Sunday, 7 July 2013

SERBA SALAH DENGAN INDIKATOR

Anda pernah menyadari hal ini, saya yakin.. serba salah dengan penggunaan indikator. Apalagi jika sebelumnya sebagai pengagum indikator.. suatu saat menghadapi market berbeda, malah nyumpah-nyumpahin indikator...! Sebagai indikator sampah... Hehehehe...

Ya memang sih indikator itu gak 100% tepat dan kadang malah bikin sesat, pergerakan indikator itu tercipta karena  pergerakan pasar bukan sebaliknya. Ini sudah menjadi rahasia umum, cuma bagi pemula yang belum tahu kan bisa mendewa-dewakan indikator bahkan rela beli indikator... mahal.Ya maklum, namanya saja belum ngerti ya Mas...!

Jika murni berpatokan pada indikator yang ada misal MA, stochastik, RSI, support resistance dll, nanti yang terjadi muncul juga..pernyataan kecewa: "Padahal sudah RSI dan stochastik sudah oversold... sudah melewati support 3... koq masih terus nih harga berlari, mana floating sudah banyak begini....! Hix hix hix hix,... Ini ungkapan-ungkapan standar trader pemula hehehehehe

Yah, jadi serba salah...: tidak menggunakan indikator bingung menentukan posisi... menggunakan indikator juga salah... OP masih gak ada yang bener...!

Okey, sekarang ganti indikator.... Dicobalah indikator baru ini... hasil berburu satu malam penuh... khakhakhakhakhaa.... Sudah ganti indikator....Dipasang, sekarang  indikator sudah memberikan signal bahwa harga akan naik, hati sudah yakin kalau harga juga akan naik, temannya yang disebelah sudah OP duluan, dan dengan semua pertimbangan kita pun ikut OP, eee,,, tiba-tiba harga berbalik meluncur. Awalnya masih santai karena minusnya masih kecil. Nggak lama setelah itu kita sudah mulai ragu, karena harga terus turun. Membuang minus psikologi kita nggak terima, mau dibiarkan koq ya sekarang indikatornya bergerak berbalik...... Sekarang sinyalnya menjadi turun. Serba salah lagi...! Pikiran mulai mencoba menenangkan diri, "ah, paling bentar lagi naik, ah ini cuma lagi retrace sebentar, harga lagi cari angin.... dll), singkatnya OP kita salah dan loss.

Ternyata, Indikator tidak menjamin arah pergerakan. Tambah bingung lagi kan?

Lagi bingung, masuk grup belajar forex, hemm... ada yang posting indikator baru... khakhakhakhaa... Jika Anda belum paham benar tentang indikator itu, tancap gas untuk cepat mencari tahu; download dan tanya-tanya seputar indikator itu dan penggunaannya. Praktekkan... belum habis dipraktekkan, sudah ketemu dengan indikator baru lagi.. maklum,, karena rajin belajar jadi tekun buka web-web belajar forex.... bertemu dengan strategi dan indikator baru... indikator edisi yang lama ditinggal dulu.. khakhakhakha

Begitu seterusnya sampai Anda capek lalu berganti bab belajar: sekarang belajar candle pattern. Ya ya ya... bagus.  Dari begitu banyaknya system yang beredar, system ini memang dapat digunakan sebagai referensi karena sangat simple dan cukup bagus juga sih... Cuma menurut saya system ini mempunyai kelemahan sbb :
1. Kita harus full time melihat pergerakan pola candle.
2. Tidak setiap saat pola candle terbentuk, artinya kita harus sabar melihat untuk OP (menunggu pola candle yang benar2 tepat)

Dalam menanti pola-pola candle itu muncul, nah.. sekarang tangannya yang gak kuat untuk OP. Kelamaan menunggu pola candle terbentuk hehehehe..padahal sudah tidak sabar ingin OP. Bagaimana coba, maunya apa sih kalau sudah begini?

Okey, mungkin kelemahan itu bisa dibantah... tidak apa-apa. Mungkin Anda sudah paham dalam penggunaan time frame. TF yang anda gunakan jika anda menggunakan TF H1 untuk memantau,maka anda hanya perlu mamantau 1 jam sekali...jika anda menggunakan TF H4, maka hanya perlu memantau 4 jam sekali..dan sebagainya. Jadi okey, tidak perlu melototi chart. Tetapi  statement yang ke 2 tentang "Tidak setiap saat pola candle terbentuk, artinya kita harus sabar melihat untuk OP (menunggu pola candle yang benar2 tepat)." itu benar banget.. Tidak setiap pola terbentuk kita masuk..kita hanya masuk saat Candle berada pada Trendline atau pada titik support atau resistence. Saya suka model begini...! Nah, ini kan PR baru buat Anda jika sudah capek dengan indikator... Anda perlu pelajari tentang trendline dan support resistance untuk melengkapi belajar candlestick.  Selain indikator, CandleStick harus menjadi salah satu tools dalam trading system Anda..!

Nah, sekarang sudah meningkat kepada candlestick plus chart pattern, trendline dan support resistance... baru berfikir, " Apakah pengetahuan dan kepercayaan terhadap indikator menjadi sia-sia?" Ya gak laaah... Proses belajar dan memahami beberapa indikator juga merupakan tahapan dalam belajar menjadi trader yang baik. Bahkan menurut saya, pemahaman tentang indikator juga masih perlu koq... kan tidak selamanya indikator itu jelek, jeleknya kan saat Anda loss saja... Anda yang njelek-jelekin indikator khakhakhakahakha... Kalau indikatornya sih tetep bagus.. bikinnya saja sulit, pasti gak satu hari jadi.. Iya kan? Biar tidak berprasangka buruk tentang indikator; anggap saja candlestick juga indikator.

Anda masih ingin informasi yang membuat Anda tambah bingung? khakhakahkahkaha

Okey, dari tadi kita sudah bahas tentang analisa technikal... bagaimana para fundamentalis? Oh ya kalau trader amalisa technikal biasanya disebut para chartist. Mereka percaya bahwa mereka dapat mengetahui pola-pola pergerakan harga kurs di masa mendatang dengan berdasarkan pada observasi pergerakan kurs di masa lalu. Singkatnya mereka memegang jargon ini: “History always repeats it self.” Filosofi ini tentu saja bertentangan dengan para fundamentalis dimana keputusan investasi atas nilai suatu mata uang didasarkan pada faktor fundamental ekonomi, politik dan moneter negara yang bersangkutan. Tuh kan? beda lagi... khakhakhakhakhaaa....!

Maunya apa ini? Tadi sudah dibuat serba salah dengan indikator, sekarang adanya fundamental yang termasuk bagian dari analisa terhadap forex itu sendiri...dan pola trading menjadi berubah.

Tenang saja, secara technikal Anda pun bisa meraup profit koq hehehe. Para chartist, melalui chart inilah mereka dapat melihat trend yang sedang berlangsung, rentang waktu trend, volume transaksi dan level-level psikologis yang ada. Jika Anda telah mampu mengetahui 4 hal tersebut, tentu saja keuntungan besar segera akan mengalir deras ke kocek Anda koq.

Namun sekarang yang menjadi pertanyaan adalah seberapa akurat kemampuan kita memprediksi harga? Nah itulah yang memang harus terus menerus di asah.

Bagaimana para fundamentalis? YA sama saja memiliki peluang... Cuma saja Butuh waktu untuk memperoleh informasi, seringkali bersifat subyektif karena melibatkan banyak pendapat orang dan lebih cocok diterapkan pada long term.

Pokoknya: Tidak ada satu pun metode yang sempurna baik fundamental maupun teknikal. Pengalaman dan diri sendiri memegang peranan penting disini.



Monday, 24 September 2012

Strategi Trading Yang Mudah dan Sederhana (Probabilitas Tinggi Dalam Profit)

Strategi Trading Yang Mudah dan Sederhana (Probabilitas Tinggi Dalam Profit)

Pernahkah Anda menemukan diri Anda pada "posisi yang salah dari perdagangan"? Anda buy dia turun, Anda sell dia naik, Anda tinggal sempat profit tetapi begitu Anda kembali di depan chart, eh sudah minus lagi dan Take Profit belum tersentuh. Banyak trader mengalami hal ini, dan pemula akan selalu mengalami hal ini. Ya ya ya…Salah satu masalah yang mereka miliki adalah dalam menentukan arah tren itu benar. Dan, menentukan trend ini macam-macam. Namun buatlah yang mudah dan sederhana.

Penggunaan Garis trend
Trendline adalah garis pembatas yang menghubungkan dua atau lebih bagian bawah berturut-turut (menggambarkan kekuatan bullish) atau garis pembatas yang menghubungkan dua atau lebih berturut-turut puncak (menggambarkan kekuatan bearish). Sebuah trendline dapat ditarik di sepanjang bagian atas downtrend, atau di sepanjang bagian bawah uptrend.

Sideway (Rentang Pasar Bound) terjadi ketika kenaikan harga berhenti di tingkat yang sama dari kenaikan sebelumnya, dan ketika harga menurun berhenti di tingkat yang sama dari penurunan sebelumnya.

Dalam sebuah tren menurun, setiap penurunan harga turun ke tingkat yang lebih rendah dari penurunan sebelumnya dan menghentikan kenaikan harga masing-masing pada tingkat yang lebih rendah dari kenaikan sebelumnya. Tren penurunan juga dikenal sebagai downtrend.

Trend muncul saat harga akan ke atas atau ke bawah selama periode waktu tertentu. Dalam tren yang meningkat, setiap kenaikan harga mencapai tingkat yang lebih tinggi daripada kenaikan harga sebelumnya dan menghentikan penurunan masing-masing pada tingkat yang lebih tinggi dari penurunan sebelumnya. Tren ini juga dikenal sebagai uptrend.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kekuatan Garis Trend

1. Kerangka waktu yang lebih Panjang. Jika TF lebih panjang, garis trenline yang lebih valid . Contohnya sebuah trendline jangka waktu bulanan akan lebih valid dari jangka waktu seminggu.

2. Kekuatan Trendline. Semakin panjang trendline, akan lebih valid. Trendline yg menunjukkan pola utama periode yang lebih lama, lebih penting daripada garis trend yg pendek.

3. Trendline dengan Jumlah Hit. Harga lebih sering bertemu garis tren, garis tren akan lebih valid. Sebuah garis tren yang terkena 3 kali dengan harga sinyal lebih valid dari garis tren yang hanya menerima 2 hits.

4. Sudut trendline.  Semakin curam garis tren, artinya semakin cepat aksi dari sekelompok trader. Sebuah garis trend yang memiliki sudut 60 derajat menunjukkan aksi lebih cepat dari sekelompok trader dari 45 derajat trendline.

5. Jumlah Volume Perdagangan terhadap arah pergerakan harga. Volume perdagangan yang lebih besar yang bergerak dalam arah yang sama dari garis tren, trendline lebih valid. Jika harga bergerak ke arah garis tren dengan volume yang lebih besar, itu menegaskan tren. Jika harga menarik kembali ke garis tren dengan volume yang lebih kecil, juga menegaskan tren.

Maka bisa dibuat semacam garis Chanel Trend ... Untuk lebih menegaskan pembacaan tren.

Penggunaan Indikator

Menggunakan indicator sah-sah saja… Yg penting Anda merasa nyaman.. Ok sepakat?

Indikator yang memberitahu Anda arah trend pada chart, tidak ada aturan yang baku. Setiap Time Frame juga mengimajinasikan gambaran tren yang berbeda, tetapi setidaknya Anda harus memiliki imajinasi tren ini dalam sebuah indikator.  Ada yang disebut periode 50 Simple Moving Average (SMA). Setiap paket charting akan memiliki rata-rata bergerak yang sederhana dalam kemasannya. Oleh karena itu semua itu harus Anda lakukan yakni mengisi jumlah periode yang Anda inginkan (yaitu 50).

Entri "Indikator" adalah Stochastics Slow dengan pengaturan 14,3,3. Ini mungkin bukan pengaturan default, tetapi sekali lagi, setingan ini dapat dimasukkan ke dalam parameter ketika Anda memuat indikator ini. Ya, daripada bingung Anda bertanya-tanya periode yang tepat berapa ya..? hehehehe… (maaf pemula kesindir) ya serahkan saja kepada yang memiliki ide.

Indikator trend (50 SMA) akan menunjukkan "jangka menengah" arah trend pada time frame pilihan Anda. Saya sarankan menggunakan setidaknya 1 jam atau 4 jam grafik dengan indikator ini. Anda bahkan dapat menggunakan daily chart jika Anda seorang trader jangka panjang (long term). Tidak direkomendasikan  ketika Anda menggunakan frame waktu di bawah 1 jam (60 menit). Sekali lagi, karena ini dalam rangka mengidentifikasi tren.

Pastikan untuk menggunakan Frame Probabilitas Waktu Tinggi!

Fokus pada 1 jam atau 4 jam grafik, biar tidak ribed. Perhatikan dan imajinasikan pergerakan candle,  grafik dan indicator Anda untuk menemukan arah trend yang jelas.

Ketika tren tidak jelas (seperti ketika perdagangan sideways, menyeberang ke atas dan ke bawah SMA, ini sering terjadi). Namun bagaimana menentukan market sideway dalam penggunaannya di indicator?

Trader pemula memang sering bingung kondisi ini, belum bisa membedakan tren yang jelas dan tren tidak jelas.  Ketika indicator sudah menyatakan, “ini tren baru”, begitu Anda masuk posisi malah menjadi sideway. Minus lagi….akhirnya cut loss. Sudah di cut loss, harga berbalik menuju TP Anda yang baru saja close bersama cut loss Anda. Nyengir-nyengir dan mengumpat market.  Padahal Anda sudah sesuai apa yang diajarkan tentang tren. Apanya yang salah?  Lalu Anda pikir ini indikatornya yang salah, lalu Anda tinggalkan…! Bertemu lagi dengan cara menganalisa tren yang lain, strategi baru dengan indikator baru. Apa yang terjadi kemudian? Sampai kiamat pun, indikator atau ‘analisa’ buatan manusia terhadap forex adalah sifatnya “TIDAK SELALU BENAR”. Maka wajar dong, diikuti kadang benar dan kadang error. Cuma jika berpindah indicator, Anda akan memulai hal baru yang perlu penyesuaian lagi, padahal ujung-ujungnya sama > “TIDAK SELALU BENAR”. Kalau begitu, mengapa kita mesti begitu repot sama indicator dan strategi? Mengapa pikiran  kita begitu terkuras untuk mencari-cari strategi yang hollygrail sempurna dan selalu benar. Yang sebenarnya itu tidak pernah ada. Apapun strategi, system didalamnya terletak sebuah kelemahan, sayangnya kelemahan ini ‘sangar’ yakni “TIDAK SELALU BENAR”. Selalu ada kualitas error di urat-urat syaraf sebuah system tersebut hehehehe… Lalu banyak trader “menenangkan diri” dengan berbagai istilah; candle batal, system error, perlu banyak belajar lagi, belum rejeki dll.

“Lalu bagaimana? Aku jadi tambah bingung dan pesimis…!”

Hahahahahahhaa….

Pertama, menyadari hal ini bahwa makhluk ajaib yang bernama forex itu mengerikan seperti gadis zombie! (tambah pesimis.. hihihiii)
Hohohoho… jangan Bro..! Karena forex juga bisa menjadi seperti putri cantik jelita nan rupawan yang rajin kasih duit sama Anda. (semakin pesimis> kenyataannya selama ini yang terjadi sebaliknya, gadis cantik ini malah morotin duit gue!”)

Kedua, Peluangnya adalah pada probabilitas.
Buatlah  system, atau gunakan system yang probabilitas profit lebih tinggi.

“Meski ‘TIDAK SELALU BENAR’” ?

“Ya”

“Kalau loss bagaimana?”

“Ya, gak apa Pak… kan ‘TIDAK SELALU BENAR’.  Kebenaran kan hanya milik Tuhan..! Sekarang, misal Anda tidak mau loss, lalu mempertahankan diri dengan open posisi Anda. Karena Anda tidak mau loss, maka tidak mau cut loss dong (karena harus profit)… sementara harga terus menjauhi open posisi kita. Anda biarkan dan biarkan, alhasil adalah MC. Karena Anda tidak diberi kesempatan profit pun meski Cuma 1 pip. Tuh kan… maunya benar, malah yang terjadi sangat tidak benar nasibnya bagi modal Anda.”

“Jadi harus saya cut loss, jika sudah keluar dari system saya?”

“Ya cut loss, mosok laptopnya yang harus dibanting?”

“Beri contoh tentang strategi yang probabilitsnya tinggi Kang Ninjaa!”

Hahahahahahahahaa…. “Wani piro?”

Ketiga, konsistensi.
Baiknya kita konsistensi terhadap strategi. Buat rule-rule system dan taati secara konsisten. Masukkan didalamnya sinyal-sinyal Open Posisi maupun sinyal cut loss. Lakukan dengan kejam jika Anda harus menjadi algojo forex. Jadilah Si Raja Tega! Lakukan trading dengan penuh kesabaran, jadilah ‘kyai forex yang ahli sabar’
Lakukan trading dengan disiplin, jadilah jendral forex yang nasionalismenya terhadap forex tidak diragukan lagi.

Apapun strateginya sebenarnya tidak menjadi masalah, karena yang menjadi masalah adalah penerapan terhadap sebuah system itu telah dilakukan secara konsisten atau tidak.
Misalkan saja, ini hanya salah satu saja dari strategi menentukan tren, menurut saya probabilitasnya tinggi juga:

Anda seting pair EURUSD TF H1, pasang SMA 8 high dan SMA 8 low, kemudian masukkan lagi SMA 50. Bisa ditambahkan indicator lain missal MACD 5, 13,1 . Sekali lagi ini hanya sebuah contoh sederhana saja melihat tren dan bisa diikuti. Jika kedua SMA (high-low) diatas SMA 50 dan MACD diatas 0 maka kondisi ini menunjukan tren up. Atau sebaliknya, maka kondisi ini adalah tren down.  Kemudian menjadi meyakinkan lagi jika pada TF H4 juga memberi sinyal yang sama.

Kalau belum tercipta kondisi up tren atau down tren namanya “sideway”. Jika mau konsisten OP berdasarkan tren yang jelas, ya jangan OP dulu. 

“Peluang OP bagaimana?”

Pokoknya padukan rule-rule yang saya jelaskan tentang MA, MACD, Stochastic dan trenline. Ini cukup…sangat cukup!!! Anda hanya butuh eksplorasi saja terhadap system ini. Anda harus konsisten dan  Anda harus kreatif dan inovatif  dan rajin membuat trenline.  Mau cari lagi yang kayak apa yang  Anda mau? Yang profitable? Sistem ini saja juga sudah profitable. Probabilits profitable….. Mencari system lain pun sama persoalannya… Terdapat hukum-hukum: Ada OP, ada TP dan ada SL. Jika ada system yang tidak ada  pembatasan risiko money management namanya bunuh diri melalui forex. Apapun system itu…Terlebih  Jika menjanjikan 100 % profit dengan jaminan, itu namanya bulshit setan! Jika pun bisa, tidak akan langgeng karena menyalahi hukum alam trading hehehehe.

Yang Anda butuhkan adalah pengembangan strategi yang lebih baik dan menentukan style trading yang tepat sesuai karakteristik Anda sendiri. Anda harus sabar karena ada proses, perlu jam terbang dan sebagainya. “Dan sebagainya” inilah yang  akan Anda dapatkan dalam pengalaman Anda sebagai seorang trader. Hal ini yang mencetak karakter trading Anda.

“ Bagaimana menentukan SL-nya?”

Analisa dan imajinasikan… Anda bisa menambah indikator lain semacam outo pivot atau lainnya untuk dimasukkan ke dalam system Anda yang fungsinya untuk memasang SL. Atau kalau menggunakan moving average saja ya tinggal melihat posisi MA. Ambil posisi-posisi MA yang berlawanan. Berkreasilah dan inovatif jangan dituntun terus, gak  akan mandiri-mandiri. Praktek dan praktek, kembangkan dirimu….Lakukan uji coba- uji coba. Misal trend melihat time frame yang lebih panjang, kemudian untuk  entry-nya Anda melihat sinyal rule di TF M15 dan OP searah dengan tren yang terjadi. Dan masih banyak hal yang bisa dieksplorasi dan ini tugas Anda.  Jadilah diri Anda master buat diri sendiri..!

“Bagaimana jika dipadukan dengan stochastic, Kang Ninjaa… tadi Anda sempat sebut-sebut sctochastic 14,3,3?”

Berikut adalah cara menggunakan strateginya!

Setelah kita memiliki tren yang jelas, up  atau downtrend, maka kita menunggu sinyal masuk di arah trend itu. Selain strategi yang saya sebutkan diatas atau jika menggunakan indikator lain semisal stochastic maka perlu perhatikan:

Kapan Anda mendapatkan sinyal Stochastic membeli atau menjual?

Sinyal buy datang ketika SMA 50 yang mengarah ke atas dan dua baris Stochastic pergi ke (atau di bawah) tingkat/level 20 (garis bawah horizontal pada grafik) dan kemudian menyeberang satu sama lain dan berpaling ke atas.

Sinyal  sell  terjadi ketika SMA 50 mengarah jelas ke bawah dan  garis Stochastic pergi ke atau di atas level 80 (garis horizontal atas) dan kemudian menyeberang satu sama lain dan ujung kepala ke bawah.

Kuncinya open posisi adalah  HANYA jika memasuki sinyal yang ada di arah bahwa SMA 50 yang menunjuk sinyal dan tidak bertentangan dengan indicator yang buat konfirmasi. . Jadi mari kita satukan semua secara bersama-sama. Jika konfirmasi telah didapat, lakuakn transaksi dengan hasil profit atau pun tidak profit (kena SL). Atau bisa juga Anda konfirmasikan dengan high low daily, jika memungkinkan untuk tidak menggunakan SL, karena target daily telah terpenuhi Anda pun bisa mensiasati dengan strategi averaging daripada penggunaan SL. Asal Anda juga perhitungan terhadap money manajement trading Anda.

Menyatukan semuanya! Forex terlalu kompleks untuk dijelaskan dan dipahami sepintas.

Begini saja, kalimat yang mudah dipahami dan sederhana:
Jika, misalnya, di sisi kiri dari grafik kita akan memiliki kecenderungan yang jelas mengarah ke atas, itu akan ditunjukkan oleh kemiringan ke atas khas dari SMA 50. Oleh karena itu, kita hanya akan mengambil sinyal buy Stochastic.

Kemudian bayangkan pasangan masuk ke dalam kisaran sideways (tidak ada trend didefinisikan) dalam hal ini kita tidak akan mengambil perdagangan. Kita juga bisa menunggu tren lain muncul atau kita hanya bisa pergi ke lain grafik dengan arah tren yang berbeda. Tapi katakanlah kita hanya akan menunggu tren lain muncul.

Katakanlah kita melihat bahwa di sisi kanan dari grafik ini arah trend berubah jelas menurun. Oleh karena itu, kita hanya harus melihat untuk memasuki sinyal menjual Stochastic.

Menggunakan strategi sederhana ini, Anda tidak akan memiliki masalah menentukan arah trend yang tepat (yang mana trader pemula sering bingung) dan Anda tidak akan memiliki masalah mengetahui kapan strategi memberitahu Anda sinyal untuk mengambil membeli atau menjual  dan Anda akan tahu mana sinyal probabilitas tinggi dengan menyaring sinyal dalam  arah trend (sebagaimana didefinisikan oleh SMA 50).

Berikutnya  adalah cara untuk Mengelola Risiko Anda di Perdagangan!

Pastikan untuk menempatkan stop loss (atau entry order berlawanan) di sisi berlawanan dari moving average. Dengan kata lain, jika moving average  yang menunjuk ke atas dan Anda membeli, maka stop loss Anda perlu berada di bawah moving . Jika moving average adalah menunjuk ke bawah dan Anda memasukkan perdagangan menjual, maka Anda sebaiknya  berhenti dari perdagangan Anda (atau entry order berlawanan) berada di atas moving average.

Mulailah dari perdagangan dengan volume yang kecil. Jika Anda harus kena stop loss, tidak akan menyita pikiran Anda karena stress. Anda tetap santai dan menikmati trading Anda. Silahkan buat aturan MM sendiri dalam trading Anda. Anda yang lebih tahu tentang keuangan Anda dan yang siap diresikokan.

Anda  dapat mengambil keuntungan ketika pasangan telah diperdagangkan jauh dari titik entry Anda.  Anda bisa menerapkan konsep trailing stop atau SL + 1, atau ketika tren jelas berubah ke arah yang berlawanan. Skenario ini akan menjadi yang terbaik untuk pemula.

Akhirnya,
Penjelasan ini memberikan informasi yang baik: PERTAMA,  menentukan arah trend pada time frame yang yang lebih lama dan kemudian KEDUA memberitahu Anda kapan harus masuk dan kapan harus keluar, KETIGA Anda mengetahui ketidakjelasan arah trend  pada market sideway.  KEEMPAT, Anda tahu bahwa strategi ini “‘TIDAK SELALU BENAR’

Kabbboooooooooorrrrrr……!!!!!

Wednesday, 29 August 2012

TRADING SEDERHANA TAPI PROFIT DENGAN MACD


Trader forex banyak yang belum tahu bagaimana menggunakan indikator MACD. Maklum, terlalu banyak yang dipelajari di forex. MACD (Moving Average Convergence Divergence-indikator) adalah indicator trend yang digunakan untuk salah satu analisis teknis. Ini dikembangkan oleh Gerald Appel. Banyak trader  tidak tahu bagaimana menggunakan MACD dengan benar. Ini adalah salah satu indikator yang paling dapat diandalkan. Indikator MACD dapat digunakan untuk mengukur kekuatan pergerakan harga serta menentukan arah tren. Garis MACD dihitung dengan mengambil perbedaan antara rata-rata lebih panjang-pendek dan periode-periode bergerak eksponensial. Ini adalah interaksi dari kedua moving average yang memberikan indikasi pergerakan.

Seiring waktu, dua moving average  terus konvergen divergen . Rata-rata eksponensial digunakan karena mereka merespon lebih cepat terhadap perubahan harga, karena lebih berat ditempatkan pada harga yang paling terbaru dibandingkan dengan harga sebelumnya.

Garis fast MACD dihitung dengan mengambil perbedaan antara dua Moving Averages eksponensial (EMA) -  12 dan 26 EMA periode. Garis sinyal MACD adalah EMA dari garis MACD fast (yang biasanya menggunakan periode EMA 9 dari garis MACD fast). Sebuah sinyal jual dihasilkan ketika MACD melintasi di bawah garis sinyal, dan sinyal posisi beli   ketika MACD melintasi di atas garis sinyal. Selain itu, lokasi-lokasi crossover dalam kaitannya dengan garis nol dapat  membantu dalam menentukan titik beli dan jual. Sinyal bullish lebih signifikan ketika persimpangan dari garis MACD di atas garis sinyal berlangsung di bawah garis nol. Konfirmasi terjadi ketika kedua garis melewati di atas garis nol.

Anda dapat melakukan percobaan dengan periode yang digunakan untuk MACD. Selain default (12, 26, 9) yang awalnya diusulkan oleh Appel, Anda dapat mencoba untuk periode yang lebih pendek lebih  kerangka waktu perdagangan. MACD juga menunjukkan jika pasar overbought atau oversold. Ketika itu overbought, juga berisiko untuk melanjutkan trend..karena bisa jadi trend begitu strong. Sering juga terjadi retrace, pembalikan sementara…  dan ketika oversold, demikian juga. Ketika pasar overbought, Bulls (pembeli) dapat mulai mengumpulkan profit mereka (mereka menjual) setiap saat sehingga harga turun dan ketika pasar oversold, Bears (penjual) dapat mulai membeli setiap saat sehingga harga dapat naik. Jadi, jika melawan MACD juga berbahaya. Bagaimana baiknya? Bisa kita padukan dengan indicator-indikator lain. Saya sendiri lebih suka jika  keadaan oversold dan overbought, memilih strategi counter trend, menggunakan jurus averaging dimulai pada saat-saat kondisi seperti itu, NO LOCK! Yang penting, pengaturan  MM dijaga dengan baik, misal ketahanan 10000 pip untuk  awal OP untuk strategi averaging yang dilandasi dengan MACD overbought atau oversold. Sedang averagingnya bisa menggunakan  15-20 step dengan lot yang  dinaikkan missal multipler 1.0. TP selalu sesuaikan begitu profit, equity bertambah close all. Mudah kan?

Jika posisi belum overbought atau oversold, dan sudah mengambil posisi, Anda bisa mengamankan dulu dengan lock. Untuk membuka lock sabar menunggu sinyal berikutnya, syukur sabar menunggu overbought oversold, baru membuka lock dan mulai strategi averaging dikeluarkan untuk mengatasi masalah floating dan mengakhiri penderitaan. Begitu  plus.. close all.

Anda bisa ikuti petunjuk saya nih…! Pasang dulu MACD. Kemudian drag indicator moving average ke area MACD, pada set up bisa pilih EMA 8 dan EMA 18 (di drag satu persatu) pada aplikasi to pilih: First Indicator Data. Chart time frame H1. Maka hasilnya akan seperti ini:


Anda bisa trade dengan posisi mengikuti cross EMA yang ada pada MACD, sambil melihat posisi MACD. Padukan keduanya. Untuk OP perhatikan indikator-indikator yang konfirmasi. Untuk indikator di chart bisa pula dipasang EMA 14, OP lebih baik ketika harga lebih dekat dengan posisi EMA 14.

Anda dapat membuat keuntungan besar ketika Anda menggunakan MACD sebagai konfirmasi perdagangan forex Anda. Artinya, Anda harus menggunakannya dalam kombinasi dengan indikator lain yang dapat dipercaya untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Kalau Anda punya setingan lain dan ingin menyempurnakan ini ya silahkan saja..

Yang penting bisa untuk membuat profit dan Anda nyaman dengan system yang Anda pakai. Itu kuncinya..!

Semoga cara trading sederhana ini bisa memperbaiki nasib Anda yang berkali-kali loss melulu..! Aamiin.

Untuk membuat akun Fxclearing, silahkan klik disini!

Thursday, 2 February 2012

PARABOLIC SAR

PARABOLIC SAR
Menentukan Open Posisi (Buy/Sell) dan Stop Loss Menggunakan Parabolic SAR


Sebelum saya membahas penggunaan indicator Parabolic SAR untuk menentukan Open Posisi dan menentukan Stop Loss nya alangkah baiknya kita mengetahui Sejarah dari Parabolic SAR. Sebagai Penghormatan kita terhadap orang yang telah membuat indicator ini. MR. Grin
Pada tahun 1978 Dalam bukunya “New Concepts in Technical Trading”, J Welles Wilder memperkenalkan Parabolic SAR (biasa disingkat penyebutannya hanya dengan SAR saja) bersama dengan RSI sebagai salah satu indikator utama dalam bertrading. SAR sendiri merupakan kependekan dari Stop And Reverse yang kurang lebih diartikan sebagai indikator penentu titik Stop Loss dalam trading. Dalam perkembangannya dikemudian hari, Parabolic SAR menjadi salah satu indikator efektif dalam menentukan kondisi market yang sedang trend (trending market) bersama dengan fasilitas yang bernama Trailing Distance yang banyak disediakan pada berbagai platform forex trading.

SAR


Titik SAR selalu berada di arah yang berlawanan dengan pergerakan harga, jika harga sedang dalam trend naik, maka titik SAR akan berada di bawah dan sebaliknya jika harga bergerak turun maka titik SAR akan berada di atas Chart. Kegunaan dari Parabolic SAR sama persis dengan Moving Average atau trend indicator lainnya. Hanya saja Indicator Parabolic SAR diciptakan untuk mengeliminir kekurangan dari indicator MA yaitu sifatnya yang membentuk kurva sehingga sering terjadi mis interpretasi. Dengan Parabolic SAR yang berupa titik, trend naik atau turun menjadi terlihat kelihatan lebih pasti dan tidak lagi menimbulkan salah tafsir.


Pada SAR, ketika harga sedang dalam trend naik, maka titik SAR berada di bawah dari pergerakan harga. Dan sebaliknya ketika market sedang dalam trend turun maka titik SAR berada di atas dari pergerakan harga.

keistimewaan SAR PARABOLIC


Ketika Trend Naik Maka titik SAR akan berada di bawah Candle Stick. Di situlah kita akan melakukan Open Posisi Buy. Saran saya ketika Trend naik jangan mencoba melawan trend yang sedang terjadi dengan mengambil posisi Sell di khawatirkan harga akan kembali ke trend semula dank an membuat kita Loss Besar jika tidak memasang StopLoss.


Ambil posisi Buy ketika titik SAR telah muncul, dan gunakanlah indicator lain untuk mengkonfirmasi sinyal tersebut. Kalau aku sih menggunakan Stochastic untuk mengkonfirmasi sinyal dari SAR. Jadi caranya seperti ini, Jika titk sar telah muncul di bawah chart dan indicator stochastic telah bersilangan dan mengarah keatas maka kita dapat mengambil posisi Buy.
Parabolic SAR juga memiliki keistimewaan lain yaitu titik SAR tersebut dapat di jadikan area untuk memasang StopLoss. Jadi StopLoss di pasang di titik SAR pertama. Dan kita bisa menaikan stop los ketika harga terus naik untuk melindungi Profit. Atau kita bsa menggunakan trailing Stop.
Down Trend
Ketika Trend Turun Maka titik SAR akan berada di atas Candle Stick. Di situlah kita akan melakukan Open Posisi Sell. Saran saya ketika Trend Turun jangan mencoba melawan trend yang sedang terjadi dengan mengambil posisi Buy, di khawatirkan harga akan kembali ke trend semula dank an membuat kita Loss Besar jika tidak memasang StopLoss.


Untuk membuat akun Fxclearing, silahkan klik disini!

Friday, 16 December 2011

INDIKATOR UNTUK REVERSAL

Jika Anda trading Forex, anda perlu tahu tentang pembalikan tren Forex, karena tentu saja, jika Anda mengikuti tren, Anda perlu tahu kapan untuk mengambil keuntungan. Jika Anda adalah trader yang ingin masuk ke sebuah tren baru, Anda perlu tahu bagaimana tren baru yang potensial dengan perimbangan risiko tertentu. Ya Anda membutuhkan indikator untuk reversal.

Indikator terbaik untuk pembalikan tren, apa ya? indikator untuk reversal....

Ada sebenarnya beberapa indikator tren pembalikan terbaik, jika digunakan dengan cara yang tepat akan membantu Anda mendapatkan sinyal trading dengan akurasi yang lebih besar.

Bagan Pembalikan pada pola candle

Anda dapat melihat grafik formasi bottoms and double tops, triple tops, head and shoulders, tops and bottoms and rounding tops and bottoms.

Candlestick Charts

Ada banyak formasi candlestick yang dapat menunjukkan pembalikan grafik dan salah satu yang paling populer adalah "the hanging man" dark cloud cover” “Harami” and “Harami Cross”. Alasan mengapa formasi grafik candlestick begitu baik dalam hal mendeteksi sinyal reversal adalah hubungan antara open, high, low and close dan hal ini mencerminkan sebuah ungkapan psikologi pedagang. Ada beberapa formasi candlestick yang memperingatkan bahwa tren akan terjadi pembalikan. Silahkan dipelajari lebih lanjut dan tanyakan pada mbah GOOGLE.

Apabila dengan indikator:

Stochastic

Stokastik ini telah ada sejak akhir tahun lima puluhan dan dirancang oleh George Lane dan tetap menjadi salah satu indikator terbaik untuk pembalikan tren. Stokastik mengukur kecepatan harga dari setiap pasangan mata uang. Cara untuk menggunakan stokastik adalah untuk melihat perbedaan dari indikator stokastik dari tren harga yang dapat memperingatkan dari pembalikan harga. Stokastik pada dasarnya sangat mudah digunakan:

Ketika Stochastic berada di atas 80 atau di bawah 20, pembalikan biasanya sangat dekat atau hampir. Anda kemudian perlu untuk melihat divergensi bullish atau bearish terhadap tren yang berlaku dan melihat untuk mengambil posisi di crossover. Dari semua indikator pembalikan tren dapat Anda gunakan indikator ini, tentu saja dipadukan dengan indikator laiin yang sesuai untuk konfirm.

Relative Strength Index


Relative Strength Index RSI menunjukkan seberapa kuat harga adalah dengan membandingkan downward and upward Indikator berasal dari J.W. Wilder dan pertama kali ditampilkan dalam buku klasiknya " “New Concepts in Technical Trading” " yang pertama kali diterbitkan kembali pada tahun 1978, tetapi masih tetap menjadi salah satu indikator yang paling populer saat ini dengan para pedagang FX. Cara untuk menggunakan indikator sederhana:

RSI dapat digunakan untuk mengidentifikasi tingkat jenuh beli ketika bergerak di atas 70, dan tingkat oversold ketika bergerak di bawah ini di bawah 30 dan ini memperingatkan langkah counter trend. Kita bisa mengatur kembali setingan yakni berada di atas 80 dan di bawah 20. Di level-level itu terjadi overbought dan oversold.

Bollinger Bands

Bollinger Bands memberikan ukuran Standar deviasi yang memberikan indikasi dari volatilitas dari setiap pasangan mata uang, dengan mengukur seberapa luas harga saat ini dari harga rata-rata.

Semakin besar perbedaan antara harga real time dan harga rata-rata jangka panjang, semakin tinggi standar deviasi atau volatilitas dari pasangan mata uang. Lalu mengapa ini begitu penting?

Dalam setiap pasangan mata uang, nilai pasar cenderung naik perlahan-lahan selama jangka panjang. Harga mungkin menjadi stabil dalam jangka pendek, tetapi jangka pendek memiliki lonjakan harga yang bergerak menjauh dari rata-rata. Semua lonjakan harga cenderung memudar dan harga biasanya akan datang kembali untuk lebih lama di rata-rata yang bergerak panjang. Ketika harga lonjakan keras terhadap band luar atau melebihi garis band, Anda dapat mulai mencari sinyal dimana pembalikan tren kembali ke harga rata-rata.

Anda bisa menggunakan indikator pembalikan/reversal lain dalam Strategi Trading Anda

Indikator pembalikan tren, semua bisa menjadi efektif dalam melihat puncak harga atau harga di bawah, Anda perlu meyakinkan indikator untuk bekerja ke dalam strategi secara keseluruhan, dengan aturan yang Anda memiliki keyakinan masuk. Juga perlu diingat, apapun indikator yang anda menggunakan tidak akan dapat diandalkan sepanjang waktu dan tidak ada yang terbaik dalam indikator pembalikan.

Jika Anda menggunakan indikator pembalikan diatas dalam cara yang tepat, Anda segera akan menemukan diri Anda trading dengan peluang kesuksesan yang lebih baik dengan sinyal trading Anda. Ini akan membantu Anda untuk mengunci keuntungan sebelum tren berakhir tapi tentu saja yang perlu Anda pertimbangkan adalah faktor resiko.
Untuk membuat akun Fxclearing, silahkan klik disini!
Semoga bermanfaat!

Friday, 25 November 2011

TENTANG INDI ADX

TENTANG INDI ADX
ADX INDI

Indikator ini untuk mengukur kuat/lemah suatu Trend, Uptren/Downtren
Indikator ini terdiri dari :
1. Garis ADX (Warna Hijau)
2. Garis D- (Warna Merah)
3. Garis D+ (Warna Biru)

Cara penggunaannya :
Garis ADX berada di daerah 0-20 = jangan ambil posisi, karena harga masih dalam tahap konsolidasi (posisi A pada gambar)

Garis ADX berada di daerah 20-30 = Siap-siap ambil posisi, karena didaerah ini harga mulai bergerak baik Uptren atau downtren (posisi B pada gambar)

Garis ADX berada di daerah 30-40 = Tren yang terjadi sedang KUAT, baik uptren maupun Downtren. (posisi C pada gambar)

Garis ADX berada di daerah 40-100 = Tren yang sedang KUAT, sebentar lagi akan berakhir (posisi D pada gambar
Sedangkan Garis D- dan D+ berguna untuk :
D+ memotong D- dari bawah, signal Uptrend
D- memotong D+ dari bawah, signal Downtrend
sEMOGA bERMANFAAT

By Hartono Forx Cadipa

Untuk membuat akun Fxclearing, silahkan klik disini!

Monday, 21 November 2011

Analisa Forex Hari Ini, Senin, 21 November 2011

Analisa Forex Hari Ini, Senin, 21 November 2011
Analisa Forex Hari Ini, Senin, 21 November 2011

Ini adalah analisa pergerakan harga dan bukan merupakan signal buy atau sell. Bijaklah dalam mengambil keputusan. Semoga profit hari ini!

Euro/Usd

Selama harga masih di bawah 1.3550 kemungkinan harga akan menguji nilai 1.3441 atau bahkan 1.3400. Bila harga mampu break di 1.3550 kemungkinan akan sampai di 1.3608 atau bahkan 1.33650

Gbp/Usd

Selama harga masih di bawah 1.5808, Tampaknya Gbp/Usd akan bergerak di area 1.5729 bahkan 1.5693. Lakukan sell setinggi mungkin.

Sumber: http://www.fxkampung.com/analisa-forex-hari-ini/

Tuesday, 8 November 2011

ANALISA HARI INI 8 NOVEMBER 2011

Analisis USDCHF.

USDCHF break di atas 0,8958 resistensi, menunjukkan bahwa uptrend dari 0,8569 telah kembali. Kemungkinan naik lebih lanjut masih mungkin dalam beberapa hari, dan target akan di 0,9150-0,9200. Support sekarang di garis uptrend pada 4-jam chart,Dalam perjalanan uptrend sempat menguji garis tren 0,8958. Dia hanya retrace dan kembali menuju uptrend-nya. Jika dia kembali down melampaui 0,8875 maka peluang besar untuk kembali menuju downtrend.

Analisis EURUSD.

EURUSD diperdagangkan dalam kisaran sempit antara 1,3609 dan 1,3872 selama beberapa hari. Peluang naik menuju 1,3950-1,4000 adalah daerah untuk mencapai puncak siklus berikutnya pada grafik 4-jam.

Kunci supportnya pada 1,3609, jika break di bawah tingkat ini, maka EURUSD bisa dikatakan memberi sinyal downtrend.

Analisis GBPUSD.

GBPUSD naik dari 1,5876 kemungkinan akan dimulainya kembali uptrend dari 1,5272. Selanjutnya untuk menguji resistensi tinggi sebelumnya 1,6165 diharapkan hari ini tercapai, break di atas tingkat ini bisa memicu kenaikan lagi menuju 1,6400. Support utama adalah pada 1,5876, hanya break di bawah tingkat ini dapat menunjukkan bahwa konsolidasi lebih panjang daripada uptrend yang sedang berlangsung.

Saturday, 29 October 2011

MENGIDENTIFIKASI TREND

Salah satu alat yang paling sederhana untuk menentukan tren atau mengidentifikasi trend di pasar forex adalah menggambar trendline. Trendlines tidak hanya akan membantu Anda menetapkan arah trend, tetapi juga mengidentifikasi support dan resistance. Jadi, mengapa menggambar trendline harus
dilakukan? Ini menunjukkan tentang tindakan harga masa lalu dan juga memberikan Anda sebuah indikasi arah masa depan pasar.

Bagaimana Anda menggambar trendlines? Dalam trend naik, menghubungkan dua ujung tertinggi  dengan garis. Itu saja! Dan dalam downtrend, menghubungkan dua ujung terendah  dengan garis lurus. Sekarang, kemiringan trendline dapat bercerita banyak tentang kekuatan dari sebuah tren. Sebagai contoh, sebuah trendline curam menunjukkan sikap bullish ekstrim dari pembeli.

Sekarang, indikator teknis lain yang digunakan untuk mengukur arah dan kekuatan dari tren adalah Average Directional Index  (ADX). Nilai di atas 30 di ADX berarti tren yang kuat sementara dibawah 20 mengindikasikan rentang perdagangan atau tren tidak ada. Semakin tinggi nilai ADX di atas 30, berarti tren kuat.

Indikator lain yang populer yang dapat digunakan untuk mengkonfirmasi kekuatan tren adalah Stochastic. Stochastic terdiri dari dua garis %K dan %D yang diplot pada skala 0 sampai 100. Angka diatas 80 berarti gerakan ke atas kuat dan pembacaan di bawah 20 merupakan gerakan ke
bawah yang kuat. Begitu Anda telah menentukan kekuatan tren, mengkonfirmasi kekuatan
tren dengan kemiringan Stochastic. Stochastic harus memiliki kemiringan tinggi-tinggi dalam kasus uptrend yang kuat dan sebaliknyadalam kasus downtrend yang kuat.

Hal lain yang harus Anda perhatikan adalah bahwa ketika price acion membentuk high low,  Stochastic juga membuat high  low. Hal ini menunjukkan tren yang kuat yang paling mungkin untuk melanjutkan. Jika hal ini tidak terjadi, maka tren yang paling mungkin adalah berbalik. Anda juga dapat menggunakan MACD (Moving Average Convergence Divergence) membantu mengidentifikasi trend ini. Sebelum mengidentifikasi tren,  sangat penting untuk menentukan kerangka waktu yang sesuai dalam grafik. Oleh karena itu, jika kita berencana untuk mengidentifikasi tren intra-hari - kita akan melihat grafik intra-hari (menit ke jam), tidak pada yang mingguan atau bulanan. Jika kita ingin mengidentifikasi tren jangka panjang, grafik harus berisi pasar bergerak sejak bulan dan tahun yang lalu.

Untuk daytrader, pengalaman saya adalah menggunakan dari mulai M15, H1, H4, dan daily. Untuk melihat tren yang lebih panjang lagi gunakan weekly dan monthly. Disana, dengan trenline kita akan memahami trend sebenarnya, dan tren apa yang sedang memimpin saat ini. Sehingga, sebelum saya trading, kita sudah tahu, dan sudah menseting di otak kita, saya jam ini atau hari ini hanya akan mengambil posisi apa... buy atau sell saja. Minimal, kita akan melihat tren yang lebih panjangnya. Saya sih suka melihat trendline di H1 dan H4 saja, dan eksekusi pake M15 untuk menentukan dimana posisi yang tepat. Dan karena saya kadang menggunakan EACT - NTS, maka saya akan membuat trendline untuk dasar saya menghidupkan EA nya.

Dan seringkali trenline membantu menyelamatkan kita dari badai floating. Apalagi penggunaan EA martiangle. Hemmm... trenline sangat dibutuhkan untuk tujuan ini. Tinggal kita seting EA only buy atau only sell. Jadi EA akan bertindak sesuai yang kita rencanakan, lalu pekerjaan pasrahkan sama tuyul yang akan bekerja ini. Jika sudah bisa mengidentifikasi trend sebenarnya lebih enak jika kita menggunakan EA averaging. Caranya seperti itu yang saya sebutkan.


Jika Anda masih memilih untuk menggunakan alat teknis lain untuk mengidentifikasi tren, bisa menggunakan Moving Averages periode 200. Garis Moving Average akan bergerak bersama dengan tren pasar, tertinggal lebih atau kurang tergantung pada pengaturan periode MA-nya.  Jadi, jika MA  bergerak naik dan harga diatas MA- trend ke atas, jika MA bergerak turun dan harga dibawah MA - tren menurun. Jika dipadukan dengan trendline, dapat lebih mudah untuk mengidentifikasi karena trenline akan membantu menentukan titik terendah dan tertinggi saat Anda sedang mencari 'terminal kecil atau terminal besar" untuk harga, setelah terendah akan lebih rendah lagi / tertinggi dan akan lebih tinggi lagi.

Garis trend digunakan untuk menghubungkan terendah dengan lebih rendah / lebih tinggi, tertinggi atau terendah / tertinggi.  Kedua garis trend dan Moving Averages jauh lebih berguna untuk tujuan lain seperti mengidentifikasi zona support / resistance  dan rentang perdagangan.

Mari kita mendefinisikan tren - tren adalah program / kecenderungan atau arah dari pasar keuangan.

Ulangi: arah. Sekali lagi: ARAH.

Kemana arah pasar berjalan? -

Kembali ke apa yang saya sebutkan sebelumnya - bahwa Anda tidak harus menjadi pedagang yang berpengalaman, juga memiliki gelar MBA, untuk mengidentifikasi arah mana obyek bergerak. Ini adalah sesuai akal sehat.

Prinsip yang sama berlaku untuk tangga: ketika naik tangga, setiap tangga yang baru adalah pembentukan rendah lebih tinggi, tinggi dan lebih tinggi (rendah, rendah dan tertinggi lebih rendah ketika turun tangga).

Salah satu teknik untuk mengidentifikasi tren adalah untuk menggambar garis horizontal imajiner di tengah grafik. Jika garis dimulai dari bagian bawah dan berakhir di bagian atas - tren bullish. Sebaliknya untuk bearish: garis  mulai dari bagian atas, berakhir di bagian bawah - tren bearish.

Tapi bagaimana dengan sideway? Dalam kasus itu dimulai sekitar garis horizontal membagi grafik dan berakhir sekitar garis yang sama dan deviasi vertikal dari garis horisontal diabaikan - trend sideway. Ketika bergerak ke samping, pasar tidak membentuk serangkaian tertinggi lebih tinggi / rendah atau menurunkan nilai tertinggi / terendah - tapi orbit sekitar tingkat yang sama, yakni di (median) horisontal:

Apakah kita perlu garis trend dan alat-alat teknis lainnya untuk mengidentifikasi trend? Jelas tidak harus. Kita bahkan tidak harus menambahkan catatan pada grafik di mana tertinggi lebih tinggi / rendah atau menurunkan nilai tertinggi / terendah terbentuk. Kalau sudah terbiasa dengan mata telanjang pun kelihatan koq heehehehee... alatnya ya.. mata dan otak. Maka kadang trader bergaya naked trading, tetapi dia selalu profit. Kita heran, padahal dia cuma mengandalkan mata telanjang untuk melihat trend dan pengaturan di otak untuk mengatur MM nya, jadi ya Anda gak liat nempel di grafik... lha kan semua alat ada didalam dirinya.... hehehhee..

Tuesday, 25 October 2011

INDIKATOR: LEADING INDIKATOR DAN LAGGING INDIKATOR

INDIKATOR: LEADING INDIKATOR DAN LAGGING INDIKATOR
Indicator itu memiliki tiga fungsi: untuk kewaspadaan, untuk konfirmasi dan untuk memprediksi. Hapalkan huehahhahahhaaa...!

Indikator dapat bertindak sebagai peringatan terhadap pergerakan harga. Indikator juga dapat digunakan untuk mengkonfirmasi alat analisis teknis yang lain. Misal, jika ada breakout pada grafik harga, indikator yang sifatnya crossover yang bergerak sesuai, bisa berfungsi untuk mengkonfirmasi breakout itu. Misalnya menggunakan trenline atau indi lain untuk mengkonfirmasinya agar kelemahan suatu indikator bisa dideteksi.   Beberapa trader menggunakan indikator ini untuk memprediksi arah harga di masa depan.

Indikator menunjukkan arah. Hal ini mungkin terdengar mudah, tapi kadang-kadang trader mengabaikan hal-hal lain dari pergerakan harga  dan fokus hanya pada indikator. Indikator Harga sebagai Filter aksi. Dengan demikian, mereka adalah refleksi tidak langsung dari aksi harga. Ini harus dipertimbangkan ketika akan menerapkan analisis. Dalam setiap analisis, suatu indikator harus diambil untuk menganalisa pergerakan harga, meski masih dalam pikiran. Apa yang akan dikatakan  indikator tentang prediksi harga kedepan? Apakah tindakan harga semakin kuat atau semakin Lemah?

Bahkan, meskipun (mungkin) indikator mengatakan sinyal membeli dan menjual dengan jelas, sinyal harus diambil dalam konteks dengan alat analisis teknis. Artinya, Sebuah indikator dapat memberi sinyal beli/buy, tetapi jika pola grafik menunjukkan descending triangle dengan serangkaian puncak menurun, indikator itu memberi sinyal palsu.

Seperti biasa dalam analisis teknis, belajar bagaimana membaca indikator adalah lebih merupakan seni daripada sains.  Melalui studi yang cermat dan analisis, keahlian dengan berbagai indikator akan berkembang dari waktu ke waktu. Keahlian ini berkembang, nuansa tertentu untuk memperoleh setingan favorit akan menjadi jelas.

Ada ratusan indikator yang digunakan saat ini, dengan indikator baru yang dibuat setiap minggu. Puluhan indikator dibangun, dan bahkan memungkinkan pengguna untuk membuat sendiri. Bahkan dengan pengenalan ratusan indikator baru, beberapa indikator benar-benar menawarkan perspektif yang berbeda dan layak mendapat perhatian. Indikator yang biasanya layak mendapat perhatian yang besar adalah mereka yang telah beberapa waktu yang lama dan teruji, biasanya dilakukan orang lain, dan itu pun yang memberitahukan mereka juga. 

Ketika memilih indikator yang akan digunakan untuk analisis, pilihlah dengan hati-hati. Oh ya, Upaya untuk memasang lebih dari enam indikator biasanya sia-sia, bikin mumet!  Hal yang terbaik adalah fokus pada dua atau tiga indikator dan mempelajari seluk-beluk dan ciri khas dari indikator itu.Ini akan lebih baik. Cobalah untuk memilih indikator yang saling melengkapi, bukan yang memiliki langkah  serempak dan menghasilkan sinyal yang sama. Sebagai contoh, akan berlebihan manakala menggunakan dua indikator  untuk menunjukkan tingkat overbought dan oversold, seperti Stochastic dan RSI. Keduanya sama-sama sebagai momentum mengukur  telah overbought/oversold. Ngapain harus dipasang keduanya?

leading indikator

Seperti namanya, indikator yang sifatnya mendahului yang dirancang untuk memimpin pergerakan harga.  Sebagai contoh, Stochastic Oscillator 20, itu artinya dia akan menggunakan 20 hari terakhir sebagai aksi harga (sekitar sebulan) dalam perhitungannya. Semua pergerakan harga sebelumnya akan diabaikan. Beberapa indikator  yang lebih populer termasuk Commodity Channel Index (CCI), Momentum, Relative Strength Index (RSI), Stochastic Oscillator dan Williams% R.


Manfaat dan Kerugian Indikator Leading

Ada manfaat yang banyak dengan menggunakan indikator yang memberi sinyal didepan. Memberi  sinyal lebih awal untuk masuk dan keluar itu keuntungan utama. Leading indikator menghasilkan sinyal yang lebih awal dan memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk perdagangan. Sinyal dini juga dapat bertindak untuk peringatan dini terhadap kekuatan potensial atau kelemahan tindakan harga. Karena mereka menghasilkan sinyal yang lebih awal, indikator yang memberi sinyal didepan tentu bagus digunakan di perdagangan. Indikator-indikator ini dapat digunakan dalam tren pasar, tetapi biasanya dengan tren utama, bukan trend minor.  Dalam pasar tren naik, penggunaan indikator ini untuk membantu mengidentifikasi kondisi jenuh jual untuk peluang membeli. Dalam pasar yang tren turun, indikator leading dapat membantu mengidentifikasi situasi jenuh beli untuk peluang menjual.

Dengan sinyal awal, prospek dan harapan yang lebih tinggi dan dengan hasil yang lebih tinggi. 
Sinyal yang lebih awal, harap dibantu dengan indikator lain untuk  kemungkinan adanya sinyal palsu.Ini untuk mengurangipotensi kerugian.

lagging indikator

Seperti namanya, indikator lagging mengikuti pergerakan harga dan biasanya disebut sebagai indikator mengikuti tren. Jarang, atau  jika pernah, indikator ini akan bisa memimpin harga. Dimana indikator bekerja dengan baik ketika pasar pada tren yang kuat. Indikator ini mengikuti tren. Mereka dirancang untuk pedagang/trader yang mengingingkan tren yang utuh. Dengan demikian, indikator ini tidak efektif dalam perdagangan  pasar sideway. Jika digunakan dalam pasar trading, indikator tren- berikut kemungkinan akan memberikan sinyal palsu. Beberapa tren populer berikut indikatornya meliputi moving average dan MACD.

Kesimpulan
Leading Indicator (mendahului trend), artinya indikator bergerak mendahului trend, bermanfaat ketika harga bergerak dalam trend jangka pendek, indikator ini membantu kita memprediksikan atau memperingatkan tentang perubahan harga yang akan terjadi. Dengan begitu peluang keuntungan lebih besar, begitu pula resikonya juga tinggi .

Beberapa indikator  sebagai leading indicator adalah Relative Strenght Index (RSI), Stochastic Oscillator dan William %R.

Lagging indicator (mengikuti trend) artinya indikator bergerak mengikuti trend, bermanfaat ketika harga bergerak dalam trend yang cukup panjang. Indikator ini memberitahukan apa yang sedang terjadi pada harga tersebut di saat bullish atau bearish, sehingga Anda dapat mengambil keputusan entry sesuai dengan fakta yang sedang terjadi.

Beberapa indikator  sebagai Lagging indicator adalah MACD, Moving Average, Parabolic SAR dan Bollinger Band.


TIPS:
Leading Indicator cocok untuk sobat yang berjiwa scalper;
Lagging indicator cocok untuk  sobat yang berjiwa Medium atau Long Term trading, lalu gunakan Leading Indicatornya untuk entry atau exit.

Monday, 30 May 2011

Tren Identifikasi

Tren Identifikasi

Jenis tren

Tren dapat didefinisikan sebagai arah specific pergerakan harga. Hal ini penting untuk dipantau untuk trading sebuah market. Banyak trader terkadang membuat rumit pengenalan tren yang harusnya sejelas dan sederhana mungkin.

Tren harga adalah kecenderungan arah pergerakan harga dalam kurun waktu tertentu. Dan dapat diklasifikasikan berdasarkan jangka waktu dan arah pergerakan.

1. Durasi Tren

Primary (Jangka Panjang) Tren harga yang bergerak dengan jangka waktu yang lebih lama, biasanya bertahan lebih dari satu tahun. Intermediate (Jangka Menengah) Tren harga yang bergerak dengan jangka waktu menengah, biasanya lebih dari 3 minggu hingga beberapa bulan. Minor (Jangka Pendek) Tren harga yang bergerak dengan jangka waktu yang lebih pendek, dari satu hari hingga beberapa minggu.

2. Arah Tren


Pergerakan harga baik primary, intermediate atau minor, biasanya cenderung menuju ke arah yang sama. Dalam analisa teknikal, tren sangat mudah dikenali dengan memahami 4 istilah dibawah ini:
  • Higher high (HH); puncak harga tertinggi
  • Higher low (HL); lembah yang lebih tinggi dari sebelumnya
  • Lower high (LH); puncak yang lebih rendah dari sebelumnya
  • Lower low (LL); lembah yang lebih rendah dari sebelumnya{break}
1. Uptrend (Tren naik)

Sederetan higher High (HH) dan Higher Low (HL).  Atau dengan bahasa lain, adalah pergerakan harga yang berulang kali membentuk puncak dan lembah yang lebih tinggi dibanding sebelumnya.
 tren naik
Gambar 1 tren naik.     
2. Downtrend (Tren turun)
Sederetan Lower High (LH) dan Lower Low (LL). Atau, secara berulang membentuk puncak dan lembah yang lebih rendah dibanding sebelumnya.
tren turun
Gambar 2 Downtrend 
3. Sideways (Konsolidasi)

Harga yang tidak membentuk sederetan HH, HL atau LH, LL. Atau harga yang secara berulang diperdagangkan dalam area yang sama.

tren sideways
Gambar 3 Sideways {break}
Penentuan tren

1. Peak & Trough analysis

Suatu tren dapat dikatakan telah terjadi ketika sudah membentuk puncak (peak) & lembah (trough) paling sedikit dua kali ke arah yang sama.

Misalnya, jika terjadi dua kali kenaikan peak & trough (P&T), maka tren naik dapat dikatakan dimulai, seperti yang diilustrasikan pada gambar 4.
  tren awal naik
Gambar 4 Awal tren naik
Dan sebaliknya, jika terjadi dua kali penurunan P&T, tren turun mendapatkan sinyal. Hal ini dapat dilihat pada gambar 5.
 tren awal turun
Gambar 5 Awal tren menurun {break}
2. Garis tren (Trend Line)

Tren juga dapat dikenali melalui penggunaan garis yang dihubungkan antara titik tertinggi atau terendah suatu pergerakan harga. Proses penentuan tren melalui garis ini hanya dapat dilakukan jika terdapat dua titik yang dapat dihubungkan. Dalam tren naik misalnya, terdapat dua kali kenaikan trough atau dua kali penurunan peak dalam tren turun. Simak gambar 6 dan 7.
 tren naik
Gambar 6 Pemotongan garis uptrend
Ketika harga memecah garis tren, hal ini adalah sinyal pertama bahwa akan ada pembalikan tren.
tren turun
Gambar 7 Pemotongan garis downtrend {break}
Support & resistance

Support adalah level dibawah harga sekarang yang memiliki kekuatan beli cukup besar sehingga mampu menahan penurunan harga lebih jauh. Resistance adalah level diatas harga sekarang yang memiliki kekuatan jual cukup besar sehingga mampu menahan kenaikan harga lebih lanjut.
tren support resistance
Gambar 8 Resistance berubah menjadi Support
Support dan resistance merupakan level tahanan, keduanya berfungsi sebagai penghambat kecepatan harga. Jika level tersebut terlewati maka harga akan membentuk level support atau resistance yang baru. Biasanya level resistance yang berhasil terlewati akan menjadi level support bagi pergerakan selanjutnya, demikian juga bagi level support yang terlewati, biasanya akan menjadi resistance bagi pergerakan harga selanjutnya.

Support dan resistance dapat diidentifikasi dengan menggunakan garis trend. Normalnya garis tren diletakkan pada harga terendah atau harga tertinggi sebelumnya.
tren support resistance
Gambar 9 Tambahan Resistance dan Support
Dalam gambar 9, terdapat contoh lain support dan resistance yang terjadi pada Poundsterling. Anda akan menemukan level support dan resistance yang dominan pada saat harga mengalami trading range atau hanya bergerak dalam area terbatas dalam waktu yang cukup panjang. Namun begitu level berhasil ditembus, umumnya pergerakan besar menyusul kemudian. Dalam kata lain, trading range biasanya terjadi sebelum pergerakan besar.{break}
Pola harga

Tren umumnya tidak berubah secara langsung dan tiba-tiba. Biasanya terdapat periode transisi sebelum perubahan tersebut terjadi. Dan selama masa transisi tersebut harga melakukan pergerakan membentuk formasi yang memiliki ciri-ciri tertentu yang mudah dikenali.

Formasi-formasi tersebut biasanya di diklasifikasikan sebagai reversal pattern dan continuation pattern. Namun implikasi dari berlanjut atau berbaliknya harga setelah menyelesaikan formasi tersebut umumnya tergantung pada ke arah mana breakout terjadi.

Dalam buku ini, kita hanya akan membahas dua pola harga yang paling umum terjadi dan memiliki efek paling tinggi.

1. Head and Shoulder


Yang pertama Head and Shoulder Pattern, sesuai namanya, adalah formasi yang mirip dengan bentuk kepala dan bahu, yang memiliki implikasi reversal. Pola ini merupakan salah satu pola klasik yang memiliki validitas tinggi.
tren pola head & shoulder
Gambar 10 Pola Head & Shoulder
Gambar 10 adalah contoh formasi pola ‘head and shoulders’ yang harus memiliki dua bahu (A dan C), dan kepala yang harus lebih tinggi dibanding kedua bahu.

Breakout terjadi ketika harga setelah membentuk bahu kanan (C) menembus garis neckline. Pergerakan harga setelah breakout tergantung jarak antara kepada dan neckline.
{break}  
Efek: Umumnya reversal, berdasarkan arah breakout terjadi

Sebagai contoh, bisa dilihat pada gambar 11. Setelah bahu kiri tercipta pada Juni dan Juli 2007, Poundsterling berhasil menciptakan high baru dan pola head tercipta [ada Agustus-Desember 2007. Harga kemudian turun lagi ke neckline and menciptakan shoulder kanan dari Maret sampai Agustus 2008. Polanya lengkap setelah harga memecah neckline pada tanggal 13 Agustus 2008. Harga mulai tren kebawah sejauh yang diindikasikan panah merah, yang juga merupakan jarak head dan neckline. and neckline.
 tren reversal
Gambar 11, Reversal Head and Shoulder pada GBP daily
2. Triangle

Triangle adalah pola harga sideway yang berbentuk segitiga, dimana kedua garis trend bergerak  saling mendekati, dan diikuti oleh harga yang membentuk sederetan lower high dan atau higher low.  Triangle memiliki banyak tipe, diantaranya symetrical, ascending dan descending, yang berbeda dari sisi klasifikasinya.

Efek: Melanjutan tren atau reversal

Untuk lebih memudahkan, bahwa hampir seluruh pola harga akan bergerak sesuai arah breakoutnya masing-masing.
{break} 
 tren Triangle berlanjut           tren Triangle berbalik arah
Gambar 12, Triangle berlanjut (continuation)       Gambar 13, Triangle berbalik arah (reversal)
Dalam gambar 12, setelah harga menyempurnakan formasi triangle, dan kemudian melakukan penetrasi ke garis triangle bagian atas. Harga bergerak sesuai dengan arah breakout. Demikian juga pada gambar 13, harga bergerak kearah breakout tetapi merupakan reversal tren yang sedang berjalan.
 tren Breakout 
Gambar 14 Euro H1, Breakout ke bawah
Euro H1 membentuk pola symetrical triangle dengan bearish breakout seperti yang diilustrasikan oleh gambar 14, kemudian harga dengan cepat kembali ke area awal pembentukan pola.

Dalam Time frame lebih besar (H4), setelah breakout tersebut, Euro  kemudian membentuk pola symetrical triangle yang lebih besar, namun membentuk bullish breakout (gambar 15).
 tren Breakout
Gambar 15 Euro H4, Breakout ke bawah
Review
  • Tren didefinisikan sebagai kecenderungan pergerakan harga dan dapat diklasifikasikan berdasarkan jangka waktu dan arah bergeraknya.
  • Tren dapat dikenali melalui posisi puncak dan lembahnya, menggunakan garis tren atau melalui indikator.
  • Pola harga dapat diklasifikasikan ke dalam 2 model, yang pertama adalah pola berlanjut, dan kedua adalah pola reversal atau pembalikan arah.
  • Umumnya efek yang dihasilkan oleh pola harga mengikuti arah breakout-nya.

Dasar Analisa Teknikal

Dasar Analisa Teknikal

Dasar Analisa Teknikal Bagian ini akan membahas:

Analisa teknikal dasar Definisi dan asumsi dengan Tipe grafik dan penggunaannya Konsep indikator dan oscillator

Berjalanlah ke area terbuka, dan lihatlah kondisi cuaca saat ini. Apakah Anda melihat langit cerah? Atau berawan? Atau mendung? Atau bahkan mendung yang sangat gelap? Setelah itu, ingat-ingatlah kembali cuaca apa yang biasanya menyusul?

Kita umumnya dengan analisa teknikal akan memperkirakan akan turun hujan jika saat ini melihat cuaca mendung, atau sebaliknya, jika melihat cuaca cerah, kita tidak mengharapkan hujan akan turun.

Disadari atau tidak dengan analisa teknikal, kita sedang membuat perkiraan-perkiraan tentang masa depan berdasarkan situasi atau kondisi saat ini. Perkiraan tersebut membantu kita untuk mengantisipasi apa yang mungkin terjadi. Misalnya, jika kita melihat mendung yang gelap pada puncak musim hujan, tentunya kita tidak akan keluar rumah tanpa mempersiapkan diri untuk menghadapi hujan lebat bukan?
analisa teknikalBerdasarkan analogi tersebut, dapat disimpulkan bahwa mekanisme analisa teknikal persis dengan perkiraan cuaca. Caranya sangat sederhana dan mudah dilakukan oleh semua orang. Weatherman tidak membutuhkan data lain untuk melakukan perkiraan selain melihat ke langit dan mengenali tanda-tanda dan kebiasaan sebelum turunnya hujan. Analisa Teknikal juga demikian, hanya membutuhkan grafik sebagai satu-satunya sumber data untuk menganalisis perilaku pasar dan menghasilkan perkiraan selanjutnya.

Banyak istilah dalam definisi analisa teknikal yang mungkin Anda temukan. Misalnya; analisa teknikal sebagai studi terhadap harga, studi terhadap perilaku pasar, terhadap grafik atau terhadap pola-pola harga. Dengan tujuan untuk mengenali tren atau mencari peluang entry & exit atau untuk memaksimalkan keuntungan. Tetapi tentu, Anda sendiri sadar bahwa perbedaan tersebut hanya sebatas penggunaan istilah yang berujung pada maksud yang sama. Pada intinya, analisa teknikal merupakan analisis terhadap perilaku pasar untuk mencari peluang-peluang transaksi.
{break} 
Perilaku pasar
Perilaku seluruh pihak yang terlibat di pasar hanya muncul dalam tiga bentuk aktifitas:
1. Membeliteknikal analisis Melakukan pembelian terhadap instrumen tertentu, baik untuk posisi baru atau untuk likuidasi posisi sebelumnya.
2. Menjual Melakukan penjualan terhadap instrumen tertentu, baik untuk posisi baru atau untuk likuidasi posisi sebelumnya.

3. Mengamati Memilih untuk tidak mengambil posisi baru atau melikuidasi posisi yang ada, atau telah memutuskan untuk menahan posisi hingga waktu atau harga tertentu.

Dan hasil analisa teknikal dari aktifitas tersebut memunculkan kenaikan atau penurunan harga. Jika pihak pembeli lebih kuat dibanding penjual, maka analisa teknikal harga tentunya akan mengalami kenaikan, dan begitu juga sebaliknya. Semakin banyak pihak yang meminta, maka analisa teknikal harga akan semakin tinggi, dan jika semakin banyak pihak yang menawarkan maka semakin rendah pula harga. Hal ini terjadi karena pasar adalah tempat perdagangan maka hukum supply & demand tetap berlaku.

Untuk mengenali analisa teknikal apakah harga mengalami kenaikan, penurunan atau bergerak dalam area yang terbatas, kita membutuhkan data yang mencakup harga sekarang dan harga-harga sebelumnya. Keseluruhan  data analisa teknikal tersebut kemudian ditampilkan ke dalam grafik atau chart, yang saat ini sudah tersedia secara atomatis melalui software tertentu atau trading platform yang ada. Dan itu tentunya analisa teknikal tersebut sangat memudahkan proses analisa.

Ketika melihat grafik analisa teknikal, Anda akan menemukan harga bergerak naik, turun atau datar secara berlulang-ulang, dari sinilah proses pengenalan tren harga dapat kita lakukan, dan kemudian mengenali ciri-cirinya masing-masing untuk dimanfaatkan pada kesempatan analisa teknikal berikutnya.
analisa teknikal
Figure 1 Alur kerja analisa teknikal
Seperti yang diperlihatkan dalam diagram 1, proses analisa teknikal dimulai melalui grafik untuk mengenali tren kemudian mencari peluang untuk menciptakan keuntungan.
{break}
Asumsi dasar

Untuk membangun pemahaman dan pengetahuan tentang analisa teknikal selanjutnya, ada 3 asumsi dasar yang perlu diketahui:
1. Market discount everything

Yang pertama adalah bahwa analisa teknikal pasar merupakan cerminan dari segala sesuatu. Perubahan harga yang terjadi di pasar adalah hasil dari tindakan (pembelian atau penjualan) yang diambil oleh para pelaku dengan beragam latar belakang, informasi, pengetahuan dan emosi yang berbeda.

Melalui pengamatan terhadap perubahan harga yang terjadi di pasar sudah cukup bagi seorang analis untuk memperkirakan analisa teknikal pergerakan harga selanjutnya.

2. Prices move in a trend

Analisa teknikal harga cenderung bergerak ke arah yang sama selama beberapa periode.  Pergerakan tersebut dapat naik, turun atau bergerak dalam area tertentu (sideway) membentuk pola-pola yang efeknya dapat dikenali. Analisa teknikal percaya bahwa harga tidak bergerak secara acak, sehingga dapat diperkirakan. Jika harga suatu aset bergerak naik pada akhir minggu ini, maka minggu depan pergerakan tersebut cenderung berlanjut, sampai tanda analisa teknikal berakhirnya kenaikan muncul secara jelas.

3. History repeats itself

Pola-pola analisa teknikal tertentu yang dibentuk oleh pergerakan harga yang terjadi di masa lalu akan terulang kembali dan menimbulkan efek yang sama di masa depan. Analis teknikal percaya bahwa perilaku transaksi manusia yang didorong oleh informasi, keinginan dan emosi secara masal cenderung akan berulang, misalnya analisa teknikal sekerumunan massa yang melakukan antrian akibat kelangkaan minyak tanah pada saat ini akan kembali mengulang perilakunya di masa depan ketika menghadapi situasi yang sama.
{break}

Alat analisa teknikal

Seorang trader atau investor hanya membutuhkan harga dan volume untuk dapat melakukan analisa teknikal. Dimana harga adalah nilai uang dari aset yang diperdagangkan, dan volume adalah jumlah transaksi. Kedua data ini, kemudian dimunculkan dalam grafik yang akhirnya menjadi objek utama analisa teknikal.

Tipe-tipe grafik

Dalam analisa teknikal, model grafik ada berbagai macam, namun dalam perkenalan ini kita akan membahas tiga yang paling populer.
1. Line chart
Analisa teknikal Grafik ini hanya berisikan sebuah garis yang menghubungkan penutupan perdagangan yang satu dengan yang lain. Misalnya jika pada hari pertama perdagangan harga berakhir di level 300, dan di hari kedua ditutup di harga 200 dan di hari ketiga di harga 400 seperti pada gambar 2, maka garis lurus dapat digambar dari 300 menuju 200 kemudian 400, dari arah kiri ke kanan.
teknikal analisis chart line
Gambar 2 Line Chart
Sebuah analisa teknikal line chart memiliki pergerakan yang jelas dan halus tetapi tidak menyediakan informasi harga tertinggi, terendah dan harga pembukaan setiap sesi, akibatnya fluktuasi analisa teknikal pasar tidak terlihat selama periode tersebut. Tergantung strategi yang anda memilih, hal ini dapat berarti atau tidak.
{break}
2. Bar chart
Analisa teknikal bentuk bar chart menyerupai batang yang memiliki tangkai di kiri dan kanan, dan memiliki informasi yang lebih lengkap, berisi harga pembukaan, tertinggi, terendah dan penutupan.

Harga buka pasar berada pada tangkai kiri, dan penutupan pada tangkai kanan. Sementara ujung dari batangnya mewakili harga tertinggi dan terendah dalam satu periode perdagangan.
analisa teknikal bar chart
Gambar 3 Struktur bar chart
3. Candlestick chart
Analisa teknikal Candlestick merupakan grafik tertua yang ditemukan oleh analis teknikal. Struktur tubuhnya menyerupai lilin, dan memiliki unsur yang sama dengan bar chart, terdapat data Open, High, Low dan Close pada setiap sesinya.

Harga yang mengalami kenaikan biasanya dibentuk dengan warna terang, dan harga turun dengan warna gelap. Selain berfungsi sebagai salah satu tipe grafik, candlestick juga memiliki model analisa tersendiri yang telah luas digunakan oleh trader di dunia.
analisa teknikal Candlestick chartGambar 4 Candlestick chart
Seluruh model grafik memiliki keunikan tersendiri, seseorang mungkin saja lebih menyukai line chart dibanding bar ataupun candlestick. Observasilah ketiganya, temukan mana yang Anda minati.

Dalam gambar 5 di atas, analisa teknikal grafik line yang berada pada posisi paling kiri menampilkan harga lebih halus dibanding grafik bar ataupun candle. Namun line chart tidak memiliki data intraday yang cukup penting, misalnya harga perdagangan tertinggi atau terendah sepanjang periode tersebut, sehingga line chart banyak digunakan hanya untuk mempermudah pengenalan tren, sementara bar dan candle lebih banyak digunakan untuk analisa teknikal peluang-peluang transaksi, jangka pendek dan menengah.
Analisa teknikal Grafik line
Gambar 5 Analisa teknikal Grafik line, bar dan candlestick untuk Euro Daily, Mei 2009  {break}

Analisa teknikal Indikator dan oscillator

Indikator teknikal adalah hasil perhitungan matematis yang inputnya berdasarkan pada dua hal; harga dan volume. Sebuah indikator dapat disusun dengan hanya mempertimbangkan harga, atau hanya volume atau kombinasi dari keduanya.

Perbedaan indikator dan oscillator dalam analisa teknikal terletak pada batasan perhitungannya. Indikator tidak memiliki batas atas dan bawah, misalnya analisa teknikal Moving Averages. Sementara oscillator biasanya bergerak terbatas di dalam area tertentu, misalnya 0 sampai 100 seperti RSI dan Stochastic, atau bergerak diantara area positif dan negatif dengan area tengah 0, seperti MACD. Namun, secara praktis, indikator dan oscillator tidak harus dibedakan sedemikian rupa, karena analisa teknikal keduanya menggunakan dasar dan memiliki manfaat yang sama.

Dua manfaat analisa teknikal indikator dan oscillator adalah:

1. Menentukan tren dan mengukur kualitasnya

Dalam kategori analisa teknikal ini, terdapat indikator yang dapat membantu trader untuk mengenali/ menentukan sebuah tren yang terjadi, seperti penggunaan Moving Average(MA), kemudian mengukur kekuatan nya seperti Average Directional Movement Index (ADX), mengukur tingkat volatilitas harga , seperti Average True Range (ATR), dan mengukur tingkat kecepatan perubahan harga, misalnya Momentum.

2.Menentukan level entry dan exit

Penggunaan indikator tidak bisa dianggap remeh dalam membantu seorang trader untuk menentukan pengambilan posisi beli atau jual. Setiap analisa teknikal indikator biasanya memiliki metode sendiri dalam menghasilkan sinyal. Moving Average misalnya, menghasilkan sinyal beli ketika penutupan harga berhasil melampaui garis MA, atau ketika terjadi crossover antara MA periode lebih pendek ke atas MA periode lebih panjang.{break}

Tips memilih indicator

Pilihlah indikator yang paling cocok dan mudah untuk Anda gunakan dalam menganalisa teknikal. Gunakan sesedikit mungkin indikator agar sistem Anda tidak terlalu rumit dalam melakukan analisa teknikal. Pilihlah indikator berdasarkan fungsinya masing-masing. Misalnya: Moving average untuk mengenali tren dan RSI sebagai filter atau mencari sinyal konfirmasi. Amatilah perilaku indikator terhadap harga dengan mengujinya. Kenali pada kondisi apa saja indikator tersebut berfungsi dengan baik dan pada kondisi apa saja mengalami gangguan.

Review
  • Analisa teknikal adalah studi terhadap perilaku pasar untuk mengenali peluang trading.
  • Ada tiga buah asumsi dasar yang menjadi fondasi analisa teknikal; Market discount everything, price moves in trend dan histroty repeat it self.
  • Analisa teknikal membutuhkan dua jenis data untuk menganalisa yaitu harga dan volume. Indikator dan alat lainnya dibuat berdasarkan dua data tersebut.
  • Tiga jenis grafik yang paling populer yaitu line chart, bar chart dan candlestick chart.
  • Indikator dan oscillator dibedakan berdasarkan area pergerakan tetapi memiliki interpretasi yang sama.

Thursday, 16 December 2010

TRADING FOREX DENGAN ROBOT (EA)

TRADING FOREX DENGAN ROBOT (EA)
Robot Forex (Expert Advisor), kedengarannya keren dan memang keren…Dia hanya sebuah perangkat lunak untuk membantu trade kita, untuk bertransaksi dan mengeksekusi secara otomatis. Mantap…! Nah, begitu banyak jenis dari obot trading ini, termasuk strateginya. Masing-masing robot pun punya rule, kelebihan dan kelemahan. Kalau nasib kita lagi mujur dan taat rulenya, secara umum dia sangat membantu pencapaian profit kita. Namun kalau tidak cocok, tentu malah hanya menghabiskan uang kita.

Masing-masing robot punya keunggulan, nah disini yang perlu kita pahami, manakala apa? Rule yang membuat profit itu seperti apa? Dengan modal berapa? Dia cocok pada account apa dan broker apa?..Waktunya kapan untuk mengaktifkan robot trading ini? Profit yang didapat rata-rata perhari berapa? .Kalau Anda merasa robot trading itu sinkron dengan trading dan style Anda, maka layak dimiliki. Kalau Anda tidak cocok, maka Anda tidak perlu menggunakannya. Karena hanya akan merugikan Anda.

Penggunaan robot (EA) benar-benar bisa membuat uang yang luar biasa di forex. Banyak kawan yang pada akhirnya menyerahkan kepada robot untuk mengerjakan trade-nya, dengan kenyataan bahwa dia bisa membuktikan dengannya dia bisa profit, Apalagi pada saat-saat sebelumnya, yang dia lakukan trading manual malah sering loss, akhirnya tambatan akhir dengan EA ini. Kalau EA komitmen menghasilkan uang yang luar biasa ya sudah, tidak berpaling dari EA. Tetapi kalau kita sudah sesuai rule dll masih saja loss berarti performance dari EA itu sendiri sangat buruk. Oleh karena itu kalau Anda memiliki EA, perlu diuji terlebih dahulu pada demo account.

Saya memiliki account mutlak robot forex trading otomatis yang benar-benar masuk perdagangannya. Biarlah dia menjalankan tugasnya, biar saya -tinggal-tinggal- atau jika saya meninggalkan komputer pun tidak masalah, dan semua hari terasa di sorga, wkwkwkww….. saya tidak bersemangat mencari nama robot forex yang lain atau yang luar biasa ideal. Bagi saya profit sedikit asal bisa harian, saya bersyukur alhamdulillah.

Expert Advisor hanya dapat berjalan pada platform / software trading MetaTrader dan dibuat menggunakan bahasa pemrograman yang amat mirip dengan C++ untuk membantu mengambil keputusan dalam trading dan mengatasi kelemahan dari sifat manusia dalam bertrading, sebagai contoh : rasa lelah, takut, serakah, tidak konsisten, dan lain sebagainya.

Expert Advisor yang seringkali disebut robot forex dapat melakukan beberapa eksekusi trading secara otomatis dan relatif lebih cepat daripada manusia karena itu fasilitas ini sangat cocok bagi trader yang menginginkan kemudahan dalam trading. Trader tidak harus memantau pergerakan forex (valas) secara nonstop seperti apa yang umumnya dilakukan trader jika memiliki floating loss. Expert Advisor (Robot Forex) dapat mengambil alih dalam melakukan open order, close order yang telah profit, cut loss, ataupun money management. Tetapi patut diingat bahwa anda tidak dapat sepenuhnya bergantung terhadap Expert Advisor (Robot Forex) tanpa mengerti cara, dasar, dan mekanisme trading forex itu sendiri. Peran serta trader sangatlah penting dalam trading menggunakan robot forex, karena timing dan setting yang tepat dalam penggunaan Expert Advisor (Robot Forex) akan menentukan kesuksesan trader.

Namun perlu saya tambahkan bahwa, analisa yang digunakan oleh EA murni teknikal dengan menggunakan history pergerakan harga beberapa candle yang telah berlalu dan indicator, makanya jika kita ingin menjadi trader yang tidak hanya mengandalkan robot saja, perlu belajar fundamental biar bisa trading dengan baik. Mosok trader koq pake robot mulu….? Jika kita sudah menguasai teknikal dan fundamental kita gak butuh EA lagi, lho?!. Dari sekian banyak trader sukses rata-rata mereka tidak menggunakan EA dan lebih enjoy dengan trading manual karena sudah bisa memahami market dengan analisanya. Jadi, ya terserah… hidup adalah pilihan!

Memang terasa lebih bahagia jika kita bisa menganalisa dengan benar dan menghasilkan profit. Jika menggunakan EA kita masih merasa kuatir juga jangan-jangan EA yang dipakai malah gak profitable. TETAPI JIKA SUDAH BERTAHUN-TAHUN DENGAN MANUAL LOSS TERUS YA LEBIH BAIK PAKE EA YANG PROFITABLE.

Ya sudah deh, saya hanya berharap Anda dalam keberhasilan mengesankan dalam setiap upaya forex Anda....!

Monday, 29 November 2010

BELAJAR MENGGUNAKAN GARIS HORISONTAL

BELAJAR MENGGUNAKAN GARIS HORISONTAL
Belajar bagaimana menggunakan garis horizontal secara efektif di pasar forex merupakan aspek penting dari seorang trader yang secara garis  besar berpedoman dalam tradingnya secara teknis,  Ada contoh yang berbeda di mana Anda dapat menggunakan  strategi trading forex dengan garis horizontal. Kita akan membahas masing-masing dengan contoh-contoh chart dalam artikel ini: Bagi pemula yang melihatnya bikin pusing, nikmati secangkir kopi dulu aja... rilexs...!

• Trading bounces from horizontal levels

Garis horisontal pada support atau resistance adalah daerah dengan probabilitas tinggi atau area  bagi Anda untuk mengawasi perdagangan pasar forex. Hampir semua pembalikan candlestick bar atau pola harga lainnya, signifikan jika terjadi garis horizontal yang kuat yang telah menjadi support yang signifikan atau area resistensi di masa lalu.

Pada contoh tabel di bawah ini kita melihat daily chart emas. Perhatikan tingkat horizontal telah terbentuk di pasar ini, garis horizontal berlaku karena diuji dua kali sebelum sinyal terjadi, itu menunjukkan tingkat yang signifikan. Akhirnya, kita dapat melihat bahwa lilin terbentuk dengan baik dan pola pembalikan terbentuk yang menunjukkan resistance yang jelas di daerah ini.. Satu catatan lain pada perdagangan bounce garis horizontal seperti ini, sering kali garis horizontal akan beralih dari support kepada resistance atau sebaliknya, kita dapat melihat bukti dari ini dalam tabel di bawah juga.


Horizontal line trading ranges
Cara lain yang sangat baik untuk mengimplementasikan garis horizontal ke teknik trading forex Anda adalah dengan perdagangan dalam rentang/range perdagangan. Pasar sering mengkonsolidasikan diri, oleh karena itu, penting bahwa Anda tahu cara memanfaatkan konsolidasi ini dengan belajar trade di demo misalnya, coba belajar dengan  dukungan garis horisontal atau daerah-daerah resistance yang terbentuk ketika pasar konsolidasi.

Pada contoh tabel di bawah ini kita melihat EURJPY harian, yang mana  range  perdagangan  sekitar 138.50/139.00 dan 127,00. Daerah-daerah tersebut akan sangat memungkinkan sebagai daerah garis horizontal untuk melihat sinyal trading terbentuk. Sejak pasar mengkonsolidasikan sama banyak dalam range perdagangan, dan tidak melebihi,  maka  strategi forex menggunakan garis horizontal dalam perdagangan sangat penting jika Anda ingin mendapatkan profit.


Breakouts of horizontal lines
Salah satu penggunaan yang sangat baik lainnya adalah support garis horizontal atau tingkat resistensi  dengan menggunakan mereka untuk perdagangan breakouts. breakouts terjadi setelah periode konsolidasi, semua pasar akhirnya breakout dari konsolidasi, itu adalah masalah waktu yang merupakan kunci untuk menentukan apakah Anda perdagangan breakouts berhasil.

Dalam rangka untuk mengkompensasi banyak "false-breakouts" yang sering terjadi dalam pasar forex, maka strategi  trading forex yang dapat Anda gunakan ketika breakouts. Pertama, menunggu breakout awal terjadi tetapi tidak perdagangan itu,  melihat apa yang terjadi. Anda perlu memastikan bahwa Anda setidaknya dalam perdagangan menghindari "pelarian palsu" yang ditakuti.


Pada contoh tabel di bawah ini kita melihat chart AUDJPY 4hr, kita bisa melihat periode konsolidasi. Perhatikan bahwa sebenarnya ada 2 posisi kembali pada tes tingkat support garis horizontal dimana breakout awal terjadi, kedua tes ulang sangat tinggi-probabilitas skenario untuk entry.



 Silahkan untuk dipahami perlahan-lahan, ...Jika belum memiliki account FxClearing, Klik!
Untuk panduan, Klik!