Wednesday, 12 December 2012

Jenis - Jenis Sistem Trading Forex

Pada artikel kali ini akan membahas jenis sistem trading yang sering dipakai dalam pembuatan expert advisor robot trading. Biasanya sistem tersebut dibuat sesuai gaya dan karakter trading masing-masing trader, dan sistem tersebut dikonsepkan ke dalam sebuah program untuk dijadikan robot trading (EA). Oleh sebab itu memahami jenis - jenis sistem trading sebelum membuat expert advisor adalah hal yang penting. Berikut ini adalah beberapa jenis sistem trading yang sering digunakan oleh para trader.

Jenis Sistem Trading Forex

Sistem Martiagle

Sistem Martiagle atau yang juga dikenal dengan sistem averaging, mempunyai prinsip dan konsep tentang bagaimana kita menebus kesalahan dengan membuka posisi baru yang searah, dengan menggunakan lot berlipat. Dengan harapan posisi baru tersebut bisa mendatangkan profit, dan profitnya bisa digunakan menutup kerugian.

Contoh:
Kita open buy EUR/USD dengan lots 0.1 pada harga 2.100, tetapi ternyata harga bergerak turun ke level 2.050 sehingga mengalami floating loss sebesar - 50 (minus 50 pips). Kemudian kita kembali melakukan open buy dengan lots 0.2 di harga 2.050 pada saat itu juga. Dengan begitu, kini berarti 2 open position. Posisi pertama adalah floating loss sebesar -50 dan posisi kedua 0. Bila harga kemudian naik menuju 2.100 maka posisi pertama menjadi 0 (BEP) dan posisi kedua menjadi profit 100 (lots 0.2 x 50 pips = 100 | lots 0.2 maka 1 pips = $2).

Sistem Scalping

Sistem ini sering diartikan sebagai sistem kutu loncat. Gaya trading ini sangat aktif dan biasanya hanya mengambil keuntungan kecil 2-15 pips. Trader menyimpan posisi dalam hitungan menit bahkan detik. Prinsip trader ini, walaupun profitnya kecil, namun karena dilakukan dalam frekuensi  tinggi, total keuntungannya sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

Contoh:
Kita melakukan open sell GBP/USD dengan harga berada di level 3.500 dan lots 0.2, lalu harga ternyata turun hingga 3.490. Bagi para pecinta scalping, maka akan segera melakukan close order sebelum harga berbalik arah menuju tren naik. Itu karena dengan posisi ini, trader sudah mendapat keuntungan sebesar $10 (jika lots 0.1 maka 1 pips adalah $1).

Para trader yang melakukan trading forex dengan menggunakan sistem scalping ini juga dikenal dengan sebutan scalper. Dan apabila kita berbicara tentang scalper ada dua jenis scalper, yaitu:
  • Scalper aktif
    Scalper aktif adalah seorang scalper yang melakukan trading puluhan kali dalam satu hari. Biasanya trader ini jeli dalam menganalisis sinyal dan memiliki sikap yang ulet.

  • Scalper pasif
    Scalper pasif adalah scalper yang lebih mengutamakan kualitas lots daripada jumlah pips. Jadi sekalinya si trader memperoleh profit, maka ia akan mendapatkan untung yang besar (bahkan sangat besar). Scalper pasif hanya melakukan 2-3 kali trading dalam sehari.
Hal yang sangat perlu diperhatikan oleh seorang scalper adalah kecepatan koneksi dengan server broker forexnya, serta mencari broker yang mempunyai spread rendah dengan kisaran 1-2 poin. Karena scalper mempunyai target kecil, maka koneksi dan spread menjadi sangat penting.

Sistem Hedging

Sistem hedging adalah suatu keadaan dimana kita membuka 2 posisi berlawanan (Buy dan Sell) dengan mata uang sama, dan dengan lots yang sama. Hedging dipergunakan jika harga berbalik arah dan trader mau kerugian bertambah besar tanpa melakukan cut loss.

Contoh:
Anggaplah kita open buy EUR/USD dengan lots 0.1, kenudian harga tersebut ternyata berbalik arah (turun). Dan posisi floating loss sampai 15 pips. Maka kita akan melakukan open sell dengan lots yang sama. Sehingga kerugian di - lock pada level 15 pips. Meskipun harga bergerak ke arah manapun, maka floating tetap berada di level 15 pips

Sistem Long Term

Sistem ini mengambil keuntungan dari fluktuasi harga dalam periode panjang. Biasanya time horizon-nya adalah dalam hitungan mingguan sampai bulanan. Sistem ini sering kali disukai oleh para swing trader dan position trader.

Thursday, 22 November 2012

Cara kerja dan Penggunaan Indikator Trading Forex

Cara kerja dan Penggunaan Indikator Trading Forex - Tokotua ForexSetalah mempelajari cara memilih Indikator Trading, sekarang kita akan membahas tentang cara kerja indikator yang ada dalam Metatrader. Tetapi saya tidak akan membahas satu per satu dari indikator tersebut karena jumlah indikator di Metrateder 4 ada lebih dari 30 indikator. Oleh karena itu, saya akan meringkasnya dengan menjelaskan beberapa indikator yang sering dipakai oleh para trader.

Relative Strength Index
Relative Strength Index atau RSI digunakan untuk menghitung perbandingan antara kenaikan dan penurunan harga. Nilai yang dipergunakan RSI adalah 0-100. Fungsi dari indikator RSI adalah untuk mengetahui apakah harga sedang Overbought atau Oversold.

Penggunaan RSI
Kalau kita menggunakan indikator RSI, bila harga RSI bernilai sangat tinggi ( di atas 80) maka waktunya untuk Open Sell dan bila nilai RSI rendah (di bawah 20) berarti waktunya untuk melakukan Open Buy.

MACD
Moing Average Convergence Divergence adalah indikator yang berfungsi untuk menunjukkan tren yang sedang terjadi. Di dalam MACD terdapat 2 garis yaitu Signal line dan MACD line. Untuk signal line biasanya berwarna merah, dihitung dalam rentang waktu 9 hari, sedangkan MACD line dihitung dari pengurangan selama 26 hari dan 12 hari. MACD juga dapat digunakan untuk mengetahui kapan waktu untuk buy dan kapan waktu untuk sell.

Penggunaan MACD
Bila MACD posirif dan MACD line memotong signal line dari bawah ke atas maka saatnya buy dan jika MACD negatif dan MACD line memotong signal line maka saatnya sell.

Parabolic SAR
Parabolic SAR (Stop and Reversal) digunakan untuk mengetahui kapan terjadinya perubahan tren harga. Parabolic SAR digambarkan dengan titik-titik di atas atau di bawah grafik.

Penggunaan Parabolic SAR
Jika indikator Parabolic SAR berada di bawah harga, maka waktunya untuk buy, dan jika Parabolic SAR berada di atas harga maka waktunya untuk sell.

Moving Average
Moving Average atau MA adalah indikator yang sering sekali digunakan para trader. Fungsi indikator ini digunakan untuk menghitung pergerakan harga rata-rata dari suatu instrumen finansial dalam suatu rentang waktu. Biasanya digunakan dalam waktu 5 hari, 10 hari, 20 hari, 50 hari, 100 hari, atau 200 hari. Ada 4 variasi MA yang digunakan dalam analisis teknikal, yaitu:
  • Simple Moving Average (SMA)
  • Linear Weighted Moving Average (LWMA)
  • Exponential Moving Average (EMA)
  • Smoothed Moving Average (SMMA)
Untuk lebih jelasnya mengenai pengertian dan perbaedaan dari 4 variasi MA adala sebagai berikut, Attach indikator Moving Average kedalam chart, maka akan tampil gambar seperti di bawah ini.

Indikator Moving Average - Tokotua Forex

Dari gambar tersebut, kita bisa memilih variasi MA, baik Simple, Exponential, Smoothed, Linear Weighted. Untuk membedakan keempat variasi di atas, maka akan saya berikan warna yang berbeda dengan periode yang sama. Untuk mengubah warnanya, Anda bisa mengubahnya pada kolom style. Pasa variasi Simple Moving Average (SMA) saya akan beri warna merah, sedangkan untuk variasi Exponential Moving Average (EMA) dan smoothed Moving Average (SMMA) kita berikan warna kuning dan biru, dan untuk Linear weighted Moving Average (LWMA) kita akan berikan warna putih. Dengan memberikan warna pada 4 variasi tersebut, maka kita bisa melihat manakah dari keempat variasi tersebut yang sensitif, dan mana yang tidak sensitif dalam merespon harga.

Variasi Indikator Moving Average - Tokotua Forex
Klik untuk memperbesar Gambar

Dari keempat variasi Moving Average di atas, ternyata yang paling sensitif (paling cepat merespon perubahan harga) adalah jenis SMA, EMA dan LWMA. Maka dari itu, ketiga variasi tersebut biasanya sering dipakai untuk bertransaksi jangka pendek. Sedangkan SMMA adalah variasi MA yang kurang sensitif dlam merespon perubahan harga, dan biasanya dipakai untuk transaksi jangka panjang. Semakin sensitif indikator akan sangat membantu untuk memprediksi harga, namun terkadang semakin sensitifnya indikator juga sering memberikan false signal (sinyal yang dihasilkan bisa saja salah atau tidak berlangsung lama). Jika anda ingin bermain aman, maka pilihan yang paling cocok adalah menggunakan variasi SMA dibandingkan dengan variasi yang lainnya. Tetapi jangan anda bermain yang beresiko, dalam arti untungnya besar akan tetapi resikonya juga besar. Anda bisa memilih variasi SMA karena lebih sensitif dalam memberikan sinyal. Walaupun demikian, semua variasi indikator hanya berfungsi sebagai alat bantu dalam membuat keputusan, sedangkan kitalah yang sebenarnya menentukan keputusan tersebut berdasarkan petunjuk indikator.

Penggunaan Moving Average
Penggunaan MA sangat sederhana, anggaplah kita membuat MA dengan periode 8 (merah) dan 12 (biru). Maka ketika MA periode 8 memotong MA periode 12 dari atas kebawah, maka itu berarti sudah saatnya bagi kita untuk sell. Begitu juga sebaliknya jika MA periode 8 memotong MA periode 12 dari bawah ke atas, maka saatnya untuk buy.

Stochastic Oscillator
Stochastic Oscillator adalah indikator yang menunjukkan lokasi harga penutupan terakhir dibandingkan dengan range harga terendah atau tertinggi selama periode waktu tertentu.

Penggunaan Stochastic Oscillator
Penggunaan Stochastic Oscillator adalah, jika nilai Stochastic di atas 80 dan dikatakan overbought, itu berarti sudah waktunya untuk sell, namun jika nilai Stochastic di bawah 20 dan dikatakan oversold, itu berarti sudah waktunya untuk buy. Begitu juga dilihat dari garis %K dan %D. Jika %K memotong %D ke atas, berarti waktunya untuk buy. Dan jika %K memotong %D ke bawah berarti waktunya untuk sell.

William Percent Range
William Percent Range (WPR) adalah indikator yang berfungsi untuk menunjukkan apakah suatu harga sudah overbought atau oversold. Harga yang sedah overbought cenderung turun, sedangkan harga yang sudah oversold cenderung untuk naik. Nilai untuk indikator adala 0-100.

Penggunaan William Percent Range
pada prinsipnya, penggunaan indikator ini sangatlah mudah. Bila harga bernilai sangat tinggi, di atas -20, maka waktunya untuk sell dan bila harga bernilai sangat rendah, di bawah -80, maka waktunya untuk buy.

Bollinger Bands
Bollinger Bands merupakan indikator yang dibuat dari dua buah garis yang berada pada standar deviasi tertentu dari garis tengah. Bollinger Bands digunakan untuk mengetahui volatilitas suatu harga. Indikator ini akan melebar saat harga bergerak fluktuatif, dan akan menyempit bila harga bergerak relatif datar.

Penggunaan Bollinger Bands
Cara penggunaan indikator Bollinger Bands adalah jika harga menyentuh garis atas maka waktunya kita untuk sell. Begitu juga sebaliknya, jika harga menyentuh garis bawah maka waktunya untuk buy. Tetapi perlu diketahui bahwa ketika harga keluar dari garis atas ataupun garis bawah, kemungkinan besar pergerakan harga tersebut akan terus berlanjut.

Money Flow Index
Money Flow Index (MFI) dikembangkan oleh Laszlo Biriyi, Jr. Indikator ini mengukur seberapa besar aliran uang masuk dan keluar dari suatu produk sekuritas. Indikator ini hampir sama dengan indikator Relative Strength Index (RSI), bedanya adalah indikator RSI hanya memperhitungkan harga, sedangkan indikator MFI juga memperhitungkan volume.

MFI membandingkan aliran uang positif dan aliran uang negatif untuk mendapatkan suatu indikator, yang kemudian dibandingkan dengan harga. Hal ini dilakukan untuk mengenali kekuatan dan kelemahan suatu tren. Seperti halnya RSI, indikator MFI juga menggunakan skala 0-100 dan biasanya menggunakan periode 14 hari. Semakin besar jangka waktu periode yang digunakan, pergerakan naik-turunnya indeks MFI akan lebih halus dan lebih stabil.

Rasio uang positif terjadi jika harga khusus untuk hari ini lebih besar dari harga khusus kemarin. Sedangkan rasio uang negatif terjadi jika harga khusus untuk hari ini lebih kecil dari harga khusus kemarin. Besarnya harga uang positif dihitung sebagai penjumlahan aliran uang yang positif sebanyak periode yang ditentukan. Begitu pulsa besarnya uang negatif dihitung sebagai penjumlahan aliran uang negatif sebanyak periode yang ditentukan.

Penggunaan Money Flow Index
Penggunaan indikator MFI hampir sama dengan penggunaan indikator RSI, yaitu dapat digunakan sebagai indikator pembalikan arah tren (divergence) atau sebagai indikator terjadinya titik jenuh beli (overbougth) ataupun titik jenuh jual (oversold).

Jika arah pergerakan indikator MFI berlawanan dengan arah pergerakan harga suatu produk, maka dapat dipastikan akan terjadi perubahan arah tren harga. Namun demikian keadaan seperti ini dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama, baru kemudianterjadi perubahan arah tren harga. Karena itu, sebaiknya penggunaan indikator ini digabungkan dengan penggunaan indikator lainnya.

Dengan menggunakan metode tersebut, kita dapat mendapatkan perkiraan bahwa sinyal beli akan muncul jika arah pergerakan MFI naik, sementara arah pergerakan harga menurun. Sebaliknya sinyak jual muncul jika arah pergerakan indikator MFI turun, sedangkan arah pergerakan harga naik.

Indikator MFI juga dapat digunakan untuk menentukan apakah terlalu banyak ataukah masih terlalu sedikit volume yang sedang diperdagangkan. Jika sudah terlalu banyak volume yang diperdagangkan, maka akan terjadi kedaan jenuh beli sehingga investor cenderung turun. Jika kita menggunakan metode yang didasarkan oleh volume, maka sinyal jual (sell) muncul jika MFI berada di atas 80 dan sinyal beli (buy) muncul jika MFI berada di bawah 20.

Saturday, 10 November 2012

Memilih Indikator Trading

Memilih Indikator Trading - Tokotua ForexSebelum kita masuk dalam tahap pembuatan Expert Advisor, kita perlu mengenal beberapa indicator beserta cara kerjanya, karena kita harus memilih salah satu indikator tersebut jika ingin membuat EA (Expert Advisor). Fungsi indikator akan digunakan sebagai entry untuk kapan buy dan kapan kita sell. Dan dari sinilah kita bisa menentukan sebuah sistem trading yang sesuai dengan keinginan kita. Sebagai tahap awal kita akan belajar tentang indikator standar yang ada dalam platform Meta Trader yang dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain:

Indikator yang bersifat Oscillator,
Indikator ini biasanya tidak menempel dalam chart dan mempunyai nilai tersendiri di suatu range tertentu. Beberapa indikator yang masuk dalam kategori oscillator adalah : Avarage True Range, Bears power, Bulls Power, DeMarket, Envelopes, Force Index, Ichimoku kinko hyo, MACD, Momentum, Moving Avarage of Oscillator, Relative Strenght Index, Relative Vigor Index, Stochastic Oscillator, Williams’ Percent Range.

Indikator berdasarkan Volume,
Indikator ini menggunakan volume transaksi sebagai basis perhitungan yang berguna untuk mengetahui psikologi pelaku pasar, seperti Accumulation/Distribution, Money Flow Index, On Balance Volume dan Volumes.

Indikator berdasarkan Tren,
Indikator ini sangat berguna untuk mengtahui apakah saat ini market forex sedang uptrend atau downtrend. Indikator ini menempel pada grafik di dalam chart. Contohnya: Average Directional Movement Index, Bolling Bands, Commosity Channel Index, Moving Average, Parabolic SAR dan Standard Deviation.

Indikator Bill William,
Indikator ini adalah sistem trading yang diciptakan oleh 'Bill William', yang sangat berguna untuk mengukur percepatan dan perlambatan harga dari kekuatan pergerakan harga atau mengevaluasi efisiensi dari pergerakan harga.Jenis indikator ini adalah: Accelerator Oscillator, Aligator, Awesome Oscillator, Fractals, Gator Oscillator dan Market Facilitation Index.

Indikator lainnya atau Costum Indicator,
Costum Indicator adalah indikator dalam Meta Trader 4 yang sudah di setting secara default. Untuk penggunaannya kita cukup attach indicator kedalam grafik.

Menentukan Rule,
Setelah mengetahui jenis indikator, sekarang saatnya kita menentukan Rule untuk membuat EA dari beberapa indikator tersebut mana yang akan Anda gunakan untuk membuat EA? Sudahkah Anda menentukan Entry untuk Buy dan Entry untuk Sell? Jika belum menentukan rulenya, alahkah baiknya Anda mencoba dari beberapa indikator yang sudah di bahas dan cobalah di demo account terlebih dahulu. Selain memilih indikator yang akan digunakan, ada beberapa hal yang sangat penting, yaitu menentukan berapa Take Profit yang diinginkan, Stop Loss yang akan dipakai untuk meminimalkan risiko, serta Time Frameyang tepat dalam penggunaan indikator tersebut. Hal ini yang perlu dilakukan secara disiplin agar kita bisa menentukan beberapa indikator yang pas dan cocok untuk dibuat menjadi EA.

Jika sudah menentukan indikator beserta Entry nya, maka kita akan mempelajari tentang jenis-jenis sistem trading forex, agar bisa mengetahui karakteristik dari beberapa sistem trading. Biasanya, sebuah program EA ataupun indikator menecerminkan karakteristik pembuatnya. Jika Anda termasuk orang yang kurang sabar dan ingin cepat profit, biasanya lebih suka tipe atau jenis sistem trading Scapling. Sedangkang jika Anda orangnya sabar dan banyak kesibukan, biasanya akan memilih sistem trading tipe Long Term. Lalu, termasuk tipe apakah Anda? Untuk lebih jelasnya tunggu artikel selanjutnya tentang jenis-jenis sistem trading forex.

Sunday, 14 October 2012

Prinsip Dasar Analisis Teknikal Forex

Ada empat prinsip yang digunakan sebagai asas dalam melakukan Analisis teknikal, yaitu:

Prinsip Dasar Analisis Teknikal Forex

Market price discount discount everything,
Yang dimaksud dengan market price discount discount everything adalah kejadian-kejadian yang dapat menyebabkan gejolak dalam bursa valuta asing (trading forex) atau harga mata uang suatu negara secara keseluruhan. Adapun kejadian-kejadian tersebut bisa datang dari faktor ekonomi, politik fundamental, dan termasuk juga kejadian-kejadian yang tidak dapat di prediksi sebelumnya seperti adanya peperangan, bencana alam, dan lain sebagainya. Semuanya itu akan tercermin pada harga pasar.

Price moves in trend, Makna dari  price moves in trend adalah harga mata uang asing akan tetap bergerak dalam satu tren. Harga mulai bergerak ke satu arah, entah harganya turun atau naik. Tren akan terus berlanjut (tren naik atau tren turun) hingga pergerakan harga memperlambat dan memberi peringatan sebelum berbalik dan bergerak ke arah yang berlawanan.

Volume confirm the trend,
Berfokus pada pergerakan harga. Volume digunakan sebagai acuan untuk menentukan terjadinya suatu tren, baik tren yang bersifat bullish maupun sebuah tren yang bersifat bearish.

History repeats itself, Analisis teknikal pada Forex juga menggambarkan faktor psikologi para pelaku pasar. Dengan gambaran tersebut, maka pergerakan yang berulang  dapat dijadikan acuan untuk memprediksi pergerakan harga di masa yang akan datang.

Thursday, 11 October 2012

Fungsi Analisis Teknikal

Fungsi Analisis Teknikal - Tokotua ForexAnalisis teknikal, yang biasa disebut dengan istilah indicator (indikator), pada dasarnya memiliki tiga fungsi yang luas, yaitu untuk memberi peringatan, konfirmasi, dan digunakan sebagai alat prediksi. Suatu indikator dapat bertindak sebagai pemberi peringatan dalam pengkajian pergerakan harga secara lebih dekat, karena indikator bisa memberikan informasi pergerakan
pasar forex yang sedang terjadi. Sehingga memudahkan kita dalam menentukan keputusan untuk melakukan transaksi.

Contohnya, jika ada suatu momentum memberi peringatan (warning), indikator dapat memberi sinyal suatu break atau support (support adalah garis bawah pada chart yang berguna sebagai titik level pada sebuah pergerakan harga, biasanya harga akan memeantul atau kembali keatas jika menyentuh garis support. Dan apabila tembus melewati garis bawah support, maka harga akan turun kebawah sampai menemukan titik support yang baru).

Atau sebaliknya, jika didapati suatu bentuk kenaikan harga, indikator dapat bertindak sebagai tanda peringatan suatu penembusan resistence (resistence adalah Garis atas atas yang berguna sebagai titik level pada sebuah pergerakan harga, ketika harga menyentuh garis resistence, maka harga akan memantul turun kebawah dan apabila harga tembus melewati garis ini maka harga akan terus naik sampai menemukan titik resistence  yang baru).

Indikator dapat digunakan sebagai konfirmator perangkat Analisis teknikal yang lain (biasanya para trader forex menggabungkan beberapa indikator sebagai dasar menentukan tren market, sebagai contoh seperti MA (Moving Avarage) dengan RSI (Relative strength index) atau bisa juga menggunakan CCI (Commodity Channel Index), apabila kedua indikator tersebut memebarikan sinyal bahwa market akan buy, maka trader akan melakukan Open Buy Position. Jika terdapat suatu penembusan atas grafik harga, persilangan moving avarage yang berkaitan dapat digunakan untuk mengkonfirmasi penembusan (persilangan ini biasanya menggunakan dua indikator MA yang berbeda periodenya. Jika dua periode tersebut tembus dari satu periode ke periode yang lain, maka akan menjadi entry untuk melakukan Buy ataupun Sell). Beberapa investor dan trader juga menggunakan indikator untuk memprediksi arah dari pergerakan harga di masa datang.

Kesimpulannya, indikator atau analisis teknikal berfungsi dalam membaca grafik, karena merupakan refleksi dari semua kejadian termaksud respon pasar terhadap fundamental ekonomi. Analisis teknikal tidak memerlukan atau tidak mengabaikan penyebab pergerakan harga, namun justru mengamati pergerakan harga. Fluktuasi pasar modal yang terbaca dalam grafik merupakan tanggapan pasar modal. Jika permintaan naik maka grafik akan bullish, dan jika permintaan turun maka grafik akan bearish.

Sunday, 7 October 2012

Tren Analisis Teknikal Forex

Tren Analisis Teknikal - Tokotua ForexSalah satu prinsip dari Analisis teknikal adalah tren harga, dan terkait hal tersebut dasar-dasar yang digunakan untuk menganilisis tren diantaranya adalah: tren primer, sekunder dan minor. Tren Primer adalah tren terbesar berlangsung selama lebih dari setahun, sementara tren sekunder adalah tren menengah yang berlangsung selama tiga minggu sampai tiga bulan dan sering dikaitkan dengan gerakan melawan tren primer. Tren minor sering berlangsung kerang dari tiga minggu dan berhubungan dengan gerakan-gerakan dalam tren sekunder. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas secara satu per satu.

Tren Primer
Dalam Dow Theory, tren primer adalah tren utama dari pasar forex. Tren primer juga akan berdampak pada tren sekunder dan minor. Tren Primer akan berakhir dan berbalik arah menjadi bearish ketika harga tidak tembus dari garis trend line (support). Tetapi jika harga tidak tembus dari trend line (support) maka harga akan terus naik (bullish).

Tren Sekunder
Tren sekunder berguna sebagai koreksi terhadap tren utama (Primer). Bergerak berlawanan arah dengan tren primer. Karena tren sekunder adalah tren menengah yang berlangsung hanya dalam waktu tiga minggu hingga tiga bulan, maka dengan tren ini investor/trader bisa mendapatkan keuntungan dalam jangka menengah. Jika muncul harga tertinggi pertama, maka akan disusul dengan harga tertinggi kedua. Akan tetapi, jika harga tertinggi kedua lebih rendah dari harga tertinggi pertama, maka harga akan cenderung turun (bearish).

Tren Minor
Tren terakhir dari Dow Theory adalah tren minor. Tren ini berlangsung kurang dari tiga minggu. Ketika harga tertinggi pertama lebih tinggi dari harga tertinggi kedua, dan ketika harga menembus garis bantu trend line (support), maka harga akan turun. Begitu juga sebaliknya. Tipe tren minor kurang begitu menonjol atau tidak begitu difokuskan dalam sistem Dow Theory. Mereka cenderung fokus pada tren jangka menengah dan jangka panjang seperti halnya primer dan sekunder.