Sunday, 16 June 2013

Kisah Cintaku

Kisah Cintaku
 

"Hari ini adalah hari anniversay ku dengan pacar ku. Namanya doni,
yah dia orang yang slama 4 tahun ini telah mengisi hatiku dgan
kegembiraan Doni itu cwok yang baik,pengertian,humoris,
pokoknya smua sifat baik ada ddalam dirinya, kalo aku bilang dya
adlah tipe cwok idaman
aku adlah Nina, aku kuliah di salah satu universitas negeri di kota
ku , sedangkan doni kuliah di yogyakarta, kami bertemu hanya 2
kali dlam seminggu. Menurut ku itu tak apa, soalnya klo ktmu
stiap hari pasti ada rasa bosan.

Dikamar ku di pagi yang sejuk.
"sayang happy anniv yah buat hubungan kita yang 4 tahun, smoga
kita makin langgeng, dan romantic." ucap doni di telfon , yah dia
menelfon ku pagi ini. jarang loh ada cwok yg ngucapin anniv cwok
duluan, dlam hati aku beruntung memilikinya .
"hehe iyah sayangg happy anniv jga but hubungan kita yang 4
thun , kamu kapan yang ke jakarta? aku udah kangen, dan aku
udah nyiapin kado anniv kita " kataku memberi thu dya, aku
memang selalu memberi kado kado kecil untuknya.
"sma sayang aku juga udah nyiapain kado but kamu, tenang yang
aku ke jakarta kemungkinan hari ini sayang" disitu aku sangat
senang sekali krna dya akan dtang mengunjungiku di jakarta.
"bener yang, yaudah kamu berangkat dri jogya jam berapa? Nanti
biar aku jemput yang"
"ini aku mau mandi sayang, klo udh beres aku lngsung berangkat"
ucapnya membalas pertanyaan ku.
"yaudah klo gtu yangg, klo udah berangkat+nyampe bandara
telfon/bbm yah sayang "
"iyah sayang okeh, udah ya yang mau mandi, iloveyou" ucapnya
terburu buru.
"iyah sayang, loveyou too" balasku.


Entah mengapa hati ku tibatiba tidak tenang , ada rasa gelisah
yang tbtb menyelimuti ku, ya tuhan semoga tdak terjadi apa apa
pda diriku, keluarga ku, dan pda kekasih ku ;(.

_____________________________

PING PING PING
suara bbm ku berbunyi, dan itu bbm dri doni, aku read dn dya bru
saja akan terbang. Aku pun mandi dan siapsiap untk pergi ke
bandara menjemput dya. Sampai di bandara aku menunggu di salah
satu restoran yang ada disitu, dan sembari memesan makanan.
Satu jam sudah lewat dan pesawat yang doni tumpangi pun
akhirnya mendarat, aku melihat nya dari kejauhan, doni dgan
terburu buru membawa kopernya dn berjalan ke arah ku.
"sayanggg apa kabar, ? Gmna enak perjalnan nya ? " ucap ku
yang kala itu langsung memeluknya, rasanya aku tdak ingin
melepaskan pelukannya, aku ingin slama nya seperti ini, aku tdak
peduli dengan tatapan aneh dri orang sekeliling kami, aku
mempererat pelukanku berasa aku akan kehilangan dia, tapi
pikiran itu aku singkirkan.

"sayangg udah ah malu tuh di liatin orang orang lagian sakit tau
tdi di peluk nya kenceng bget sma kamu " dya pun protes, dan aku
melepaskan pelukan ku, dn beralih melihat ke wajahnya yang
mulai manja dengan ku. Aku tersenyum dlam hati.
"yaudah yuk pulang, kmu apa aku yang bawa mobil yang?" aku
bertannya pada nya.
"kamu ajah ya yang, badanku sakit grgr kelamaan duduk di
pesawat" ucap nya lanjut.
"yaudah yuk" aku pun membantu nya untk membawa koper nya.

________________________________________

Dimobil, di perjalanan pulang aku bercanda canda dengan nya.
"yang nanti dinner bareng yah, aku bakal siapin masakan
kesukaan kmu" ucapku smbil menyetir.
"hehe iyah sayangg, tapi enak gak tuh masakannya , gak asin
kaya kemaren kemaren kan ?" dya berkata smbil meledek ku.
"ihhh jahattt " aku pun cemberut dan tbtb aku tersadar klo aku
udah janji mau telfon mama klo mobilnya aku pake.
"yangg hape ku mana yakk?" aku pun merogoh saku celana ku
smbil tetap menyetir.
"kamu tdi taro mana sayang?" timpal doni .
" hhhmmm "

Di malam yang sesunyi ini aku sendri tiada yang menemani. Alunan
lagu dri peterpen_kisah cintaku itu mengalun, ternyata hape ku
ada di blkang jok.
"biar aku ajah yang ngambil yang, kmu lagi nyetir" ucap doni.
"udah gpp kok aku aja yg ngambil msih bisa kok" aku tersenyum
padanya.
Dagusapkan tangan ku pda wajah nya dan menghapus airmata dri
wajah yang sudah mulai berkeriput itu.
"ibu jgan nangis lagi yah, aku skr buktinya udah sehat,telah aku
dapat hape ku aku langsung menghadap depan, dan tbtb ada mobil
di depan kami, tnpa sadar mobil ku langsung tertabrak dan
hancur, aku lihat
Saat itu bersma ku kala kecelakaan itu. Ya, doni mana doni, knapa
dya tdak ada disini. Aku menengok ke kiri dan ke kanan , dan aku
pun menatap ibuku.
"bu, doni mana bu ? Doni gak papa kan bu ? Nina pngen ketemu
doni bu, nina pengen ktmu doni bu" aku pun bangun , namun
tubuhku di tahan oleh ibuku.
"tenang nak tenang, sebenarnya doni sudah sudah " ibuku
berhenti dan aku lihat wajahnya menahan tangis.
"doni knapa bu? Jawab" aku semakin lantang bertnya padanya .
"doni sudah meninggal sat dbwa k'rmh sakit nin" ibu ku pun tak
dpat menahan air matanya, dn seketika itu juga butiran butiran
air mata pun jatuh di wajah pucat ku ini.
"meninggal bu? Doni meninggal? Ibu bhong kan ? Gak mungkin bu,
pokoknya nina mau liatt doni sekaranggg buu !!!!" aku langsung
bangkit dri tempat tidur ku, dan berjalan terseok seok menahan
sakit yg masih aku rasakan.

"nak sudah nak sudahh, relakan lah dia nak, ibu mhon kmu jgan
seperti ini" ibu ku mengejarku dan langsung memeluk ku dari
belakang menahan aku untk tdak keluar kamar rawat.
"gk bu aku mau ketemu doni, aku mau ketemu doni, hiks hiks hiks"
aku meronta dan menangis sejadi jadinya, aku terjatuh di
pelukan ibuku dan seketika itu jga bdan ku mulai lemas dn
pingsan.

_________________________________

Aku melihat doni duduk sendri di suatu taman yang entah aku tau
tbtb aku ada dsitu. Aku mengampiri doni dan duduk
disampingnya,dya menatap ku dgan lembut dan Tbtb dya mencium
bibirku dgan lembut,memegang tanganku dgan halus.Tapi gak tau
knapa aku merasa dya semakin jauh,jauh, jauh, aku mengejarnya
nmun takbisa smpai doni menghilang pun aku hanya bisa berteriak
memanggil namanya .

______________________________________

"donii donii donii donii DONI!!!"
"nak bngun nak bangun sayangg, knp kamu?" ibu ku
menggoyangkan badanku dgan pelan agar aku terbangun.
"hosh hosh hosh ibu?" trnyata itu hanya mimpi, donii
"kamu gpp nin? "
"aku gpp kok bu" aku tersnyum pada ibuku

_____________________________________________

2 bulan sudah aku telah kehilangan orang yg aku sayang yaitu
doni, 1 bulan yg lalu aku mencoba untk bunuh diri di jembatan yg
bias menangis rasanya aku ingin berteriak
"hey lepas kan lah beban mu" ucapnya dgan masih menatap lurus
sungai dri kejauahan. "mksud mu?" aku bingung
"ya lepaskan, berteriak lah sekencang kencangnya, biasanya itu
akn mengurangi frustasi seseorang" dya tbtb tersenyum pda ku,
senyuman itu snyuman itu, aku merasakan doni ada di dalam
dirinya, siapa lelaki ini, aku bertnya ddlam hati. Tnpa pikir
panjang aku pun berteriak sekencang kencangnya.

"AAAARRRRRGGGGGHHHHKKK" aku merasa lega mskipun msih ada
yg mengganjal di dalam hatiku.Aku harus merelakan doni, ya aku
harus merelakannya .
"gimana ? Enakan skr?Siapa nama mu?" dya tersnyum dn
mengulurkan tngannya .
"Nina" aku hnya menjwabnya dgan singkat.
"aku Angga, nama mu bagus, sma seperti yg punya " dya tersnyum
kembali, entah mengapa senyum itu mirip skali dgan doni, apa
tuhan telah mengirimkan lelaki untk membuat ku tdak bersedih
lagi? Atw untk menggantikan doni ? Entahlah, yg terpenting aku
percya bhwa tuhan telah merencanakan yang terbaik but ku ****
Yap , lelaki itu adalah Angga, kalian taw dya spa ku skrang?
Skrang dia telah resmi menjadi suami ku, setelah selama 3 bulan
mencoba melamarku dn pada akhirnya pun aku luluh di buatnya ,
aku menerima lamarannya dan menikah degannya, aku berkata da

Kisah Cintaku
lam
hati, tuhan terima kasih tuhan kau telah mengirimkan jodoh
sebenarnya untuk ku, semoga dya terbaik buat aku. Itulah kisah
cintaku yang terisi kan oleh rasa sedih dan gembira, aku belajar
arti mencintai, aku belajar arti ditinggal kan, dan aku akan slalu
mencintai Angga yg telah menjadi imam dalam hidupku saat ini.

selesaii....

Monday, 13 May 2013

cerita romantis terbaru

cerita romantis terbaru
cerita romantis terbaru
cerita terbaru


cerita terbaruCerita ini  dikisahkan oleh seorang pria bernama Duel yang memiliki seorang adik perempuan bernama Rin. Suatu hari Rin mengalami kecelakaan yang menyebabkan ia koma untuk waktu yang lama. 

Pada hari kedua setelah Rin mengalami kecelakaan, seorang pria seumuran Rin datang melihat Rin. Dari parasnya sudah bisa kutebak kalau namanya adalah, Zero pria yang sering Rin ceritakan kepadaku.

"Anu.. nama kamu Zero kan ?" tanyaku padanya.
"Ya.. Mengapa kakak bisa tahu namaku ?" Tanyanya heran.
"Rin sering menceritakan tentang kamu, apakah kamu kekasih Rin?"

Setelah diam sejenak ia menjawab “Bukan.. Aku sahabatnya. Jujur aku mempunyai perasaan lebih pada Rin. Tapi, sampai ia koma sekarangpun aku belum menyatakan kepadanya” Ucapnya sambil menatap kearah Rin yang terbaring koma.
"Kakak rasa Rin juga mempunyai perasaan yang sama kepadamu Zero"
"Maksud kakak ?"

"Sebaiknya kamu membaca diary yang Rin tulis ini" Ucapku sambil menyodorkan diary itu padanya.

Sejenak aku melihat Zero yang membaca diary tersebut terlihat sedih. Terang saja, soalnya aku tahu, diari itu berisi tentang perasaan Rin pada Zero selama ini.

Sejak saat itu, Zero selalu datang melihat Rin yang koma setiap hari. Sampai-sampai terkadang aku melihat dia mengerjakan tugas sekolah di ruangan Rin. Sering kuintip dari sisi pintu, Zero memegang tangan Rin sambil berbicara sendiri entah dengan siapa, tapi aku biarkan saja karena aku tahu Zero seperti itu untuk menghibur dirinya sendiri dengan cara menganggap Rin telah sadar dari komanya.

Setelah tiga bulan, akhirnya Rin sadar dari komanya. Tidak seperti biasanya, pada hari dimana Rin sadar Zero malah tidak datang. Padahal Zero tidak pernah absent mengunjungi Rin sejak hari pertama ia datang meelihat Rin. Setelah kondisi Rin membaik, aku mulai menceritakan tentang apa yang terjadi selama tiga bulan Rin koma, termasuk perasaan dan tingkah Zero selama itu. Aku senang melihat Rin mulai tersenyum ketika aku menceritakan tentang Zero.

"Kakak tahu..? Dalam kondisi enggak sadar aku selalu merasakan Zero disisiku. Kami mengobrol bersama dan ia selalu mendukung agar aku cepat sembuh" Ucap Rin padaku.

"Yahh mungkin saja apa yang dilakukan Zero selama ini telah membantu Rin agar sadar dari komanya" pikirku.

"Kata kakak,Zero selalu datang setiap hari, tapi mengapa aku tidak melihat dia sama sekali hari ini..?" Tanya Rin heran.

"Kakak juga enggak tahu, mungkin Zero ada keperluan yang enggak bisa dia tinggal. Kamu bersabar saja yahh" Jawabku. Sebenarnya aku juga merasakan ada hal yang aneh yang terjadi hari itu.

Beberapa hari telah berlalu, Rin sudah terlihat cukup sehat dan bisa berjalan. Tetapi ia terlihat sangat sedih dan kecewa karena Zero tidak datang sama sekali semenjak Rin sadar dari komanya. Akhinya siang itu aku memutuskan untuk mengajak Rin kerumah Zero untuk menemui Zero. Dirumahnya kami melihat seorang ibu yang terlihat sedang menangis. Dengan memberanikan diri kami menanyainya :

"Permisi.. apakah ini rumah Zero bu ?" tanyaku pada ibu itu

Tetapi bukannya menjawab ibu itu malah semakin menangis dan tak berapa lama kemudian seorang perempuan keluar dan mengajak kami agar sedikit menjauh dari ibu itu.

"Kamu Rin kan ..?" Tanya perempuan itu pada Rin.
"Ya kak,Zero mana ? kenapa aku enggak melihatnya ?"

Sejenak aku melihat perempuan itupun menangis dan masuk kembali kedalam rumah. Beberapa saat kemudian perempuan itu keluar kembali dan menyodorkan sebuah diari yang bertuliskan “Untuk Rin” Dihalaman depannya. Samar-samar disana aku melihat bercak merah, entah apakah itu aku juga belum tahu pada awalnya

"Beberapa hari yang lalu saat Zero pulang dari melihat Rin seperti biasanya. Zero mengalami kecelakaan yang menyebabkan pendarahan parah pada kepalanya. Tim medis tak dapat menolong banyak dan akhirnya Zero meninggal pada hari itu sambil memegang Diary ini." Ucap perempuan itu yang membuat kami sangat kaget. Kontan saja Rin yang kala itu terdiam langsung menangis sambil berteriak nama Zero. Akupun yang tak kuasa melihat Rin ikut menangis karena tidak menyangka hari itu adalah hari terakhir aku melihat Zero.

Dengan berbekal alamat dan denah dari perempuan tadi, kami mengunjungi makam Zero. Disana kami memanjatkan doa. Tetapi Rin yang kala itu masih bersedih sama sekali tidak bisa menahan rasa tangisnya. Di makam itu Rin kemudian membuaka diari yang ia dapatkan, di diari itu tertulis persaaan Zero selama tiga bulan Rin koma. Dan pada tulisan terakhir nya terdapat foto Zero dan Rin yang dibawahnya tertulis "Ya tuhan, jika nanti aku telah tiada, tolong engkau jagalah ia untuku ya Tuhan. Pertemukanlah ia dengan lelaki lain yang bisa membuatnya tersenyum dan mencintai serta menjaganya dengan ikhlas sama seperti yang aku lakukan selama ini"

itulah ceritanya ,, makasih telah melihat ceritanya.