Friday, 20 July 2012

Sejarah Masjid Jamik Pangkalpinang

Foto Masjid Jamik Pangkalpinang
Masjid Jamik Pangkalpinang, terletak di jalan Masjid Jamik,merupakan salah satu masjid terbesar dan tertua di Pangkalpinang. Dibangun pada tanggal 3 Syawal 1355 H atau bertepatan dengan 18 Desember 1936 H yang dibuktikan dari tulisan yang masih dapat dilihat pada meja putih terbuat dari marmer, yang letaknya bergeser ke barat pada pekarangan depan masjid sekarang. Luas Majid Jamik ± 900 m² dan dapat menampung jamaah sekitar 2000 orang dibangun di atas lahan seluas 5.662 m².

Salah satu keunikan masjid ini adalah antara tangga depan (berbentuk setengah lingkaran) dengan atapnya dihiasi oleh tiang penyangga (ukuran kecil) berjumlah 5 tiang, bisa diartikan sebagai Rukun Islam dan antara tembok depan dengan atapnya dihiasi oleh tiang penyangga kecil sebanyak 6 buah (3 sebelah kanan dan 3 sebelah kiri), dapat diartikan sebagai Rukun Iman. 

Memiliki empat tiang utama sesuai jumlah Khalifaturrasyidin, lima pintu masuk 3 di depan dan 1 di samping kiri dan 1 di kanan serta terdiri atas 3 undakan atau tingkatan dengan satu kubah dan satu menara.



Tuesday, 10 July 2012

Perang Ketupat Tradisi Adat Masyarakat Desa Tempilang

Gambar
Gambar : Perang Ketupat
Perang ketupat adalah acara adat di Bangka Belitung, tepatnya di pulau Bangka. Acara ini diselenggarakan setiap pertengahan bulan sya'ban

Masyarakat desa Tempilang yang ada di Bangka Barat berperang dan orang-orang hanya bisa menonton tanpa ada yang melerai, bahkan memberi support yang berperang agar lebih bersemangat. Amunisi senjata yang mereka gunakan cukup unik, yaitu Ketupat! 

Kerusuhan satu kampung itu bukan kerusuhan biasa, kerusuhan ini sangat istimewa, karena perang tersebut merupakan tradisi acara adat yang dilakukan tahunan sejak beberapa abad silam, yang konon katanya sudah berlangsung sejak tahun 1883, bahkan sebelum Gunung Krakatau meletus. 

Acara yang dilaksanakan di pantai Pasir Kuning pada hari minggu 8 Juli 2012 ini dihadiri oleh semua warga Tempilang. Saat pelaksanaan tradisi, tidak ada satupun warga yang umumnya nelayan dan petani itu pergi melaut ataupun bekerja di ladang. Secara khusus, mereka membuat hari tradisi itu sebagai hari libur untuk bekerja. Dan event ini menarik para penduduk dari luar Tempilang, bahkan tampak wisatawan yang turut membaur diantara warga yang hadir sangat antusias menyaksikan acara tahunan ini. Ritual yang dilakukan merupakan kepercayaan saat zaman itu, dimana pada zaman itu belum mengenal agama. Jadi untuk sekarang ini, adat tersebut dilaksanakan bukan lagi sebagai kepercayaan, tetapi sebagai upaya untuk melestarikan kebudayaan, yang dapat menambah kekayaan budaya Indonesia. 

Acara dimulai dengan ritual Penimbongan dan Ritual Ngancak, yaitu ditujukan untuk memberi makan kepada makhluk halus. Pada penimbong tersebut terdapat Ayam Panggang, Telur, Ketan Kuning, Pisang, Ketupat, kemudian ada Bertih yaitu beras yang digoreng tanpa menggunakan minyak. Pada saat penimbongan, juga dimeriahkan dengan Tarian Campak, Tarian Serimbang, Tarian Kedidi dan Tarian Seramao. Untuk Tarian Kedidi ini ditampilkan oleh perguruan pencak silat Mawar Putih. Tari kedidi adalah sebuah tarian khusus untuk menghibur para tamu-tamu agung. 

Dalam hal ini, tamu agung yang telah hadir diantara masyarakat adalah Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Yan Megawandi, Kepala Dinas Kehutanan Perkebunan Babar Kemas Arfani, Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata dan Informatika Bangka Barat Yanuar, Kepala Dinas Pendidikan Bangka Barat Rojali, Kepala Kantor Arsip dan perpustakaan Bangka Barat Rukiman. 

Setelah semua prosesi dilaksanakan, barulah kepada puncak acara yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat, yaitu Perang Ketupat. Perang ini dari dua sisi, yaitu sisi laut dan sisi darat, semua nya sangat bersemangat untuk melempar ketupat kearah lawan, hingga debu-debu berterbangan. Kemudian acara berlanjut dengan Ngayok Perae yaitu menghayutkan perahu. Mengakhiri kegiatan seluruh acara Perang Ketupat di desa Tempilang, ritual Taber Kampong dilaksanakan, yaitu Menabur Kampong dengan air Tabor Bunga Pinang, dengan harapan rumah masyarakat terhindar dari bencana dalam setahun kedepan.



Sunday, 28 November 2010

Mempromosikan Usaha Lokal via BlackBerry

Mempromosikan Usaha Lokal via BlackBerry

Liputan6.com, Jakarta: Dengan aplikasi Direktori Kota, Love Indonesia menunjukkan diri sebagai satu di antara portal yang mencakup semua informasi dari gaya hidup. Mulai dari tempat makan, bar, klub, hotel, tempat belanja hingga menampilkan berita, jadwal, trailer atau cuplikan film, spa, hingga informasi lalu lintas. Saat ini Love Indonesia telah mencakup direktori di 14 kota besar di