Wednesday, 14 November 2012

Kisah Sukses Seorang Wirausaha - Djoenaedi Joesoef

Kisah sukses seorang wirausaha menjadikan kita akan tambah wawasan untuk menjalani bisnis dengan sangat efektif. Tokoh pengusaha sukses yang saya angkat kali ini adalah seorang anak dari pemilik toko obat yang mampu melejitbak meteor. Perusahaan yang dinaunginya tetap eksis di industri farmasi hingga saat ini. Kepiawaiannya dalam mengatur manajemen perusahaan dengan baik mengantarkan beliau meraih penghargaan bergengsi, yaotu Indonesia Entrepreneur Of The Year tahun 2003 oleh Ernst & Young's. Tak lepas dari penghargaan ini makan banyak penghargaan yang terus disabetnya. Semua ini tidak terlepas dari kerja kerasnya dalam menjalankan usaha dengan semangat 45.

Kisah sukses seorang wirausaha ini terus terang sangat menginspirasi saya pribadi dan saya berharap pembaca sekalian juga tertular semangat tersebut. Bisa anda bayangkan saat beliau kecil, telah tertanam jiwa bisnis yang sangat luar biasa. Berbagai cara ia lakukan untuk membantu orang tuanya bekerja. Konon, anak dari seorang sinshe ini harus membantu orang tuanya menjajakan obat-obatannya keliling kampung-kampung. Selain itu, ia harus membantu orang tuanya pergi ke pasar membeli bahan-bahan pembuat obat-obatan. Untuk lebih jelasnya marilah kita simak dan ikuti perjalanan karir tokoh pengusaha sukses Indonesia ini.

profil pengusaha sukses indonesia
Djoenaedi Joesoef

Di pinggiran Kota Solo masih ada tersisa lahan hijau. Hamparan sawah berdampingan dengan rumah penduduk membentuk lanskap alam nan menawan. Ada bangunan yang luas berkeliling tembok panjang. Pepohonan tertata rapi hijau menyembul dari balik tembok panjang itu. Tepat di sekeliling pepohonan tersebut berdiri gagah pabrik kebanggaan masyarakat Solo.

Ya, itulah pabrik yang memproduksi aneka produk farmasi, makanan kecil, permen dan berbagai produk lain sejenis. Konimex nama perusahaan tersebut. Djoenaedi Joesoef, sang maestro yang mendirikan perusahaan bersangkutan.

Sang maestro sudah berusia lanjut. Sudah tidak lagi mengendalikan Konimex. Hari-hari tuanya dihabiskan untuk tugas sosial sambil memberi kontribusi terbaik bagi Solo, kota kebanggaannya dan Indonesia negeri tercintanya. Konimex memang bukan perusahaan terbesar di bidangnya. Bukan pula perusahaan dengan jangkauan menggurita yang beroperasi di berbagai negara.

Konimex ‘hanyalah’ perusahaan dari daerah yang produknya mudah ditemukan dari Sabang sampai Merauke. Walaupun demikian, kepemimpinan Djoenaedi Joesoef dalam membesarkan Konimex layak dicatat dengan tinta emas.

Sebagai peraih Indonesia Entrepreneur of the Year 2003 dari lembaga prestisius Ernst & Young, kepemimpinan Djoenaedi Joesoef mendapat tempat terhormat di negeri tercinta dan meluas sampai negeri manca. Jiwa kewirausahaannya memberi inspirasi tidak saja pada ranah farmasi yang digeluti selama hidupnya, tetapi juga bagi seluruh masyarakat yang ingin belajar menjadi wirausaha berbasis etika, moral dan spiritual.

Membangun keunggulan

Djoenaedi Joesoef layak mendapat julukan pemimpin unggul. Dimulai dari toko obat kecil lalu pada 8 Juni 1967 PT Konimex Pharmaceutical Laboratories didirikan dan sekarang mampu mempekerjakan ribuan karyawan, jelas membuktikan julukan itu. Menjadi pemimpin unggul memang bukan perkara mudah. Dibutuhkan beberapa prasyarat yang mana keunggulan sang pemimpin dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan hasil bisnisnya.

James Collins dan Jerry Poras melalui buku spektakulernya yang telah menjadi ‘kitab suci’ pemimpin bisnis, Built to Last, menulis referensi komplet tentang organisasi unggul. Walaupun Collin dan Poras meneliti tentang organisasi unggul, tetapi benang merahnya jelas. Organisasi unggul pasti dipimpin oleh pemimpin unggul. Berdasar kajian Collin dan Poras, ada lima karakter utama yang dimiliki oleh Djoenaedi Joesoef dalam memimpin Konimex.

Karakter pertama, mempunyai visi yang besar, berani dan mengagumkan. Visi Djoenaedi Joesoef adalah membuat obat murah yang terjangkau masyarakat luas. Obat murah tersebut harus mudah didapat dan selalu tersedia di pasar. Maka lahirlah obat kemasan isi empat dengan fungsi yang tidak kalah dibandingkan dengan obat resep dokter berharga mahal.

Dari tangan Djoenaedi Joesoef muncul merek kuat semacam Paramex, Inza, Inzana, Konidin yang sampai sekarang menjadi benchmarking obat murah sejenisnya.

Kedua, memiliki budaya perusahaan kuat. Budaya perusahaan pada dasarnya adalah praktik dari nilai-nilai yang menjadi acuan perusahaan bersangkutan. Dapat dipastikan hampir semua perusahaan mempunyai nilai-nilai ideal seperti disebut dalam profil perusahaan atau pernyataan visi dan misi.

Namun, nilai-nilai ideal tersebut sering mampat dalam pelaksanaan lantaran tidak ada konsistensi dari manajemen (pemilik, CEO dan direksi). Atau yang lebih parah tidak ada contoh peran dari pihak manajemen.

Hal demikian tidak berlaku di Konimex. Cara Djoenaedi Joesoef memimpin dan perilaku pribadi sehari-harinya membentuk budaya perusahaan kuat di Konimex. Nilai-nilai utama perusahaan dapat dengan mudah dipraktikkan dan menjadi perilaku seluruh karyawan Konimex karena contoh dari sang pemilik sekaligus CEO-nya.

Ketiga, selalu berjuang untuk mencapai kesempurnaan mutu. Wacana mutu yang bergulir sejak 80-an mendapat tempat tersendiri bagi Djoenaedi Joesoef. Beliau berpendapat bahwa mutu produk, manusia (karyawan) dan pemimpin merupakan keunggulan kompetitif bagi perusahaan dalam bersaing merebut pasar.

Menjadi tidak mengherankan walaupun Konimex beroperasi dari Solo tetapi kaidah-kaidah bisnis yang bersinggungan dengan kesempurnaan mutu menjadi wacana utama manajemen Konimex.

Tidak segan Konimex menggelontorkan dana dalam jumlah besar untuk memenuhi standar mutu internasional. Alhasil produk Konimex dapat dipastikan berkualitas. Dalam sejarah perusahaan, nyaris tidak terdengar keluhan atau protes besar dari konsumen karena konsumen semakin buruk kesehatannya setelah menelan Paramex.

Keempat, mempunyai mentalitas berspektrum lebar. Inti dari karakter empat ini-meminjam pendapat Stephen Covey-adalah mentalitas berkelimpahan untuk berbuat baik kepada karyawan, konsumen, pemasok, pengatur (pemerintah) serta lingkungan (manusia dan alam). Djoenaedi Joesoef percaya bahwa hukum kelimpahan yaitu ketika memberi berlebih akan mendapat keuntungan berlebih akan berjalan dengan sempurna.

Berpedoman pada hukum kelimpahan ini Djoenaedi Joesoef selalu memperhatikan tetesan keringat dari karyawannya untuk mendapat upah jauh dari layak sesuai dengan levelnya. Atau tanggung jawab sosial perusahaan dalam bentuk pemberdayaan masyarakat sekitar dengan cara menjadi pemasok di Konimex.

Kelima, jiwa kewirausahaan untuk selalu berinovasi. Ada banyak inovasi produk yang dihasilkan oleh Konimex. Tanpa harus mengulang bentuk inovasi tersebut yang sering dibahas di media massa, penghargaan Indonesia Entrepreneur of the Year 2003 dari Ernst & Young membuktikan bagaimana sebagai seorang wirausaha Djoenaedi Joesoef selalu berinovasi untuk memberikan produk terbaik kepada konsumennya.

Lima karakter ini yang menjadikan Djoenaedi Joesoef layak disebut sebagai pemimpin unggul. Mengapresiasi pemikiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari buku teranyarnya Indonesia Unggul, inilah sosok pemimpin unggul untuk menjadikan Indonesia Unggul: Djoenaedi Joesoef. (Sumber : Bisnis Indonesia online)

Kerja keras Djonaedi dalam menggapai sesuatu memang tidak dapat dipungkiri. Jerih payahnya dalam membangun perusahaan berstandar nasional sudah diraihnya. Bak pepatah mengatakan bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. itulah pepatah yang menggambarkan kehidupan Djonaedi. Sejak kecil ia sudah mandiri dan kerja keras serta didukung kejujuran kepada konsumen, menjadikan perusahaan Djoenaedi menjadi perusahaan yang unggul dan selalu menjadi terdepan. Semoga kisah sukses seorang wirausaha ini mengispirasi anda semua, tetap jaga semangat kewirausahaan, salam seukses sekalu!

Sunday, 11 November 2012

Kisah Sukses Seorang Wirausaha - Aburizal Bakrie

Kisah sukses seorang wirausaha bisa membuat kita menjadi tergerak untuk memulai atau yang sedang berkecimpung dalam dunia wirausaha semakin bersemangat lagi. Dengan motivasi ini ibarat handphone yang sedang dicas kembali. Sehingga apa yang diharapkan untuk menambah tenaga dan daya untuk berwirausaha semakin mantab.

Banyak sekali tokoh-tokoh pengusaha di Indonesia ini menjadi idola bahkan menjadi panutan bagi para pengusaha dalam memperdalam cara-cara berwirausaha yang baik. Yang lebih menariknya lagi semangat wirausaha itu membuat bisnis yang sedang dijalankan semakin maju dan berkembang lagi. Berikut ini adalah kisah sukses seorang wirausaha pemilik Grup Bakrie yang akan membuat anda semakin terinspirasi dengan perjalanan karirnya.

profil pengusaha sukses indonesia
Aburizal Bakrie

Ir. H. Aburizal Bakrie (lahir di Jakarta, 15 November 1946; umur 65 tahun) adalah seorang pengusaha Lumpur dari Indonesia yang merupakan Ketua Umum Partai Golkar sejak 9 Oktober 2009. Ia pernah menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian dalam kabinet yang sama, namun posisinya berubah dalam perombakan yang dilakukan presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 5 Desember 2005.

Dia adalah anak sulung dari keluarga Achmad Bakrie yang berasal dari Lampung dan Roosniah Nasution asal Langkat Sumatera Utara, pendiri Kelompok Usaha Bakrie, dan akrab dipanggil Ical. Selepas menyelesaikan kuliah di Fakultas Elektro Institut Teknologi Bandung pada 1973, Ical memilih fokus mengembangkan perusahaan keluarga, dan terakhir sebelum menjadi anggota kabinet, dia memimpin Kelompok Usaha Bakrie (1992-2004).


Selama berkecimpung di dunia usaha, Ical juga aktif dalam kepengurusan sejumlah organisasi pengusaha lumpur . Sebelum memutuskan meninggalkan karier di dunia usaha, dia menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) selama dua periode (1994-2004).

Pada 2004, Ical memutuskan untuk mengakhiri karier di dunia usaha, setelah mendapat kepercayaan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004-2009. Dan sejak terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar 2009-2010, waktu dan energinya tercurah untuk mengurus partai.

Pada 2011, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Ical menduduki peringkat ke-30 dengan total kekayaan US$ 890 juta. Jika dibanding tahun 2010, peringkat Ical turun cukup drastis dari peringkat 10 ke peringkat 30. Jumlah ini berarti turun hingga US$ 1,2 miliar sekitar Rp 10,8 triliun atau sekitar 57% dibandingkan kekayaan Ical pada tahun 2010.

Keluarga

Aburizal mempunyai tiga adik yaitu sebagai berikut

    Roosmania Odi Bakrie, menikah dengan Bangun Sarwito Kusmulyono
    Indra Usmansyah Bakrie, menikah dengan Gaby Djorgie
    Nirwan Dermawan Bakrie, menikah dengan Indira (Ike)

Aburizal menikah dengan Tatty Murnitriati dan dikaruniai tiga anak sebagai berikut:

    Anindya Novyan Bakrie, menikah dengan Firdani Saugi
    Anindhita Anestya Bakrie, menikah dengan Taufan Nugroho
    Anindra Ardiansyah Bakrie, menikah dengan Nia Ramadhani

Pendidikan

    Jurusan Teknik Elektro ITB, Institut Teknologi Bandung, lulus tahun 1973

Pekerjaan

    1992 - 2004 Komisaris Utama/Chairman, Kelompok Usaha Bakrie
    1989 – 1992 Direktur Utama PT. Bakrie Nusantara Corporation
    1988 – 1992 Direktur Utama PT Bakrie & Brothers
    1982 – 1988 Wakil Direktur Utama PT. Bakrie & Brothers
    1974 –1982 Direktur PT. Bakrie & Brothers
    1972 – 1974 Asisten Dewan Direksi PT. Bakrie & Brothers


Organisasi

    2009 - 2014 Ketua Umum DPP Partai GOLKAR
    2004 - 2009 Anggota Dewan Penasehat DPP Partai GOLKAR
    2000 – 2005 Anggota Dewan Pakar ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia)
    1999 – 2004 Ketua Umum KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) periode II
    1996 – 1998 Presiden, Asean Chamber of Commerce & Industry
    1996 – 1997 International Councellor, Asia Society
    1994 - 1999 Ketua Umum KADIN periode I
    1993 – 1998 Anggota, Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) – periode II
    1993 – 1995 Anggota Dewan Penasehat, International Finance Corporation
    1993 – 1995 Presiden ASEAN Business Forum (d/h Institute of South East Asian Business) – periode II
    1991 - 1993 Presiden ASEAN Business Forum (d/h Institute of South East Asian Business) – periode I
    1989 – 1994 Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia
    1988 – 1993 Wakil Ketua Umum, KADIN Bidang Industri dan Industri Kecil
    1988 - 1993 Anggota, Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) – periode I
    1985 – 1993 Ketua Bidang Dana PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Indonesia)
    1984-sekarang Anggota, Partai Golongan Karya
    1984 – 1988 Wakil Ketua, Asosiasi Kerjasama Bisnis Indonesia – Australia
    1977 – 1979 Ketua Umum, HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia)
    1976 – 1989 Ketua Umum, Gabungan Pabrik Pipa Baja Seluruh Indonesia
    1975: Ketua Departemen Perdagangan HIPMI
    1973 – 1975 Wakil Ketua Departemen Perdagangan, HIPMI

Penghargaan

    1997 Penghargaan “ASEAN Business Person of the Year” dari the ASEAN BusinessForum
    1995 Pengharagaan “Businessman of the Year” dari Harian Republika
    1986 Penghargaan “The Outstanding Young People of the World” dari the Junior Chamber of Commerce

Lumpur Sidoarjo

Ical tidak mau mengganti kerugian akibat lumpur lapindo, dan menyerahkan semua itu kepada pemerintah indonesia yang jelas - jelas lumpur lapindo adalah akibat dari pabrik yang ical dirikan

Klub Sepakbola yang dimiliki Bakrie group

    Bendera Indonesia Pelita Jaya FC
    Bendera Australia Brisbane Roar
    Bendera Belgia C.S. Visé
    Bendera Uruguay Deportivo Indonesia

Itulah semua profil pengusaha sukses Indonesia yang saya harap bisa membantu anda dalam menjalankan usaha anda. Saya yakin ada sesuatu yang bisa diambil dari kisah sukses perjalanan Bang Ical ini. Semoga bisa membah semangat dan masukan yang positif dalam mengembangkan bisnis Anda sekalian.