat untuk cerai karena satu sama lain tidak setia!

RENUNGAN:
Kesetiaan memang menjadi barang langka bagi peradaban dunia modern ini. Begitu mudahnya seorang suami berselingkuh dengan wanita lain, sementara itu si istri juga tidak mau kalah dan segera mencari pria idaman lain (PIL). Ujung-ujungnya pun sudah bisa ditebak, mereka memutuskan untuk cerai. Yang menyedihkan, hal yang seperti ini tidak hanya terjadi di kalangan orang yang tidak kenal Tuhan, sebaliknya banyak orang beragama juga bercerai karena tidak ada lagi kesetiaan.

Semua ketidaksetiaan ini biasanya dipicu oleh pendapat umum yang berkata bahwa rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau dibandingkan dengan rumput di halaman kita sendiri. Terjebak dengan pandangan yang seperti ini membuat satu sama lain mengorbankan kesetiaan demi mendapatkan sesuatu yang lebih “hijau”, padahal kenyataannya tidak seperti itu.

Perbedaan pendapat memang kerap kali terjadi dan kekurangan-kekurangan pasangan kita memang akan semakin terlihat, tetapi itu bukan berarti melegalkan ketidaksetiaan kita. Justru di saat kita melihat ada kekurangan dan kelemahan di sana sini, tugas kitalah untuk menutup dan menjadi pelengkap baginya. Andaikata setiap orang punya pandangan seperti ini, tentu ketidaksetiaan dan perselingkuhan bisa ditekan sampai titik nol!

Tidak ada yang melegalkan ketidaksetiaan, termasuk kekurangan dan kelemahan pasangan kita

Tuesday, 2 July 2013

KISAH SEMUT ADA DIDALAM TELINGA (KISAH SINGKAT)


Ada seorang pekerja yang sedang bertugas di sebuah perusahaan. suatu ketika, tanpa disengaja dia menginjak sarang semut hingga lantai dipenuhi kawanan semut, semut-semut yang tak terkira jumlahnya sampai merayap ke seluruh tubuhnya.

sebentar kemudian, dia merasakan telinganya amat gatal. disangkanya semut-semut sudah merayap masuk ke telinganya, hingga dia memutuskan untuk berobat ke dokter. hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa telinganya tidak dimasuki semut, tapi anehnya dia tetap bersikeras mengatakan telinganya terdapat semut. banyak dokter telah dicari, tapi hasilnya tetap sama.

seorang temannya menganggap dia terlalu dilanda prasangka dan perasaan yang berlebihan, hingga menjadi penyakit psikis. kalau betul demikian, tak ada gunanya mencari dokter, melainkan yang dibutuhkan adalah seorang psikiater.

psikiater memeriksanya dengan teliti dan mengatakan positif, "Ada, memang ada. tapi sebelum semutnya dikeluarkan, harus terlebih dahulu disuntik." lalu diapun merebahkan diri untuk disuntik dengan obat bius. dia tertidur pulas, saat mulai siuman, psikiater membunyikan beberapa batang perkakas medis di samping telinganya hingga berdesing, lalu menunjukkan dua ekor semut yang ditangkapnya dari sisi meja seraya berkata:" kini anda telah sembuh, semut itu telah saya keluarkan." mendengar ini, si pasien amat bergembira dan mengucapkan terima kasih kepada psikiater.

RENUNGAN:
Telah dapat dibuktikan, bahwa dari kecurigaan akan melahirkan sosok godaan bathin. kalau sudah dilanda prasangka bagaimana mungkin bisa melahirkan kepercayaan diri? terlebih lebih kalau sudah mencurigai kebenaran hukum Tuhan, bagaimana mungkin dapat membina diri lagi?

KISAH TENTANG KEKUATAN LAHIRIAH (KISAH SINGKAT)


Alkisah terdapatlah seorang pekerja yang kalau setiap kali pergi dan pulang dari kerja harus melewati areal kuburan. suatu malam, saat pulang dari kerja, melewati areal kuburan, tiba-tiba dia terjerumus ke sebuah lobang yang dalam. dicobanya untuk naik, tapi tidak berhasil karena selalu tergelincir jatuh kembali. dalam hati dia berpikir, "terpaksa harus menetap semalam di dalam lobang ini hingga subuh besok mendapat pertolongan."

sebentar kemudian, sialnya jatuh lagi seorang pejalan kaki yang ketepatan melewati areal sana. lubangnya besar nan gelap. dia juga berusaha untuk memanjat naik, tapi tetap tak berhasil. saat itu ada suara yang berkata (orang pertama tadi), "Bung! tiidak usah dipanjat lagi, lebih baik bermalam di sini saja."

begitu mendengar ada suara yang berbicara kepadanya, berdiri bulu kuduk nya penuh ketakutan. dikiranya setan yang lagi berbicara dengannya. saking takutnya, dia berusaha sekuat tenaga melompat dan memanjat keluar dari lobang itu, ternyata berhasil. setelah keluar, dia lari terbirit-birit.

RENUNGAN:
Seberapa besarkah kekuatan manusia yang terselubung itu? tak seorangpun yang dapat memastikannya. hanya saat kebutuhan mendesak, kekuatan lahiriah itu akan mengalir keluar, ada kalanya bisa semakin bijaksana. kalau seseorang dapat mendaya-gunakan kekuatan yang tersembunyi itu, hasil yang diperoleh akan amat bermanfaat.

KISAH ANUGRAH DAN PETAKA (KISAH SINGKAT)


Pada masa pemerintahan Dinasti SONG, terdapatlah seseorang yang amat gemar melakukan kebajikan, bahkan hingga tiga tingkat keturunannya.

Suatu hari, sapi hitam piaraannya melahirkan seekor anak sapi putih. lalu dia bertanya kepada Sang Guru Suci tentang kejadian hari ini. Sang Guru Suci berkata:"Ini pertanda baik! sebaiknya dipersembahkan kepada tuhan."

Tak tahunya setelah lewat setahun, si ayah menjadi tunanetra. tak lama kemudian lahir lagi seekor sapi putih. dia mengutus anaknya pergi menemui Sang Guru Suci, tapi anaknya berkata: "dulu, ayah menjadi buta setelah bertanya kepada beliau. sekarang, untuk apa lagi kita pergi?"

"Ucapan Sang Guru Suci sulit dicerna pada awalnya, tapi akan berakhir dengan kebenaran. apalagi soal anugerah atau kemalangan yang sangat jelas diketahui oleh Beliau. cepatlah kamu pergi bertanya!" ujar sang ayah.

Si anak segera pergi menanyai Sang Guru Suci."Ini alamat baik!" jawab Sang Guru ketika ditanya. kembali lagi Sang Guru Suci menyarankan untuk dipersembahkan kepada Tuhan. sepulangnya, si anak memberitahukan ayahnya, lalu sang ayah berkata:"Turuti saja apa yang dikatakan oleh Sang Guru."

Kira-kira setahun kemudian, anaknya juga buta tanpa sebab. berselang beberapa lama kemudian, negara CHU menyerang ibukota negara SONG. para serdadu yang terkepung kehabisan ransum yang akhirnya memakan anak sendiri dengan buas. karena kehabisan kayu bakar, tulang manusia dijadikan sebagai bara. seluruh pemuda yang sehat dikerahkan menjadi pasukan perang. banyak diantara mereka gugur. tinggal ayah beranak yang buta itu terhindar dari musibah peperangan. setelah perang usai, kedua ayah beranak itu dapat melihat kembali.

RENUNGAN:
Kemalangan ada kalanya hadir bersama anugerah." sebuah kemalangan yang ditakuti manusia, bisa saja membawa anugerah di kemudian. sebaliknya, anugerah yang berlimpah, bisa saja mengundang hadirnya kemalangan. dalam perkara membina diri, kemalangan atau anugerah yang datang, terimalah dengan lapang dada dimana suatu kemalangan pasti ada hikmah anugerah didalamnya.

SALING MEMBANDINGKAN (KISAH SINGKAT)


Dikisahkan seorang ayah yang lagi sebal pada anaknya, lalu berkata:" George Washigton waktu seusiamu sudah begitu hebat, mana seperti dirimu apapun serba tidak ada."

Anaknya menjawab sambil menyeringai, "Washington seusiamu sudah menjadi Presiden Amerika, betul enggak?"

Dilain kisah, seorang tuan bermarga Tan mengomentari isterinya, " lihat tetangga kita nyonya Wang begitu rajin, rumahnya tampak rapi." mendengar suaminya membandingkan dirinya dengan orang lain, si isteri tak mau kalah lalu membalas, " Tuan Wang pandai mencari uang hingga isterinya tidak perlu bekerja diluar. waktunya cuma di rumah saja."

"Bukan soal suami bisa atau tidak bisa mencari uang, tapi rajin tidaknya si isteri merawat rumah!" tukas si suami dengan luapan emosi.

Si isteri tambah emosi dan berkata: "Bagaimanapun rajinnya si isteri, tapi kalau bersuamikan yang jorok, dibersihkan pun tak ada gunanya."

RENUNGAN:
Bila sebuah harapan terlalu untuk dituntut bisa membawa duka. Puas dengan apa yang dimiliki justru bahagia