Friday, 3 May 2013

Air Terjun Sendang Gile, Wisata Lombok Tengah

Air Terjun Sendang Gile, Wisata Kabupaten Lombok Utara | Lokasi air terjun yang berada di kawasan Rinjani ini dinamakan Sendang Gile, karena menurut cerita, penduduk setempat secara tidak sengaja menemukan air terjun ini kala memburu singa gila yang mengacau di sebuah kampung dan kemudian lari masuk ke hutan. Lokasinya di Kabupaten Lombok Tengah Utara. Lokasi wisata yang lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik ini memiliki ketinggian kurang lebih 31 meter.
Air Terjun Sendang Gile
 
Air terjun ini muncul dari atas tebing dan jatuh ke sungai yang ada di bawahnya. Dasarnya relatif datar, sehingga banyak orang yang mandi di bawah air terjun. Ada lokasi air terjun lain di lokasi ini yang bernama Tiu Kelep. Namun karena jarak tempuh dari Sendang Gile memakan waktu (1 jam) dan kondisi jalan yang kurang baik, para wisatawan biasanya lebih memilih cukup mengunjungi air terjun ini.

Terletak di ketinggian 600m di atas permukaan laut, air terjun ini menawarkan suasana relaks dan damai. Bagi wisatawan yang jenuh dengan hangar-bingar kota, ada baiknya untuk singgah di lokasi wisata ini. Sentuhan alamnya yang tergolong jauh dari nuansa perkotaan, panorama asri dan menawan, serta udaranya yang segar, mampu membawa anda ke dunia yang dapat menghilangkan kepenatan di kepala.

Selain itu, ada hal menarik lainnya yang membuat lokasi ini berbeda. Para penduduk setempat mempercayai bahwa air pada lokasi ini memiliki unsur magis yang bisa membuat seseorang menjadi lebih muda satu tahun dari usianya.

Wisata alam ini berada di daerah Kabupaten Lombok Utara ( KLU ), Propinsi Nusa Tenggara Barat. Tepatnya di desa Senaru, kecamatan Bayan. Desa ini berjarak kurang lebih 60 km dari ibu kota Mataram. Lokasi wisata ini masih berada dalam kawasan Gunung Rinjani yang merupakan gunung tertinggi ke-3 di Indonesia. 

Friday, 26 April 2013

Objek Wisata Di Kabupaten Lombok Utara ( KLU )

Objek Wisata Di Kabupaten Lombok Utara ( KLU ) | Gumantar adalah salah satu desa dari delapan desa yang ada di wilayah Kecamatan Kayangan Lombok Utara.Hingga sekarang, desa ini banyak meninggalkan beberapa situs sejarah yang penuh dengan nuansa adat istiadatnya, terutama yang berpusat di Dusun Dasan Beleq.
Secara sosiokultural, masyarakat adat Dasan Beleq berkaitan erat dengan ajaran Islam. Hal ini bisa dilihat dari situs budaya yang ada, terus hidup dan berkembang sejalan dengan ritme kehidupan masyarakat setempat.
Objek Wisata Di Kabupaten Lombok Utara ( KLU )Pusat aspek keagamaan terdapat di dusun Gumantar, dimana Mesjid Kuno yang ada sekarang adalah dibangun oleh para wali dan ulama’ penyebar agama Islam terdahulu, sedangkan pusat Pemerintahannya kala itu terdapat di Dusun Dasan Beleq ini.
Situs–situs sejarah peninggalan para wali penyebar agama Islam yang tedapat di Dusun Dasan Beleq Desa Gumantar Kecamatan Kayangan KLU ini, menurut tokoh adat Dusun Dasan Beleq, Malinom (48), mengatakan bahwa, ada beberapa peninggalan, diantaranyaBale Bangar Gubuq’, yang oleh masyarakat setempat disebutnya Pagalan. Bale ini, terletak ditengah-tengah Gubuq Dasan Beleq, dengan ukuran 5x5 m. Bale (rumah) ini, menurut Malinom, keberadaannya diyakini dibuat oleh orang yang pertama kali datang dan menetap di Dusun Dasan Beleq.
Namun menurut Sahir (40), salah seorang tokoh muda yang disegani di dusun setempat, menceritakan kepada suarakomunitas.net, tentang keberadaan dari seorang wali penyebar agama Islam yang pertamakali datang dan menetap di kampung Dasan Beleq tersebut. Diceritakan, konon katanya, pada sekitar abad 16 Masehi, ketika agama Islam sudah mulai tersebar ke seluruh pelosok tanah air, tak terkecuali para penyebar ajaran Islam sampai juga ke wilayah utara lereng gunung Rinjani. Termasuk di gumi Dasan Beleq ini. “Kedatangannya dari mana, dan siapa nama nya, itu tidak bisa dipastikan,”kata Malinom dengan mimik yang penuh keseriusan. 
Para penyebar agama Islam yang pertama kali datang ke tempat itu (Dasan Beleq), menurut Sahir, diawali dari Gunung Rinjani. Penyebar agama Islam ini, bernama Mak Beleq dan Kendi (menyerupai Kendi) turun dari Gunung Rinjani, yang dikemudian hari, dalam perjalanan sejarah, setelah berkuasa dan menyebarkan agama Islam di daerah Bayan, Mak Beleq dikenal dengan sebutan Datu Bayan.Sedangkan temannya yang bernama Kendi tadi, kala itu,tetap tinggal dan menyebarkan agama Islam di daerah Dasan Beleq dan sekitarnya.
Diceritakan, sebelum sampai ke Dasan Beleq, para penyebar ajaran Islam (Mak Beleq dan Kendi) ini berhenti dulu di Pawang Semboya, untuk melihat sekeliling utara lereng gunung Rinjani, kearah mana nantinya tujuannya yang pertama dalam menyebarkan ajaran Islam yang dibawanya. Setelah mantap keteguhan hatinya, maka dipilihlah suatu daerah sebagai tujuannya yang pertama dalam menyebarkan ajaran Islam. Daerah tersebut, sekarang dikenal dengan nama Dusun Dasan Beleq. Karena yang pertama kali datang ditempat itu bernama Mak Beleq, sebelum melanjutkan penyebarannya ke daerah Bayan.
Kemudian, situs peninggalan sejarah yang lain di Dusun Dasan Beleq ini adalah Bale Adat yang berada di Pawang Gedeng/Pawang Adat, sekitar 400 meter kearah selatan Gubuq Dasan Beleq sekarang.
Bale adat yang berada ditengah Pawang Gedeng/Pawang Adat ini, terbuat dari anyaman pohon bambu. Mulai dari atap hingga pagarnya semuanya terbuat dari bambu. Disamping Bale Adat ini, sekitar 5 meter disebelah barat laut dari Bale Adat tersebut, didirikan ‘Berugak Agung’ saka enam, sebagai tempat persinggahan para tetua adat sebelum melaksanakan upacara ritual adat di Bale Adat tersebut. Selain sebagai tempat persinggahan para tetua adat sebelum melaksanakan upacara ritualnya, maka Berugak Agung ini, digunakan pula sebagai tempat mempersiapkan sesaji dan segala bentuk hidangan makanan yang disajikan dalam wadah yang disebut dulang, yang diperuntukkan bagi seluruh masyarakat adat  yang hadir dalam upacara adat,  usai melakukan upacara ritual di Bale Adat tersebut.
Menurut Sahir, yang mendampingi wartawan suarakomunitas.net, ketika mengunjungi Bale Adat yang berada di tengah Pawang Gedeng beberapa waktu lalu, mengatakan, kalau belum sampai waktunya diadakan acara ritual di Bale Adat tersebut, siapa saja tidak boleh masuk atau sekedar melintas didalam arena atau halaman Bale Adat. “Itu pemalik,”katanya meyakinkan.
Wartawan suarakomunitas.net pun, ketika mengambil gambar Bale Adat dan Berugak Agung tersebut, hanya dari luar areal pembatas. Nuansa adat di sebuah dusun tradisional yang jauh dari bisingnya kehidupan masyarakat modern ini, masih kental dengan tradisi-tradisi wetu telu, berurat berakar dikalangan sebagian masyarakat Dayan Gunung, yang masih kuat memegang tradisi tersebut.
Komunitas masyarakat adat dusun Dasan Beleq, menurut Sahir, upacara ritual di Bale Adat yang berada di Pawang Gedeng itu, akan dilaksanakan secara besar – besaran empat  bulan sekali. Upacara tersebut, menurut Sahir adalah upacara Buku Beleq. Disebut demikian, karena upacara ini dilaksanakan empat bulan sekali secara besar-besaran. Namun Sahir juga mengaku, bahwa pelaksanaan upacara ritual adat di Pawang Gedeng tersebut, tiap bulan juga dilaksanakan,tetapi hanya sekedar upacara kecil-kecilan.
“Pelaksanaan upacara Buku Beleq di Bale Adat dalam Pawang Gedeng ini, akan dilaksanakan dua bulan lagi dari sekarang.Namun sebelumnya, masyarakat adat Dusun Dasan Beleq secara gotong royong memperbaiki dulu atap dan pagar dari Bale Adat ini, dimana ‘bambu lande’ yang digunakan diambilkan dari suatu tempat yang sudah ditentukan, yaitu dari daerah Tenggorong"

Sumber : Blog Misteri Beda Dunia

Friday, 19 April 2013

Masjid Kuno Bayan Beleq, Bukti Sejarah Islam Di Pulau Lombok

Masjid Kuno Bayan Beleq, Bukti Sejarah Islam Di Pulau Lombok | Lombok tidak hanya pulau dengan pantai dan pura, disini pun tersimpan jejak penyebaran Islam. Mesjid Kuno Bayan Beleq adalah salah satu situs yang menceritakan hal ini. Tidak hanya itu, karena diberi titel “masjid kuno” maka Anda mungkin akan takjub dengan bangunanya yang unik. Barangkali hanya Masjid Kuno Bayan Beleq-lah yang punya arsitektur seperti ini. Ukuran masjid ini cukup kecil, hanya 9 x 9 meter dengan dinding berasal dari anyaman bambu dan beralaskan tanah liat yang dikeraskan dan dilapisi dengan anyaman tikar bambu. Atapnya terbuat dari bilha-bilah bambu. Pondasi masjid ini menggunakan batu kali tanpa semen. Unik bukan?
Masjid Kuno Bayan Beleq
 
Konstruksi Masjid Kuno Bayan Beleq memiliki makna filosofi yang terdiri dari kepala, badan dan kaki yang menggambarkan dunia atas, dunia tengah dan dunia bawah yang merupakan satu kesatuan dalam entitas kosmos masyarakat Lombok Utara.

Masjid Kuno Bayan Belek ini terletak di kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara tepatnya berada di perbatasan antara Lombok Utara dan Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Kawasan Bayan termasuk jauh dari pusat kota, atau sekitar 80 km dari Mataram. Oleh karenanya, wilayah ini masih sangat tradisional walaupun tidak berarti tertutup dari kehidupan modern. Tradisi masyarakat Bayan salah satunya terlihat dari bangunan rumahnya yang masih mengikuti bangunan asli para leluhur mereka yang juga mirip dengan arsitektur masjid. Itu mengapa, Anda mungkin agak kesulitan untuk menemukan masjid ini karena mirip dengan bangunan rumah Bayan pada umumnya. Masyarakat kampung Bayang juga memiliki beberapa kebiasan khusus yakni mereka sehari-hari mengkonsumsi padi bulu yakni jenis padi yang diyakini pertama kali ditanam di sawah Bayan. Ada juga keyakinan jika warga tidak menanam padi jenis ini maka mereka akan mengalami gagal panen.

Masjid Kuno Bayan Beleq didirikan sekitar 300 tahun lalu. Hingga kini siapa yang mendirikan masjid ini belumlah jelas. Beberapa sumber mengatakan masjid didirikan oleh seorang penghulu yang dimakamkan di komplek masjid tersebut yang dikenal dengan nama Makam Titi Mas Penghulu. Beberapa cerita yang lain menyebutkan Sunan Giri-lah yang membangun seiring dengan diberikannya sebidang tanah kosong oleh Raja Bayan kepada dirinya. Ada juga yang menyebutkan bahwa masjid ini dibangun oleh Sunan Prapen atau yang dikenal dengan nama Pangeran Senopati yang tak lain merupakan cucu dari Sunan Giri. Kendati sejarah pendirian Masjid Kuno Bayan Beleq masih simpang siur, namun keunikannya tidak akan membuat Anda kecewa untuk mengunjunginya.

Nama “Beleq” di masjid ini berarti “makam besar”. Ya, ada sejumlah makam yang berada di kompleks masjid yaitu Gaus Abdul Rozak yang diyakini sebagai penyebar agama Islam pertama di kawasan ini. Juga ada gubuk kecil di sebelah belakang kanan dan depan kiri masjid yang merupakan makam tokoh-tokoh agama yang ikut turun tangan pembangunan dan mengurusi masjid ini sejak awal.

Kini masjid ini tidak lagi digunakan untuk beribadah sehari-hari. Ya, masjid hanya dipakai saat hari besar peringatan agama Islam. Yang lebih menarik lagi, pada perayaan Idul Fitri, masjid ini tidak hanya menggelar sholat berjamaah namun 3 hari setelah itu diselenggarakan perayaan Lebaran Adat Tinggi. Menurut masyarakat setempat, perayaan ini digunakan untuk menopang dan memperkuat Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan pada perayaan lebaran Adat Tinggi ini disebut dengan Serah Ancak. Ancak adalah tempat membawa makanan yang berbentuk segi empat dan terbuat dari anyaman bambu dilapisi daun pisang. Diatas daun pisang inilah terdapat makanan dan lauk pauk seperti urap, sate, ikan, daging ayam, daging kambing dan lain-lain. Masing-masing bahan yang diletakkan di Ancak merupakan sumbangan dari warga desa secara sukarela. Memasaknya pun dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat Bayan. Konon, dengan menyantap makanan Ancak ini, maka apapun yang kita inginkan akan berhasil.

Para wisatawan yang akan mengunjungi Masjid Kuno Bayan Beleq harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh pengelola yakni harus menggunakan baju adat sasak seperti dodot dan sapuk. Kompleks masjid ini banyak dikunjungi wisatawan pada saat perayaan Maulid Nabi Muhammad.

Friday, 12 April 2013

Misteri Makam Loang Baloq Di Pulau Lombok

Misteri Makam Keramat Loang Baloq Di Pulau Lombok | Seperti kepercayaan orang Indonesia kebanyakan, makam seringkali menjadi tempat keramat dan mistis. Makam, apalagi jika yang dikuburkan adalah tokoh terkenal dan berpengaruh biasanya akan menjadi tujuan wisatawan religi dan sejarah. Makam Loang Baloq dan Makam PPH Van Ham adalah dua makam yang terkenal di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Namun begitu dua kawasan ini justru mempunyai kisah yang bertolak belakang.
Makam Loang Baloq - munsypedia.blogspot.com

Loang Baloq berasal dari kata dalam bahasa Sasak yang berarti pohon beringin yang berlubang. Ya, area ini memang ditumbuhi sebuah pohon beringin yang konon sudah berumur ratusan tahun. Makam Loang Baloq adalah kawasan pemakaman yang didalamnya terdapat puluhan jasad. Yang menjadi istimewa dan kerap dikunjungi warga adalah makam Maulana Syech Gaus Abdurrazak, makam Anak Yatim dan Datuk Laut. Syech Gaus Abdurrazak adalah pendakwah Islam dari Baghdad Irak yang menyebarkan Islam di Palembang dan kemudian Lombok sekitar 18 abad lalu. Setelah dari Palembang, ia meneruskan perjalanan dan mendarat di pesisir pantai Ampenan, Mataram. Setelah sampai, ia memberikan petuah-petuah yang bersumber pada ajaran Islam kepada masyarakat setempat.

Makam Syech Gaus Abdurrazak inilah yang berada di lubang tepat di bawah pohon beringin berbentuk persegi panjang dengan lubang ditengah, tempat dimana para peziarah biasanya menaburkan bunga. Untuk masuk kedalam makam yang sudah berkeramik putih ini, peziarah perlu memasuki sebuah pintu masuk. Di samping pintu masuk telah disipakan air untuk pengunjung dan sebuah mushola. Sementara itu, makam Anak Yatim berada di samping bagian luar makam Maulana Syech Gaus Abdurrazak dengan ukuran yang relatif lebih kecil. Di samping makam ini, terdapat makam Datuk Laut dengan bangunan permanen berukuran 3 x 4 meter berkeramik warna hitam.

Tidak hanya berziarah, pengunjung yang datang ke kompleks makam ini juga menggelar sejumlah ritual seperti potong rambut anak yang masih balita atau disebut dengan ngurisang. Peziarah biasanya juga menyampaikan nazar dan berdoa di makam agar segera permintaanya segera dikabulkan. Misalnya seperti minta jodoh, panjang umur, sehat dan murah rejeki. Bagi yang menyampaikan nazar tertentu, mereka selalu mengikatkan sesuatu ke akar gantung pohon beringin. 

Jika nazar mereka dikabulkan, mereka akan kembali lagi ke tempat itu dan membuka ikatan serta membayar nazar yang sudah disampaikan. Tradisi dan kebiasaan ini disebut dengan Saur Sesangi. Kompleks ini ramai dikunjungi warga saat lebaran Idul fitri hingga perayaan lebaran topat, tujuh hari setelah Idul Fitri dan perayaan Maulid Nabi. Kompleks makam Loang Baloq berada di Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Ampenan atau sekitar 6 kilometer dari Mataram. Anda dapat dengan mudah menuju tempat ini karena dilalui oleh jalan lingkar Mataram yang sudah beraspal. Anda bisa naik kendaraan umum atau menyewa mobil.

Sumber : http://munsypedia.blogspot.com/

Friday, 5 April 2013

Makam PPH Van Ham, Wisata Sejarah Lombok

Makam Loang Baloq dan Makam PPH Van Ham adalah dua makam yang terkenal di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Namun begitu dua kawasan ini justru mempunyai kisah yang bertolak belakang. 

Makam PPH Van HamJika kompleks makam Loang Baloq berhubungan dengan sejarah syiar Islam masa lalu, makam PPH Van Ham terkait dengan sejarah pertempuran Belanda melawan kerajaan Mataram. PPH Van Ham adalah wakil komandan ekspedisi yang dipimpin Jenderal JA Vetter dengan pangkat Mayor Jenderal. Ekspedisi Belanda pimpinan Jenderal Ja Vetter tiba di pelabuhan Ampenan pada 5 Juli 1894. 

Pada saat itu Raja Mataram menolak kedatangan mereka sehingga terjadilah pertempuran yang menewaskan Mayor Jenderal Van Ham. Selanjutnya, Van Ham dimakamkan di pemakaman Hindu Karang Jangkong, sekitar 1 km dari kota Mataram. Karena lokasi pemakaman ini berada di tengah kota, banyak kendaraan umum yang dapat mengantar Anda sampai ke lokasi makam. Selain kendaraan umum, Anda juga bisa menumpang taksi dan cidomo. Sampai sekarang, kawasan makam Van Ham masih banyak dikunjungi khusunya orang-orang Belanda yang kebetulan sedang berada di Mataram.

Friday, 29 March 2013

Wisata Religi Makan keramat Cemare Di Pulau Lombok

Wisata Religi Makan keramat Cemare Di Pulau Lombok | Jika liburan ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, jangan hanya berkunjung ke pantai dan pura. Cobalah sesekali datang ke makam keramat yang dipercayai oleh warga sekitar membawa berkah. Salah satu makam yang menjadi destinasi wisata religi adalah makam keramat Cemare.
Makan keramat Cemare - munsypedia.blogspot.com 
Makan keramat Cemare adalah makam yang berada di dekat pelabuhan Lembar. Bentuknya seperti daratan yang menjorok ke laut. Disinilah makam tersebut berada dan disinyalir menjadi peristirahatan seorang tokoh agama di Lombok pada masa lampau. Makam ini sering didatangi para peziarah, khususnya pada hari besar keagamaan Islam.

Lokasi makam keramat Cemare sangat dekat dengan pelabuhan Lembar. Hal itu pulalah yang membuat peziarah tidak hanya berdoa namun sekaligus menikmati keindahan pantai Cemare dan tentu saja panorama pelabuhan. Kawasan ini akan semakin ramai oleh pelancong karena pemerintah setempat sedang berusaha mewujudkan peningkatan sarana prasarana dalam rangka pengembangan objek wisata yang berpotensi.

Pelabuhan lembar adalah salah satu pintu masuk menuju mataram. Terletak di 22 km selatan Mataram, setiap 90 menit sekali tersedia kapal feri yang beroperasi hilir mudik dari Pelabuhan Padang Bai Bali. Sebelum pelabuhan Lembar di Lombok Barat ini beroperasi, aktivitas transportasi laut dilakukan di Pelabuhan Ampenan. Pelabuhan Ampenan berada di sebelah barat kota mataram. Pelabuhan Ampenan kini sudah tidak beroperasi lagi karena faktor tingginya ombak dan arus di Selat Lombok.

Friday, 22 March 2013

Saksi Sejarah Masuknya Islam Di Pulau Lombok

Saksi Sejarah Masuknya Islam Di Pulau Lombok | Masjid Kuno Gunung Pujut adalah serpihan sejarah Islam masa lalu di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kini kendati tidak lagi dipakai, namun bangunannya tetap menjadi bagian dari wisata religi dan sejarah yang mengingatkan kepada kita bagaimana penyebaran dan aktivitas ibadah agama Islam jaman dulu. Sebagai provinsi dengan mayoritas penganut agama Islam, masjid kuno Gunung Pujut adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat muslim.
Masjid Kuno Gunung Pujut - munsypedia.blogspot.com 
Bangunannya hingga kini terletak di sebuah bukit desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Masjid ini berukuran 8,6 x 8,6 m terbuat dari bambu dengan atap alang-alang. Tiang penyangga utamanya (saka guru) ada empat buah, tiang penyangga lainnya berjumlah 28 buah yang sekaligus berfungsi sebagai tempat menempelkan dinding. Kompleks bangunan masjid ini termasuk pedewa yakni sarana kegiatan ritual bagi penganut ajaran Wetu Telu pada masa lalu. Kini secara formal kegiatan pengajaran yang terkait dengan Islam Wetu Telu sudah tidak ada lagi sehingga masjid ini diklasifikasikan sebagai monument mati atau dead monument.

Selain menjadi saksi sejarah penting, masjid ini sangat unik karena didirikan di atas bukit. Menurut berbagai publikasi sejarah mendirikan bangunan yang bernilai sakral di sebuah gunung atau bukit adalah suatu kebiasaan. Di gunung Pujut selain berdiri masjid kuno juga terdapat bangunan-bangunan lain yang digunakan sebagai ajang pemujaan yang disebut dengan pedewa. Baik masjid maupun pedewa digunakan sebagai tempat melakukan ritual agama masa itu.

Upacara yang berhubungan dengan agama Islam dilakukan di masjid dengan dipimpin seorang kyai. sedangkan upacara ritual pemujaan roh nenek moyang dipimpin oleh seorang pemangku. Pemangku dipercaya berhasil menghubungkan orang yang masih hidup dengan roh-roh nenak moyang mereka di masa lalu. Ritual seperti itu disebut Nyelame Desa serta Nyaur Sesangi. Seluruh lafal-lafal pemujaan dan matera dibacakan oleh pemangku sedangkan untuk nama roh nenek moyang diucapkan tiap umat. Selain memuja roh nenek moyang, juga ada pemujaan terhadap dewa-dewa yang ada dalam ajaran Hindu .

Wednesday, 6 March 2013

Padang Golf Narmada Di Pulau Lombok

Padang Golf Narmada Di Pulau Lombok

padang golf narmada - lombok barat - munsypedia.blogspot.com
Padang Golf Narmada Di Pulau Lombok | Padang golf Narmada berlokasi di sebelah timur Kota Mataram, tepatnya di desa Golong Kecamatan Narmada, sekitar 20Km dengan waktu tempuh 30 menit dengan kendaraan bermotor. Padang Golf ini diberi nama GEC Rinjani of Country Club Golong.

Selain menyediakan fasilitas untuk berolahraga golf, tempat ini juga menyediakan sarana hotel dan komunikasi untuk para pengunjung yang di tata dengan begitu apik sehingga tidak mengubah keaslian dan keasrian alam Wisata lombok

Objek Wisata Taman Suranadi Di Pulau Lombok

Objek Wisata Taman Suranadi Di Pulau Lombok
pemandian suranadi - objek wisata lombok barat - munsypedia.blogspot.com
Objek Wisata Taman Suranadi Di Pulau Lombok | Taman Suranadi adalah salah satu tujuan Wisata di Lombok yang dikenal dengan mata airnya yang sangat jernih dan tidak pernah kering walaupun di musim kemarau. Seperti namanya, di taman ini dilengkapi dengan beberapa fasilitas kolam renang, kuliner dan juga penginapan. Sebuah tempat bersantai yang di kelilingi oleh bangunan Pura yang sering digunakan sebagai tempat beribadah bagi umat Hindu di Pulau Lombok. Karena letaknya yang berada di tengah hutan konservasi, pengunjung juga bisa menikmati keindahan suaka dan margasatwa yang langka.

Wisata Pura Batu Bolong Di Lombok Barat

Wisata Pura Batu Bolong Di Lombok Barat
pura batu bolong - wisata lombok - munsypedia.blogspot.com
Wisata Pura Batu Bolong Di Lombok Barat | Objek Wisata yang satu ini letaknya berdekatan dengan Objek Wisata Makam Batu Layar. Seperti namanya, di tempat wisata ini terdapat sebuah batu besar yang berbentuk Bukit Kecil dengan lubang (seperti Gua) di tengahnya. Diatas bukit batu ini umat Hindu di Lombok membangun sebuah Pura sebagai tempat beribadah untuk upacara keagamaan pada waktu waktu-waktu tertentu.

Selain dijadikan sebagai tempat beribadah, objek wisata Lombok yang satu ini menawarkan panorama indah pantai di bawahnya dan juga sunset di balik kemegahan Gunung Agung Bali di sore hari. Lokasi ini sering dijadikan tempat pengambilan gambar oleh para fotographer dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

Objek Wisata Makam Batu Layar Di Pulau Lombok

Objek Wisata Makam Batu Layar Di Pulau Lombok
makam batu layar - objek wisata lombok - munsypedia.blogspot.com
Objek Wisata Makam Batu Layar Di Pulau Lombok | Lombok Cyber4rt | Makam Batu Layar terletak di area perbatasan memasuki kawasan Senggigi, berjarak sekitar 9Km dari Jantung Kota Mataram. Makam ini merupakan makam yang di anggap keramat oleh masyarakat Lombok karena di percaya bahwa di makam inilah dahulu-nya seorang tokoh yang sangat berpengaruh dalam perkembangan agama Islam di Lombok di makamkan.

Hampir Setiap tahunnya, area pemakaman ini dikunjungi oleh ratusan peziarah dari berbagai penjuru Pulau Lombok. Banyak juga yang sekedar datang untuk menikmati menikmati keindahan pantai dan sunset dari pinggiran jalan raya Batu Layar - Senggigi maupun dari Perbukitan di sekitarnya.


Pantai Pink Di Desa Sekaroh, Jerowaru, Lombok Timur

Pantai Pink Di Desa Sekaroh, Jerowaru, Lombok Timur
Pantai Pink Di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, NTB | Lombok Cyber4rt | Pantai Pink Ini sebenarnya bernama Pantai Tangsi. Disebut sebagai Pantai Pink karena warna pasirnya yang di dominasi oleh warna Pink.  Pantai yang berlokasi di desa kecil Sekaroh, Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur ini merupakan bagian dari Pantai Tanjung Ringgit, namun karena lokasi dan infrastruktur Jalan yang mungkin kurang memadai sehingga Pantai Pink ini menjadi tidak terekspose media dan wisatawan.
Pantai Pink Di Pulau Lombok timur - munsypedia.blogspot.com 
Tangsi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan dengan kata “asrama” atau “barak”. Entah bagaimana sejarah awal mulanya, namun jika melirik dari keadaan lingkungan sekitarnya, mungkin di tempat ini dulunya adalah lokasi yang dijadikan markas tentara Jepang. Hal itu dibuktikan dengan adanya gua buatan dan juga sebuah Meriam peninggalan Penjajah Jepang.

Satu hal yang menjadi daya tarik dari Pantai Tangsi / Pantai Pink adalah pasirnya yang berwarna Pink alias Merah Muda. Di Indonesia cuma ada dua lho pantai yang berpasir Pink, salah satunya adalah yang berlokasi di Pulau Komodo NTT. Kalau dilihat lebih dekat, sebenarnya warna asli pasir Pantai ini sebenarnya putih, namun karena bercampur dengan serpihan serpihan terumbu karang yang berwarna pink, seiring prosesi alam lalu serpihan serpihan terumbu karang ini kemudian menyatu dan membentuk warna merah muda, apalagi saat terkena air laut dan terpapar sinar matahari, sehingga warna Pink nya jelas sekali terlihat.
meriam jepang di pantai pink lombok timur -  munsypedia.blogspot.com
Meriam peninggalan Jepang.

Selain pasir pantainya yang berwarna khas pink, Pantai ini juga memiliki panorama alam yang sangat mengesankan. Dikelilingi oleh tebing - tebing yang cukup tinggi dengan berugak (semacam pondok/pendopo) diatasnya yang disediakan untuk  para wisatawan menikmati hamparan lautan lepas. Pemandangan dari atas tebing juga akan membuat anda terpukau dengan panorama indah dibawah tebing. Aroma air laut yang khas, belaian hembusan angin dan suara ombak yang membentur karang membuat hati siapapun yang berkunjung kesini menjadi tenang.

Untuk mencapai lokasi Pantai Tangsi / Pantai Pink membutuhkan waktu dua jam dari Kota Mataram, jarak yang lumayan jauh. Rutenya sama persis dengan Rute menuju Tanjung Ringgit, karena memang lokasi keduanya berdekatan. Hanya saja Pintu masuk Pantai Tangsi berada di sebelah kiri, sekitar 1 KM sebelum Tanjung Ringgit. Nah di Pintu masuknya itu ada petunjuk/ rambu kecil disebelah kiri jalan bertuliskan “Pantai PINK 50 meter”

Pantai Pink  memiliki arus yang cukup tenang dengan deburan ombak yang sangat kecil, sehingga asik untuk bermain - main dan tidak membahayakan. Jika sempat bersnorkeling, maka anda akan dibuat takjub oleh terumbu terumbu karangnya yang sangat indah. Walaupun sebagian titik terumbu terumbu karang yang terlihat hanya berupa sisa sisa terumbu karang yang sudah hancur oleh jangkar - jangkar perahu para Nelayan.

Beberapa Foto Pantai Pink Di Pulau Lombok

Pantai Pink Di Pulau Lombok timur - munsypedia.blogspot.com
Pantai Pink Di Pulau Lombok timur - munsypedia.blogspot.com
Pantai Pink Di Pulau Lombok timur - munsypedia.blogspot.com
Pantai Pink Di Pulau Lombok timur - munsypedia.blogspot.com
Pantai Pink Di Pulau Lombok timur - munsypedia.blogspot.com
Pantai Pink Di Pulau Lombok timur - munsypedia.blogspot.com
Pantai Pink Di Pulau Lombok timur - munsypedia.blogspot.com

Pantai Pink Di Desa Sekaroh, Jerowaru, Lombok Timur