Saturday, 21 July 2012

Obama: Penembakan di "Premiere" Batman Mengerikan



CNN, AP — Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Ibu Negara Michelle Obama mengaku terkejut dan sedih atas insiden penembakan massal yang terjadi pada pemutaran perdana The Dark Knight Rises, film Batman terbaru, di Aurora, Colorado, AS, Jumat (20/7/2012).

Obama, seperti dilansir Kantor Berita AP, menyebut insiden tersebut sebagai hal yang "mengerikan dan tragis." "Saat ini juga, kita harus bersatu sebagai satu keluarga besar Amerika," kata Presiden Obama dalam pernyataan tertulisnya.

Obama juga mengatakan, pemerintahannya akan menyantuni keluarga korban penembakan. Saat ini, informasi jumlah korban masih belum seragam. Saluran televisi berita CNN dan kantor berita AP mengatakan, sebanyak 12 orang tewas akibat insiden tersebut.

Secara terpisah, Juru Bicara FBI Jason Pack mengatakan, insiden penembakan tersebut tak berkaitan dengan aksi terorisme. Tak lama setelah insiden terjadi, Biro Alkohol, Tembakau, dan Senjata AS langsung menggeledah mobil dan rumah pelaku. Belum jelas temuan yang diperoleh biro tersebut.

Juru bicara biro tersebut, Tom Mangan, mengatakan, mereka juga melacak senjata yang digunakan pelaku berdasarkan proyektil peluru. Saat ini, ratusan polisi dan agen FBI melakukan investigasi bersama. Mereka diturunkan ke lapangan sesaat setelah peristiwa tersebut terjadi.



Sumber : CNN,AP

Pelaku Penembakan `Premier Batman` Mengaku sebagai Joker

Metrotvnews.com, Colorado: Pelaku penembakan di bioskop Aurora, Colorado, Amerika Serikat, Jumat (20/7) waktu setempat, mengaku sebagai The Joker. Pelaku mengenakan topeng gas, melepaskan granat gas, dan melepaskan tembakan secara brutal.

Komisaris Polisi New York Raymond Kelly menyebut, aksi penembakan dilakukan pengidap gangguan jiwa. "Pelaku penembakan itu mengecat rambutnya dengan warna merah. Dia kemudian mengaku sebagai The Joker, musuh Batman."

Namun, Kepala Polisi Aurora Dan Oates menolak mengamini pernyataaan Kelly tersebut. Oates hanya mengaku berkomunikasi dengan Kelly, rekan kerjanya saat bertugas di New York.

Aksi penembakan itu menewaskan 12 orang dan melukai 59 lainnya. Pelaku penembakan yang diidentifikasi sebagai James Holmes, mahasiswa S3 jurusan neuroscience berusia 24 tahun yang akan segera drop out dari University of Colorado-Denver. Holmes ditangkap di dekat sebuah mobil di belakang bioskop.

Polisi belum mengetahui motif penembakan tersebut. Namun, FBI memastikan serangan itu tidak terkait dengan kelompok teroris manapun.

Lokasi penembakan kali ini terletak di dekat SMA Columbine, lokasi aksi penembakan pada 1999 yang dilakukan dua pelajar yang menewaskan 12 pelajar lainnya dan seorang guru.(MI/TII).





Friday, 20 July 2012

Pinta Oci kepada Presiden SBY

Beberapa siswa di Sekolah Darurat Kartini. Mereka berharap pemerintah memberikan lahan bagi Sekolah Kartini yang akan digusur PT KAI. JIka tidak, aktivitas belajar mengajar akan kembali dilakukan di bawah jembatan tol Lodan Mas, Jakarta Utara.
KOMPAS.com - Rosi, atau biasa dipanggil Oci oleh kawan-kawannya, adalah siswi kelas 1 SMP di Sekolah Darurat Kartini. Sekolah tempatnya menuntut ilmu bersama anak-anak jalanan lain, akan digusur pada 10 September 2012 karena menempati lahan milik PT Kereta Api Indonesia di kawasan Lodan Raya, Jakarta Utara.

Oci sadar, ia dan teman-temannya, serta pendiri Sekolah Kartini, sang guru kembar Rian-Rossy, tak bisa berbuat banyak. Jika penggusuran dilaksanakan, maka kegiatan belajar mengajar akan kembali ke kolong jembatan Tol Lodan Mas, Jakarta Utara. Maka, Oci pun menitipkan pesan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Pak Presiden, tolong jangan robohkan sekolah kami. Kami masih ingin belajar dengan Bu Guru kembar," pinta Rosi, di Jakarta, Kamis (19/7/2012).

Sekolah Kartini, bagi Oci dan kawan-kawannya, bukan sekedar tempat untuk menuntut ilmu, tetapi juga menjadi gudang harapan yang memberikan asa untuk berani bercita-cita. Siswa yang ditampung di Sekolah Kartini merupakan anak-anak dari kelompok marjinal yang selama ini tak diterima di sekolah reguler.

Siswa Sekolah Kartini lainnya, Agam Shafrumaeni, juga menyimpan harapan yang sama. Agam yang bercita-cita ingin menjadi anggota TNI menggantungkan rajutan masa depannya di Sekolah Kartini.

"Anak-anak marjinal seperti ini tidak disediakan sekolah oleh pemerintah. Mereka membutuhkan sekolah khusus di komunitas mereka, karena mereka kan enggak punya akta kelahiran untuk mendaftar di sekolah negeri," ujar Sri Rossyati, salah satu guru kembar pendiri Sekolah Kartini. 

Menurutnya, ada diskriminasi terhadap masyarakat dari golongan bawah untuk mengakses pendidikan. Mereka tidak memiliki akta kelahiran atau pun surat-surat yang menyatakan kelegalan mereka sebagai warga Indonesia.

"Jangankan pendidikan, keberadaan mereka pun tidak diakui," ujar Rossy.

Rossy menambahkan, awalnya lahan PT KAI tersebut disewakan kepada seorang pengusaha sebagai gudang dan lahan parkir. Pengusaha tersebut kemudian meminjamkan Sekolah Kartini sebuah gedung  untuk melakukan proses belajar mengajar tanpa dipungut biaya. Namun, dengan alasan yang belum diketahui secara pasti, lahan di samping rel kereta api tersebut akan digusur.

Rossy dan Rian berharap, pemerintah menyediakan lahan di sekitar komunitas mereka untuk bisa melakukan kegiatan belajar. 

Sementara itu, pengamat pendidikan Lody Paat mengatakan, pendidikan di Indonesia saat ini tak hanya membutuhkan kualitas, tetapi juga keadilan sosial. Anggaran pendidikan yang menyerap APBN hingga 20 persen, dinilai tidak memiliki konsep yang jelas pengalokasiannya untuk pemerataan pendidikan. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Sekolah Darurat Kartini mendapatkan surat penggusuran dari PT KAI pada 16 Juli 2012.  PT KAI memerintahkan pengosongan lahan dengan  tenggat waktu hingga 9 September 2012. Penggusuran akan dilakukan pada 10 September 2012.
  




Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Sejarah Masjid Jamik Pangkalpinang

Foto Masjid Jamik Pangkalpinang
Masjid Jamik Pangkalpinang, terletak di jalan Masjid Jamik,merupakan salah satu masjid terbesar dan tertua di Pangkalpinang. Dibangun pada tanggal 3 Syawal 1355 H atau bertepatan dengan 18 Desember 1936 H yang dibuktikan dari tulisan yang masih dapat dilihat pada meja putih terbuat dari marmer, yang letaknya bergeser ke barat pada pekarangan depan masjid sekarang. Luas Majid Jamik ± 900 m² dan dapat menampung jamaah sekitar 2000 orang dibangun di atas lahan seluas 5.662 m².

Salah satu keunikan masjid ini adalah antara tangga depan (berbentuk setengah lingkaran) dengan atapnya dihiasi oleh tiang penyangga (ukuran kecil) berjumlah 5 tiang, bisa diartikan sebagai Rukun Islam dan antara tembok depan dengan atapnya dihiasi oleh tiang penyangga kecil sebanyak 6 buah (3 sebelah kanan dan 3 sebelah kiri), dapat diartikan sebagai Rukun Iman. 

Memiliki empat tiang utama sesuai jumlah Khalifaturrasyidin, lima pintu masuk 3 di depan dan 1 di samping kiri dan 1 di kanan serta terdiri atas 3 undakan atau tingkatan dengan satu kubah dan satu menara.



Tuesday, 10 July 2012

Perang Ketupat Tradisi Adat Masyarakat Desa Tempilang

Gambar
Gambar : Perang Ketupat
Perang ketupat adalah acara adat di Bangka Belitung, tepatnya di pulau Bangka. Acara ini diselenggarakan setiap pertengahan bulan sya'ban

Masyarakat desa Tempilang yang ada di Bangka Barat berperang dan orang-orang hanya bisa menonton tanpa ada yang melerai, bahkan memberi support yang berperang agar lebih bersemangat. Amunisi senjata yang mereka gunakan cukup unik, yaitu Ketupat! 

Kerusuhan satu kampung itu bukan kerusuhan biasa, kerusuhan ini sangat istimewa, karena perang tersebut merupakan tradisi acara adat yang dilakukan tahunan sejak beberapa abad silam, yang konon katanya sudah berlangsung sejak tahun 1883, bahkan sebelum Gunung Krakatau meletus. 

Acara yang dilaksanakan di pantai Pasir Kuning pada hari minggu 8 Juli 2012 ini dihadiri oleh semua warga Tempilang. Saat pelaksanaan tradisi, tidak ada satupun warga yang umumnya nelayan dan petani itu pergi melaut ataupun bekerja di ladang. Secara khusus, mereka membuat hari tradisi itu sebagai hari libur untuk bekerja. Dan event ini menarik para penduduk dari luar Tempilang, bahkan tampak wisatawan yang turut membaur diantara warga yang hadir sangat antusias menyaksikan acara tahunan ini. Ritual yang dilakukan merupakan kepercayaan saat zaman itu, dimana pada zaman itu belum mengenal agama. Jadi untuk sekarang ini, adat tersebut dilaksanakan bukan lagi sebagai kepercayaan, tetapi sebagai upaya untuk melestarikan kebudayaan, yang dapat menambah kekayaan budaya Indonesia. 

Acara dimulai dengan ritual Penimbongan dan Ritual Ngancak, yaitu ditujukan untuk memberi makan kepada makhluk halus. Pada penimbong tersebut terdapat Ayam Panggang, Telur, Ketan Kuning, Pisang, Ketupat, kemudian ada Bertih yaitu beras yang digoreng tanpa menggunakan minyak. Pada saat penimbongan, juga dimeriahkan dengan Tarian Campak, Tarian Serimbang, Tarian Kedidi dan Tarian Seramao. Untuk Tarian Kedidi ini ditampilkan oleh perguruan pencak silat Mawar Putih. Tari kedidi adalah sebuah tarian khusus untuk menghibur para tamu-tamu agung. 

Dalam hal ini, tamu agung yang telah hadir diantara masyarakat adalah Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Yan Megawandi, Kepala Dinas Kehutanan Perkebunan Babar Kemas Arfani, Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata dan Informatika Bangka Barat Yanuar, Kepala Dinas Pendidikan Bangka Barat Rojali, Kepala Kantor Arsip dan perpustakaan Bangka Barat Rukiman. 

Setelah semua prosesi dilaksanakan, barulah kepada puncak acara yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat, yaitu Perang Ketupat. Perang ini dari dua sisi, yaitu sisi laut dan sisi darat, semua nya sangat bersemangat untuk melempar ketupat kearah lawan, hingga debu-debu berterbangan. Kemudian acara berlanjut dengan Ngayok Perae yaitu menghayutkan perahu. Mengakhiri kegiatan seluruh acara Perang Ketupat di desa Tempilang, ritual Taber Kampong dilaksanakan, yaitu Menabur Kampong dengan air Tabor Bunga Pinang, dengan harapan rumah masyarakat terhindar dari bencana dalam setahun kedepan.