Saturday, 20 October 2012

Perhitungan Transaksi Margin Trading

Meskipun margin memudahkan investor melakukan investasi, bukan berarti kemudahan itu merupakan keuntungan bagi investor. Artinya kalau investor telah melakukan perdagangan dengan sistem margin pasti akan mendapat keuntungan. Ingat, margin trading merupakan cara perusahaan pialang berjangka untuk memperluas nasabahnya.

Perhitungan Transaksi Margin Trading

Disisi lain, bila trader atau investor memanfaatkan margin trading, berarti trader telah memutuskan melakukan investasi. Dengan investasi itu telah melekat resiko yang harus ditanggungnya. Bahkan dalam literatur investasi, margin trading merupakan salah satu strategi investasi yang cenderung mendekati spekulasi.

Sebab, jika terjadi kerugian investasi dengan sistem margin ini akan menciptakan nilai yang lebih besar dari investasi dengan sistem fisik/cash trading. Untuk itu, agar bisa memanfaatkan margin trading secara menguntungkan, diperlukan teknik perhitungan yang cukup rumit.
Perhatikan contoh berikut:
  1. Sehari kemudian GBP meningkat harganya menjadi USD 1.8950 dan investor menjual (berarti overnight/menginap),
  2. Perusahaan pialang berjangka mengenakan fee USD 5 per lot untuk transaksi open buy saja, dan
  3. Bunga untuk GBP dengan posisi open buy adalah Rp. 5.612 per hari.
Apa yang akan terjadi? Kini aset menjadi USD 18.950 (USD10,000 x USD1.8950). namun, transaksi dengan margin trading menghasilkan keuntungan dan kerugian yang berbeda dengan transaksi cash trading. Pada transaksi margin trading keuntungan bersih yang diterima adalah USD89,44, sedang dengan sistem cash trading = USD100. Mana yang harus dipilih Transaksi margin atau transaksi cash?

Hati-hati! Kalau memperhatikan nilai absolutnya, tentu kita akan memilih transaksi cash, sebab nilai keuntungan lebih besar. Tetapi ingat! Untuk menghasilkan keuntungan USD100 sengan sistem transaksi cash itu, kita harus menanamkan uang sejumlah USD 19,850. Sebaliknya, untuk mendapatkan keuntungan USD94,44 dengan sistem perdagangan margin, kita cukup menanamkan uang sebesar USD100. Disinilah pentingnya kita memahami ilmu keuangan.

Dalam teori keuangan terdapat indikator penting yang disebut rate of return on equity (ROE), yaitu seberapa besar pengembalian yang didapat dengan penanaman modal tertentu, yang dirumuskan sebagai keuntungan bersih dibagi modal. Dalam contoh kita, dengan margin trading akan mendapatkan ROE 94,44% sedang dengan cash trading hanya akan mendapatkan ROE 0.53%. jadi, ROE margin trading lebih besar dari ROE cash trading, dengan demikian sangat menguntungkan kalau kita memilih transaksi dengan margin trading.

Bagaimanakah kondisi ini bisa dimanfaatkan? Kondisi demikian akan menguntungkan kalau kita mengetahui nilai tukar mata uang yang dibeli akan menguat, dan peningkatan itu bisa menutup seluruh biaya, yang terdiri atas fee, bunga, dan pajak.

Dan apa yang terjadi, seandainya ternyata nilai tukar GBP tidak menguat terhadap USD, sebaliknya malah melemah? Apakah masih menguntungkan melakukan transaksi dengan sistem margin trading? Misalnya, setelah posisi beli yang diambil tadi ternyata GBP malah turun mejadi USD1.18800 dan setelah ditunggu satu hari (overnight), ternyata GBP tetap saja di posisi itu. Dengan demikian kini aset sisa USD18.800. bagaimana dengan modal kita? Karena aset kita sudah menurun sebesar USD50, maka modal tinggal USD50 (USD100 – USD50). Bila seluruh biaya, fee dan bunga diperhitungkan, maka modal tinggal USD44.44.

Apa yang terjadi dengan keadaan demikian? Bila ingin mempertahankan portofolio (posisi kita), berarti kita harus menyetor modal lagi kepada perusahaan broker atau pialang berjangka, sebab perusahaan broker forex memberikan fasilitas initial margin 1% dari kontrak. Dengan demikan, dengan total nilai kontrak 1 lot (USD10,000), maka modal kita harus USD100 karena modal yang tersisa tinggal USD44.44, maka kita harus menyetor USD55,56 (USD – USD44.444).

Kapan kita harus menyetor tambahan modal tersebut? Tergantung dari peraturan yang ada, dan juga ketentuan masing-masing broker forex. Ada perusahaan yang mengirim tagihan tambhan modal (ini yang dimkasud dengan margin call) setelah modal dibawah 30% dari initial margin. Ada pula perusahaan broker forex yang baru mengirim tagihan tambahan modal setelah modal dibawah 25% dari initial margin.

Namun bila kita tidak bersedia lagi mempertahankan posisi, dengan sendirinya broker forex akan melikuidasi posisi beli tersebut, yaitu menjual GBP milik kita. Kalau ini sampai terjadi, maka kita menderita kerugian USD55.56 untuk investasi dengan margin trading dan USD50 untuk cash trading.

Lalu keputusan apa yang harus diambil? Memang tidak ada yang merencanakan investasi mendapat kerugian, tetapi ila ini terjadi ternyata yang melakukan transaksi dengan cash trading menderita kerugian lebih kecil, yaitu 0.72% dibanding yang melalui transaksi dengan margin trading, yang menderita kerugian 55.56%. jadi, bila kondisi mata uang yang kita beli cenderung melemah, akan lebih aman melakukan transaksi dengan cash trading. Tetapi ini tetap rugi. Jika ingin tetap ingin mendapatkan keuntungan harus melakukan strategi short selling, mengambil posisi jual lebih dulu baru melikuidasinya dengan posisi beli.

Thursday, 18 October 2012

Strategi Margin Trading Forex

Kali ini kita akan membahas mengenai bagaimana kita menghitung keuntungan dan kerugian dalam transaksi dengan sistem margin trading. Sekarang saatnya kita meningkat ke topik strategi menghadapi transaksi margin trading forex.

Strategi Margin Trading Forex

Dalam kasus posisi GBP menguat menjadi USD 1.8950, apa yang harus dilakukan trader/investor? Melikuidasi? Menahan? Atau adakah keputusan lain? Dalam posisi demikian sebenarnya ada tiga strategi yang bisa diambil, yaitu:
  1. Tidak mengambil keputusan apa-apa (hold/menahan)
  2. Melikuidasi dan mengambil keuntungan bersih USD95,
  3. Melipat gandakan keuntungan dengan menginvestasikan kembali keuntungan yang diterima.
Jika trader mengambil keputusan pertama, berarti dia tidak mengubah portofolio. Keputusan demikian akan menghadapi dua kemungkinan. Pertama, GBP melemah dalam jangka waktu tertentu. Bila ini terjadi, trader bisa bertahan sampai harga mendekati USD 1.8850 kembali. Kedua, melakukan cut loss (memperkecil kerugian) sebelum merugi lebih besar.

Sebenarnya trader masih bisa memetik keuntungan, jika berhasil melikuidasi pada harga tertentu di atas USD 1.8850 (jangan lupa hitung fee, bunga dan pajak). Kemungkinan kedua, kurs GBP terus menguat. Kalau ini yang terjadi, trader bisa melakukan profit taking (memetik keuntungan) selama melakukan hold, dan kemungkinan bisa mendapatkan keuntungan sebesar sesuai yang direncanakan.

Bila keputusan kedua yang diambil seorang trader, berarti dia cukup puas dengan keuntungan USD95 (tanpa menginap). Dengan keputusan ini trader menikmati ROE 95%. Keputusan ini cukup menguntungkan bila trader mempunyai cukup informasi bahwa GBP sulit untuk menguat lagi.

Bagaimana kalau trader mengambil keputusan ketiga? Keputusan ini memang bisa memperbesar keuntungan. Namun, sebagaimana kaidah investasi, semakin besar keuntungan semakin besar pula resiko yang harus dihadapi. Pemilihan keputusan menginvestasikan kembali keuntungan ini memang cocok bagi mereka yang, bersikap spekulan, atau risk taker. Strategi menginvestasikan kembali keuntungan memang berpotensi melipatgandakan keuntungan yang didapat. Strategi ini adalah menggunakan keuntungan yang diperoleh, untuk membeli lagi GBP atau mata uang lain.

Pada strategi ini berarti trader akan terus menginvestasikan keuntungannya. Pada saat awalnya, misalnya pasa pukul 10.00 pagi, trader membeli 1 lot (USD10,000) GBP, dengan harga USD 1,8850. Dengan demikian total aset trader adalah USD 18,850 , dengan margin trading 1%, berarti modal yang dibutuhkan USD100. Selanjutnya, pada pukul 13.00, harga GBP naik menjadi USD1,8950. Pada posisi ini trader mengambil strategi menginvestasikan kembali keuntungannya, yaitu USD95 (melikuidasi dengan menjual GBP, kemudian membeli kembali pada harga baru). Unutk memudahkan, hasil perdagangan ini kita sebut saja trade I.

Laba dari trade I inilah yang digunakan untuk membeli GBP, yang sekarang harganya sudah USD 1.8950. Jadi trader menambah kepemilikan GBP sejumlah 1 lot lagi, menjadi 2 lot. Dengan demikian, total aset yang dimiliki trader sekarang adalah USD37.900 (USD20,000 x USD18,950). Berikutnya, misalnya, pada pukul 15.00, kurs GBP meningkat lagi menjadi USD1,9000. Apa yang terjadi jika trader tetap mempertahankan strategi menginvestasikan kembali keuntungannya? Kali ini, dengan naiknya GBP sebesar USD10.005 total aset meningkat menjadi USD38,000. Jika trader melakukan likuidasi pada trader II ini keuntungan yang diterima trader adalah USD100 (USD38,00 – USD37,900). Keuntungan pada trade II diinvestasikan kembali untuk membeli 1 lot GBP dengan harga USD1.9000. Dengan demikian aset trader kini menjadi 3 lot (USD30,000) dengan nilai USD57,000 (USD30,000 x USD 1,9000).

Misalnya, setelah ditunggu sampai penutupan pasar, kurs GBP tidak naik. Tapi trader tetap menahan posisinya, sehingga harus menginap (overnight) dan dikenakan bunga 0.56%. Tapi ada pukul 11.00 hari berikutnya, trader mendapati kurs GBP naik menjadi USD 1.9050. Karena sudah mendapati GBP naik terus-menerus, trader kita berpendapat GBP akan segera melemah, dan menurut hasil analisisnya memang menunjukan demikian. Untuk mengantisipasi kondisi itu, trader melikuidasi posisinya dengan menjual seluruh 3 lot GBP pada tradelll ini memberi keuntungan USD150. Dengan demikian, trader telah melipatgandakan modalnya dari USD100 menjadi USD443.42. Jadi, hanya dengan memulai investasi sebesar USD100, trader bisa menjadikan jumlah uangnya menjadi 3 kali lipat lebih atau 300% lebih hanya dalam waktu 24 jam. Inilah hebatnya, strategi margin trading.

Friday, 12 October 2012

Pentingnya Margin dan Margin Call

Pentingnya Margin dan Margin Call Trading Forex - Tokotua ForexPada posisi investor atau trader forex berpotensi merugi, kemungkinan yang bisa dilakukan yaitu, perusahaan Broker Forex atau pialang berjangka melakukan margin call atau likuidasi posisi trader. Jika yang kedua, yang dilakukan, maka tamatlah riwayat posisi  trader dan trader harus menanggung semua kerugian.

Kerugian itu masih bisa dihindarkan jika trader memenuhi panggilan perusahaan pialang untuk menambah modal. Sebab, ada kemungkinan harga akan berbalik arah dan trader justru memetik keuntungan.

Karena itu, sangat penting memperhatikan margin dan margin call dari perusahaan pialang. Adapun manfaat dari margin dan margin call adalah :
  1. Margin memberikan trader kesempatan untuk mendapatkan leverage yang tinggi. Dengan initial margin yang hanya 1% dari nilai kontrak yang sesungguhnya, memberikan peluang bagi  trader untuk mendapatkan keuntungan 100%.

  2. Margin memberikan kepada trader fleksibilitas untuk memasuki posisi yang di dalam pasar tunai (cash trading) terlalu mahal. Untuk bertransaksi di pasar forex, misalnya, seorang  trader normalnya harus menyetor 100% modalnya untuk transaksi. Kalaupun mendapatklan fasilitas margin, maksimal hanya 50% dari kebutuhan modal. Dengan initial margin yang hanya 1%, trader forex online trading memiliki kesempatan untuk masuk posisi lebih mudah dan murah. 

  3. Bagi perusahaan Broker Forex atau pialang berjangka, maintenaince margin dan margin call adalah faktor yang menentukan dalam Manajemen risiko. Karena trader akan diperingatkan, agar segera menyetor tambahan modal ketika posisinya berpotensi untuk merugi. Di samping itu, trader masih punya kesempatan meraih keuntungan, seandainya harga berbalik arah.

  4. Margin call merupakan suatu panggilan untuk membangunkan trader agar bersikap realistis dalam bertransaksi, dan segera bertindak mengatur ulang posisi perdagangn. Tanpa, mekanisme margin call, trader bisa lupa bahwa posisinya sedang dalam kedaan bahaya besar. Dengan demikian margin call berfungsi sebagai wake up call bagi trader, untuk segera bertindak mengambil keputusan yang cepat dan tegas, sehingga dapat mengurangi bahaya dari resiko yang sedang mengancam posisinya.
Semoga dengan kita memahami Pentingnya Margin dan Margin Call tersebut bisa memberi nilai tambah agar dalam melakukan trading forex kita memperhitung segala kemungkinan yang bakal terjadi.

Wednesday, 10 October 2012

Jenis - Jenis Margin Forex

Jenis Jenis Margin - Tokotua ForexMargin Forex dikatakan sebagai dana yang harus disetor oleh investor, namun jumlah setoran tersebut berbeda-beda untuk setiap jenis margin. Berikut ini akan kita bahas satu-persatu mengenai jenis-jenis margin tersebut.

Initial margin/original margin,
Dalam bahasa Indonesia Initial margin biasa disebut juga margin awal, yaitu sejumlah uang yang disetor oleh investor pada saat pembukaan account.

Jumlahnya sesuai kesepakatan awal yang dibuat antara investor dan pialang berjangka, biasanya dinyatakan dalam persentase dari nilai kontrak. Dalam commodity future lazimnya initial margin ditetapkan berkisar 5-10% dari nilai kontrak. Besarnya margin berbeda-beda sesuai dengan nilai kontrak, waktu, dan gejolak harga yang terjadi. Dalam perdagangan forex initial margin ditetapkan 1% dari nilai kontrak. Jadi lebih kecil dari initial margin pada perdagangan komoditi berjangka. Karena dalam pasar forex nilai kontrak ada dua, yaitu size besar USD100,000 dan size kecil 10,000 maka besar nilai initial margin pada perdagangan forex adalah USD1,000 (Rp 10.000.000) atau USD100 (Rp 1.000.000), jika kurs rupiah ditetapkan Rp 10.000 per dolar AS (Amerika Serikat).

Variation margin,
Istilah yang digunakan dalam bahasa indonesia adalah margin sela, yaitu merupakan tambahan margin yang disetor karena besaran margin selanjutnya telah berada di bawah besaran margin awal, sebagai akibat pergerakan harga yang berlawanan dengan yang diperkirakan semula.

Maintenaince margin,
Dalam bahasa Indonesia istilah yang digunakan adalah margin minimum. Margin ini merupakan besaran nilai yang harus dijaga atau dipelihara oleh investor dalam melakukan transaksi. Umumnya margin minimum ini ditetapkan sekitar 75%-80% dari margin awal.

Margin call,
Jenis ini mirip dengan margin sela, yaitu jumlah dana yang harus disetor kembali oleh investor. Hanya saja, dalam margin call setoran dana harus dilakukan jika dana yang outstanding sudah berada dibawah maintenaince margin, bukan initial margin. Jika investor mendapat margin call berarti investor harus menambah dananya sampai ke level initial margin, kalau tidak dilakukan, posisinya akan ditutup oleh perusahaan pialang.

Monday, 8 October 2012

Definisi dan Pengertian Margin Trading

Definisi dan Pengertian Margin Trading - Tokotua ForexForex margin trading merupakan bagian yang sangat penting dan harus wajib dipahami setiap investor dalam bertrading forex. Bisa dianggap bahwa margin adalah darah kehidupan (lifeblood). Di pasar saham, margin merupakan fasilitas yang yang diberikan perusahaan Pialang atau broker saham kepada investor. Namun, pinjaman ini tidak harus dikembalikan secara terjadwal, sebagaimana pinjaman dari bank.

Investor baru mengembalikan bila berhasil menjual saham yang dibelinya dengan harga yang lebih tinggi dari harga belinya. Atau sebaliknya, berhasil melikuidasi posisi jualnya (short selling), membeli dengan harga lebih rendah dari harga jual. Sebagai imbalan atas fasilitas yang disediakan perusahaan pialang berjangka itu, investor harus membayar bunga pinjaman dan fee.

Pada pasar Forex, margin bukan merupakan fasilitas yang diberikan perusahaan pialang berjangka. Artinya, perusahaan pialang berjangka tidak perlu ‘’menalangi’’ kebutuhan dana investor yang melebihi dana yang dimilikinya untuk berinvestasi. Konsep yang berbeda ini disebabkan pada perdagangan forex atau umunya future market tidak memerlukan penyerahan (nondelivery) barang yang menjadi subyeknya, misalnya saham.

Margin dalam perdagangan forex merupakan uang jaminan yang disetorkan ke perusahaan pialang berjangka, agar investor bisa melakukan transaksi melalui perusahaan pialang berjangka tersebut. Sebagai contoh, kita mendapat transaksi seperti berikut:
Harga pasar GBP1 = USD1.8850
Beli USD10,000 (1 lot)
Nilai transakasi: USD 18,850 (USD10,000xGBP1.8850)
Initial margin : 1%
Dibutuhkan dana : USD100 (1%xUSD10.000)

Ketika harga pasar GBP1 = USD1.89.50
Jual : USD10,000 (1 lot)
Diperoleh hasil : USD18,950 (USD18,950-USD18,850)
Keuntungan : USD100 (USD18,950-USD18,850)
Rate of return : 100% (USD100/USD100x100%)
Disini kita melihat investor melakukan open posotion dengan membeli 1 lot GPB (USD10,000) dimana harga GBP adalah USD1.8850. Dengan demikian, dana yang dibutuhkan adalah USD18.850, atau investor harus menyetor dana sebesar itu sebagai modal trasaksi 1 lot GBP.
Oleh karena itu, dilakukan dengan sistem margin, dan margin yang di tetapkan adalah 1% dari nilai kontrak, maka investor cukup menyetor modal USD100 (1%xUSD10,000). Lalu darimana dana yang USD9,900? Karena dalam future trading tidak ada penyerahan maka diperlukan kekurangan dana tersebut.

Jadi, untuk membeli GBP senilai USD10,000 itu, investor cukup menyediakan dana USD100. Sedang dalam perdagangan saham, untuk bisa bertransaksi saham senilai USD100,000, investor harus menyetor margin USD50,000. Kekurangan yakni USD50,000, akan dipinjam dari perusahaan pialang saham.

Isi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, margin didefinisikan sebagai jumlah uang atau surat berharga yang harus ditempatkan nasabah kepada pialang berjangka, pialang berjangka kepada anggota kliring berjangka, atau anggota kliring berjangka kepada lembaga kliring berjangka, untuk menjamin pelaksanaan transaksi kontrak berjangka. Margin disetorkan untuk setiap amanat nasabah yang ditempatkan kepada pialang berjangka. Hal itu bertujuan sebagai jaminan pelaksanaan transaksi kontrak berjangka yang dibuat berdasarkan amanat tadi.